Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seorang wanita hamil mengalami keguguran. Namun, tidak semua yang Bumil dengar benar adanya. Contohnya adalah 4 mitos penyebab keguguran berikut ini.

Keguguran merupakan peristiwa di mana janin meninggal di dalam kandungan sebelum kehamilan berusia 20 minggu. Umumnya, keguguran terjadi karena janin tidak tumbuh dengan baik selama di dalam kandungan, adanya masalah kesehatan pada ibu, seperti infeksi dan kelainan rahim, hingga kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat.

4 Mitos Penyebab Keguguran - Alodokter

Mitos Penyebab Keguguran

Selain beberapa hal di atas, ternyata ada banyak informasi yang salah atau mitos terkait penyebab keguguran. Meski sebenarnya salah, beberapa mitos tersebut justru dipercaya oleh masyarakat. Apa saja mitos tentang penyebab keguguran itu?

1. Mengonsumsi makanan pedas

Ada teori yang mengatakan bahwa mengonsumsi makanan pedas bisa menyebabkan kontraksi atau keguguran, namun sejauh ini tidak ada bukti yang mendukung hal tersebut. Jadi, bisa disimpulkan bahwa makanan pedas aman dikonsumsi selagi hamil.

Kendati tidak menyebabkan keguguran, Bumil tetap tidak dianjurkan mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, lho. Sebab, makanan ini bisa membuat Bumil diare dan nyeri perut.

2. Berhubungan seksual

Banyak yang percaya kalau berhubungan seksual saat hamil bisa menyebabkan keguguran. Tenang saja, hal ini hanya mitos belaka, kok. Berhubungan seks saat hamil tidak akan membahayakan janin yang ada di dalam kandungan.

Janin tetap aman di dalam perut karena dia dilindungi oleh lendir tebal yang menutup leher rahim, kantung dan cairan ketuban, serta otot-otot rahim yang kuat.

Memang janin akan bergerak-gerak setelah Bumil mengalami orgasme, namun itu bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Dia hanya bereaksi terhadap detak jantung Bumil yang menjadi cepat.

Saat hamil, berbagai posisi seks juga bisa dilakukan. Namun dengan catatan, Bumil nyaman melakukannya dengan kondisi perut yang besar.

Meski begitu, Bumil harus tetap berhati-hati ketika berhubungan seks. Bumil mungkin disarankan untuk puasa bercinta apabila mengalami perdarahan parah, plasenta previa, gangguan serviks atau mulut rahim, cairan ketuban bocor, hamil anak kembar, atau memiliki riwayat keguguran atau persalinan prematur sebelumnya.

3. Olahraga

Siapa bilang wanita hamil tidak boleh berolahraga? Justru Bumil disarankan untuk tetap aktif menggerakkan tubuh. Kebanyakan ahli berpendapat bahwa olahraga saat hamil, khususnya jika mendapat lampu hijau dari dokter, bisa menurunkan risiko keguguran dan membantu memperlancar persalinan. Selain itu, tubuh Bumil dan janin pun menjadi lebih sehat.

Namun mengingat kondisi tubuh Bumil saat ini, disarankan untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu berat. Disarankan untuk memilih olahraga yang ringan dan santai, seperti berjalan kaki, yoga, berenang, atau senam hamil.

4. Mengangkat beban berat

Mengangkat benda berat saat hamil juga merupakan mitos penyebab keguguran. Kenyatannya, asal dilakukan sesuai panduan, mengangkat barang berat tidak serta-merta membuat Bumil langsung kehilangan janin, kok.

Berikut ini adalah panduan aman mengangkat barang berat ketika hamil:

  • Beban tidak lebih dari 9 kilogram.
  • Posisi tubuh saat mengangkat barang berat harus benar, yakni menekuk lutut, bukan dengan membungkukkan badan. Pastikan punggung Bumil tetap lurus saat menekuk lutut. Gunakan kekuatan otot kaki, ketimbang otot punggung. Ingat, jangan mengangkat barang yang bisa membuat Bumil mengejan atau mengencangkan perut.

Empat mitos penyebab keguguran di atas umumnya tidak benar. Hal-hal tersebut tidak berisiko menyebabkan keguguran, terlebih jika kehamilan Anda sehat. Meski demikian, Bumil tetap harus berhati-hati dalam melakukan segala aktivitas.

Jangan lupa untuk rutin memeriksakan kandungan setiap bulan ke dokter kandungan guna mengetahui perkembangan dan kesehatan janin. Begitu pula jika Bumil merasa ada yang tidak normal, seperti perdarahan dalam jumlah banyak, air ketuban yang merembes, dan kontraksi yang semakin lama semakin kencang.