Penyebab gondongan pada orang dewasa umumnya akibat infeksi virus mumps yang menular melalui percikan air liur atau kontak langsung dengan penderita. Meski lebih sering dialami anak-anak, gondongan pada orang dewasa bisa menimbulkan gejala lebih berat dan berisiko menyebabkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani.
Gondongan merupakan infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis dan sering menimbulkan gejala lebih parah pada orang dewasa. Penyebab gondongan pada orang dewasa umumnya adalah virus mumps yang sangat mudah menular melalui percikan droplet saat seseorang berbicara, batuk, atau bersin
Memahami penyebab dan cara penularannya membantu Anda lebih waspada dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Dengan kewaspadaan yang tepat, risiko komplikasi serius pun dapat ditekan.
Penyebab Gondongan pada Orang Dewasa
Berikut ini adalah beberapa penyebab dan faktor risiko gondongan pada orang dewasa yang perlu diketahui agar pencegahan dan penanganannya dapat dilakukan secara optimal:
1. Infeksi virus mumps
Infeksi oleh virus mumps merupakan penyebab paling umum gondongan. Virus ini menular melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui penggunaan bersama alat makan, minum, atau barang pribadi lainnya.
2. Belum menerima vaksinasi MMR
Orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) memiliki risiko lebih tinggi terkena gondongan. Tanpa vaksin, tubuh tidak membentuk antibodi yang dapat melawan virus penyebab penyakit ini.
3. Sistem imun menurun
Daya tahan tubuh yang lemah dapat membuat seseorang lebih mudah terinfeksi gondongan pada orang dewasa. Kondisi ini dapat terjadi akibat stres berat, kelelahan, penyakit kronis, atau penggunaan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.
4. Paparan lingkungan berisiko
Bekerja, tinggal, atau sering beraktivitas di lingkungan padat, seperti asrama, kantor tertutup, atau fasilitas umum, dengan ventilasi buruk dapat meningkatkan peluang penularan virus mumps antarindividu.
Meski jarang, pembengkakan pada kelenjar parotis juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti infeksi bakteri pada kelenjar ludah, batu kelenjar ludah, atau penyakit autoimun, seperti sindrom Sjögren. Kondisi ini memiliki gejala mirip gondongan, tetapi penyebabnya berbeda.
Itulah beberapa penyebab gondongan pada orang dewasa yang perlu dipahami. Kondisi ini umumnya cenderung dapat menimbulkan risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan pada anak-anak. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Radang testis (orkitis) pada pria, dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada testis, serta berpotensi mengganggu kesuburan meski jarang menimbulkan infertilitas permanen.
- Radang ovarium (ooforitis) pada wanita, umumnya menimbulkan nyeri di perut bagian bawah, tetapi jarang menyebabkan gangguan kesuburan.
- Radang pankreas (pankreatitis), ditandai dengan nyeri perut hebat, mual, dan muntah, serta membutuhkan penanganan medis segera.
- Radang selaput otak atau otak (meningitis atau ensefalitis), termasuk komplikasi serius yang bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani.
- Gangguan pendengaran, dapat terjadi akibat kerusakan saraf pendengaran, meskipun kasusnya sangat jarang.
Oleh karena itu, langkah pencegahan gondongan pada orang dewasa penting dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari pemberian vaksin MMR sesuai jadwal, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang terinfeksi.
Vaksin MMR terbukti mampu menurunkan risiko infeksi dan mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. Selain itu, menjaga pola makan sehat, tidur cukup, dan mengelola stres juga penting untuk memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular.
Waspadai penyebab gondongan pada orang dewasa, terutama bila Anda belum pernah mendapatkan vaksin MMR atau sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Jika Anda mengalami pembengkakan di sekitar rahang, demam, nyeri saat menelan, atau keluhan yang menyerupai gondongan, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.
Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter dapat memastikan penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat.
Penanganan sedini mungkin dapat membantu mencegah komplikasi serius dan mempercepat pemulihan. Namun, jika keluhan semakin parah atau muncul komplikasi, segera pergi ke rumah sakit terdekat guna memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
