Konsumsi obat pereda nyeri otot merupakan salah satu cara untuk meredakan rasa sakit di otot rangka. Meski keluhan ini umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, beberapa kasus nyeri otot dapat menganggu aktivitas sehari-hari sehingga perlu diobati.  

Nyeri otot umumnya ditandai dengan rasa kaku, kram, dan sensasi tertarik pada otot tubuh. Kondisi ini biasanya timbul akibat olahraga yang berlebihan, angkat beban yang berat, atau cedera.4 Pilihan Obat Pereda Nyeri Otot yang Perlu Diketahui - AlodokterRasa sakit pada otot bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, seperti leher, punggung, paha, atau betis. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, dibutuhkan obat pereda nyeri otot untuk mengurangi gejala yang muncul.

Berbagai Obat Pereda Nyeri Otot

Berikut ini adalah beberapa obat pereda nyeri yang umumnya digunakan untuk mengatasi nyeri pada otot:

1. Paracetamol

Salah satu obat pereda nyeri otot yang paling umum digunakan adalah paracetamol. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat yang memicu rasa nyeri.

Paracetamol dapat dibeli secara bebas di apotek. Namun, pastikan Anda perhatikan petunjuk penggunaan dalam kemasan sebelum mengonsumsinya.

2. Balsam

Balsam dengan kandungan capsaicin atau metil salisilat juga termasuk dalam obat pereda nyeri otot. Obat oles ini dapat menimbulkan sensasi hangat yang akan mengalihkan rasa sakit, sehingga nyeri otot seolah-olah mereda.

Untuk menggunakannya, Anda bisa mengoleskan balsam secukupnya di area otot yang mengalami nyeri sebanyak 2–4 kali setiap harinya. Namun, segera hentikan penggunaan bila muncul tanda peradangan pada kulit, seperti kemerahan, perih, dan gatal.

3. Obat antiinflamasi nonsteroid

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti aspirin, naproxen, dan ibuprofen, juga bisa menjadi pilihan obat pereda nyeri otot. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan di tubuh yang memicu rasa nyeri.

Tidak hanya sebagai obat nyeri otot, obat golongan OAINS juga dapat digunakan untuk mengobati kram menstruasi, sakit kepala, atau sakit punggung.

Meski beberapa jenis OAINS dapat dibeli secara bebas di apotek, sebaiknya hindari penggunaan obat tersebut secara terus-menerus selama lebih dari 10 hari, kecuali atas anjuran dari dokter.

4. Eperisone

Obat pereda nyeri otot selanjutnya adalah eperisone. Obat ini kerap diresepkan oleh dokter bila ketiga obat pereda nyeri di atas tidak efektif dalam meredakan rasa sakit. Eperisone bekerja dengan cara melemaskan otot yang tegang. Dengan begitu, rasa nyeri yang timbul akan berkurang.

Itulah pilihan obat pereda nyeri otot yang umum digunakan. Meski beberapa obat di atas bisa dibeli secara bebas, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Terlebih, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti sedang hamil, menderita penyakit ginjal, atau mengalami gangguan hati.

Pada dasarnya, nyeri otot mudah diatasi dan bisa dicegah kekambuhannya dengan melakukan peregangan sebelum dan sesudah olahraga, berolahraga secara rutin dengan intensitas sesuai kondisi tubuh, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi air putih dan makanan bergizi seimbang.

Jika Anda sudah mengonsumsi obat pereda nyeri otot dan melakukan langkah di atas tetapi keluhan nyeri tidak kunjung hilang atau sering kambuh, cobalah periksakan ke dokter agar dapat diketahui penyebab rasa nyeri pada otot dan mendapat pengobatan yang sesuai.