Memanfaatkan obat herbal bukanlah hal asing bagi masyarakat Indonesia. Obat ini dianggap lebih alami, sehingga kemudian banyak dipilih. Terbukti sekitar 45% dari 7699 responden pengguna aplikasi Alodokter memilih menggunakan obat herbal, meski tidak semuanya terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Selebihnya, yaitu sekitar 55%, memilih obat modern sebagai langkah pengobatan.

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan alami dari tumbuhan, yang dipercaya dapat mengobati penyakit tertentu, dan telah digunakan secara turun-temurun, misalnya jamu. Sedangkan obat modern adalah obat yang telah teruji manfaat maupun efek sampingnya secara farmakologis dan klinis. Baik obat modern maupun obat herbal yang dijual di pasaran, harus  telah terdaftar resmi di BPOM RI.

45% Masyarakat Indonesia Masih Lebih Percaya Obat Herbal Dibanding Obat Modern - Alodokter

Obat Herbal Dianggap Bebas Efek Samping

Di Indonesia, sebagian orang lebih percaya untuk menggunakan obat herbal, karena dianggap bersifat alami, sehingga bebas dari efek samping yang tidak diinginkan. Padahal, meski tanaman obat telah lama digunakan dan dipercaya aman, bukan berarti obat herba tidak memiliki potensi untuk menyebabkan efek samping dan keracunan. Sebaliknya, justru bisa lebih berbahaya daripada obat modern.

Hal tersebut dikarenakan tidak semua obat herbal telah memiliki bukti uji klinis yang cukup melalui penelitian. Kebanyakan obat herbal bersifat tradisional. Artinya manfaat dan takaran pemberiannya bisa saja hanya berdasarkan perkiraan dan ilmu turun temurun dari leluhur, tanpa memerhatikan kontraindikasi, efek samping, dan dosis maksimal pemberiannya.

Yang perlu diperhatikan adalah obat herbal tidak dapat digunakan pada semua orang. Misalnya wanita yang sedang hamil, sebaiknya tidak menggunakan obat-obatan secara sembarangan, termasuk obat herbal, demi menghindari bahaya pada janin. Lalu sebagian orang juga mungkin dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan obat herbal, sehingga tak dapat menggunakannya.

Selain digunakan langsung dari alam, direbus, atau dalam bentuk jamu, obat herbal dapat berupa teh, kapsul, tablet, salep, obat gosok atau minyak esensial. Umumnya bahan herbal dikeringkan, ditumbuk atau dijadikan bubuk sebelum diolah menjadi obat.

Beberapa tips sebelum menggunakan obat herbal dengan aman, meliputi:

  • Pastikan Anda membeli dan menggunakan obat herbal yang telah terdaftar di BPOM RI.
  • Baca dan pahami, apa kandungan yang terdapat di dalam obat herbal tersebut.
  • Jangan lupa untuk selalu memeriksa tanggal kedaluarsa sebelum menggunakannya.
  • Ikuti semua petunjuk yang dianjurkan.
  • Anda bisa menghubungi layanan konsumen untuk mengetahui detail produk.
  • Jika ragu, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter terkait keamanan produk.

Alasan lain orang lebih memilih menggunakan obat herbal, karena umumnya obat jenis ini lebih murah dan terjangkau dibandingkan obat modern. Padahal, saat ini obat modern juga tersedia dalam bentuk obat generik, yang harganya relatif lebih murah dan mudah didapatkan.

Dibanding obat modern, obat herbal umumnya memiliki reaksi yang lebih lambat dalam proses pengobatan. Obat jenis ini biasa digunakan untuk terapi alternatif, maupun sebagai terapi pendamping obat-obatan modern.

Serba-Serbi Pengobatan Modern

Untuk obat modern, terdapat informasi yang lebih jelas mengenai cara penggunaan dan efektivitasnya dalam mengatasi keluhan atau menyembuhkan penyakit. Sebab, obat jenis ini telah melewati serangkaian penelitian dan pengembangan, sebelum diperbolehkan untuk dijual bebas di pasaran dan dikonsumsi secara luas. Obat ini dapat memberi reaksi lebih cepat, sebab lebih jelas kegunaan dan cara kerjanya dalam mengatasi suatu keluhan atau kondisi. Formulasi obat juga dapat memberi panduan indikasi maupun kontraindikasi penggunaan tiap jenis obat secara lebih spesifik, dalam hal manfaat dan cara penggunaannya.

Kendati sudah teruji klinis dan terdaftar resmi di BPOM RI, namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memilih obat modern, di antaranya:

  • Nama merek dan generiknya. Sebab satu jenis obat, dapat memiliki merek yang berbeda-beda.
  • Cara menyimpan obat yang benar, karena tiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda.
  • Kapan, bagaimana, dan berapa lama menggunakannya. Selalu perhatikan anjuran dosis yang tertera pada label, atau tanyakan lebih dulu pada dokter maupun apoteker sebelum menggunakannya.
  • Pastikan apakah obat perlu dihabiskan atau tidak.
  • Efek samping apa yang bisa ditimbulkan oleh obat tersebut.
  • Bagaimana dan dalam kondisi seperti apa Anda harus berhenti menggunakannya.
  • Apa yang harus dilakukan jika Anda melewatkan dosis yang telah dianjurkan.
  • Obat-obat apa saja yang tidak boleh digunakan bersama obat tersebut.

Pastikan Anda telah benar-benar memahami hal-hal tersebut, sebelum menggunakan obat modern sesuai anjuran dokter.

Pada dasarnya, Anda perlu untuk tetap berhati-hati mengonsumsi obat dan mengikuti panduan minum obat yang benar, baik itu obat herbal maupun obat modern. Gunakanlah obat sesuai label kemasan atau anjuran dokter. Selain itu, Anda perlu ingat bahwa risiko timbulnya alergi tetap ada, terhadap obat herbal atau juga obat modern. Oleh karenanya, tidak dianjurkan untuk mengobati penyakit sendiri, tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jika Anda mengalami gejala sebuah penyakit, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.