Kemampuan berbicara merupakan salah satu kemampuan yang penting pada anak. Anda dapat mempertimbangkan cara mengajari anak berbicara berikut ini, agar Si Kecil dapat lebih lancar berbicara dan memiliki lebih banyak kosakata.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengajari anak berbicara, adalah dengan mengajaknya berbincang. Namun selain itu, sebenarnya masih banyak cara lain yang bisa dilakukan agar kemampuan berbicara pada anak dapat lebih cepat berkembang.

5 Cara Mengajari Anak Berbicara - Alodokter

Perkembangan Berbicara dan Cara Mengajari Anak

Kemampuan bicara anak akan terus berkembang seiring dengan pertambahan usia. Jika pada usia 6 bulan Si Kecil sudah mulai dapat mengucap kata “ba-ba” atau “ma-ma”, maka di usia 12 bulan ia mungkin sudah dapat mengucap satu atau beberapa kata sederhana dan dapat merespons apa yang Anda ucapkan dengan lebih baik.

Perkembangan kemampuan bicara Si Kecil ini tentu tak luput dari bimbingan orang tua. Agar kemampuan anak berbicara dapat lebih cepat berkembang, berikut beberapa cara yang bisa Anda coba:

  • Mengajak anak berbicara atau berbincang
    Anda dapat memulainya dengan mengajak Si Kecil berbincang mengenai apa pun yang dialaminya pada hari itu. Misalnya, pada saat malam sebelum tidur, coba bicarakan apa saja yang telah Si Kecil lakukan sepanjang hari. Mulai dari permainan apa saja yang dilakukan, hingga bersama siapa saja si Kecil bermain. Cobalah untuk memberikan pertanyaan bersifat terbuka, yang jawabannya lebih dari sekadar “iya” dan “tidak”, agar si Kecil lebih banyak berbicara.
  • Membacakan cerita
    Tidak pernah ada kata terlalu dini untuk membacakan cerita kepada Si Kecil, bahkan jika dia belum dapat berbicara. Anda bisa mulai dengan membacakan buku-buku sederhana yang lebih banyak memuat gambar daripada cerita. Selain sebagai salah satu cara mengajari anak berbicara, memperkenalkan buku sejak kecil akan mengembangkan kegemaran mereka terhadap buku.
  • Mengarang cerita bersama
    Karang cerita bersama-sama dengan memunculkan berbagai tokoh, konflik, dan petualangan. Ceritanya tentu saja yang menarik minat Si Kecil dan tidak menakutkan.
  • Mendengarkan musik bersama
    Umumnya anak menyukai musik dan gerakan. Ketika mereka mendengarkan lagu untuk anak-anak, seperti “Bintang Kecil” atau “Topi Saya Bundar”, mereka belajar tentang irama, bahasa, dan dunia di sekitar mereka.
  • Mengajukan pertanyaan
    Jangan ragu-ragu bertanya kepada Si Kecil tentang benda yang Anda tunjuk. Coba minta ia untuk mendeskripsikan benda tersebut, misalnya bunga, daun, pohon, meja, kursi, pesawat terbang, atau kopi. Tanyakan pada Si Kecil, “Itu namanya apa, ya?”
    Anda juga dapat mengajak anak mengunjungi museum, taman bermain, atau kebun binatang, untuk membuka cakrawala pengetahuan Si Kecil dan mengajarinya hal-hal baru. Rasa penasaran akan memancingnya untuk mulai berani bertanya.

Orang tua dapat mengajak anak berbicara sejak dini. Meski belum memahami arti kata-kata yang Anda ucapkan, Si Kecil akan menyerap hal-hal yang didengarnya. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang berada dalam keluarga yang banyak berbicara akan memiliki tingkat IQ yang lebih tinggi di usia 3 tahun, daripada bayi yang keluarganya pendiam.

Jika perkembangan Si Kecil tampak lambat atau tidak sebaik anak seusianya, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter anak agar dapat dilakukan pemeriksaan dan diberikan penanganan yang tepat.