Cara mengobati cantengan yang sudah bengkak dan bernanah perlu dilakukan dengan hati-hati agar infeksi tidak semakin parah dan jari bisa kembali nyaman. Kondisi ini biasanya membuat jari terasa nyeri, merah, dan keluar nanah, sehingga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Cantengan yang sudah bengkak dan bernanah umumnya terjadi karena infeksi bakteri di kulit sekitar kuku. Selain menimbulkan nyeri dan bengkak, infeksi juga dapat membentuk kantong nanah di sisi atau bawah kuku. Jari dapat terasa hangat, sulit digerakkan, bahkan kadang disertai demam. 

5 Cara Mengobati Cantengan yang Sudah Bengkak dan Bernanah Tanpa Operasi - Alodokter

Untuk itu, cara mengobati cantengan yang sudah bengkak dan bernanah penting dipahami agar infeksi tidak menyebar lebih dalam dan tidak berkembang menjadi abses.

Berbagai Cara Mengobati Cantengan yang Sudah Bengkak dan Bernanah

Penanganan awal bisa dilakukan di rumah bila gejalanya masih ringan. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda coba:

1. Merendam jari ke dalam air larutan garam

Merendam jari dalam air hangat bercampur garam membantu mengurangi bengkak, membuat kulit lebih lentur, dan membuka pori-pori. Langkah ini membantu nanah keluar perlahan tanpa perlu dipaksa sehingga terasa lebih nyaman.

Lakukan perendaman selama 15–20 menit sebanyak 2–3 kali sehari agar hasilnya optimal. Pastikan air hangatnya tidak terlalu panas, ya, supaya tidak menimbulkan iritasi atau rasa perih pada kulit.

2. Menjaga area kuku tetap kering dan bersih

cara mengobati cantengan yang sudah bengkak dan bernanah lainnya adalah menjaga area kuku tetap kering dan bersih. Keringkan area kuku dengan tisu atau kain bersih agar kelembapan tidak terperangkap. Area yang lembap memudahkan bakteri berkembang sehingga infeksi semakin sulit sembuh.

3. Mengoleskan salep antibiotik 

Mengoleskan salep antibiotik juga dapat menjadi salah satu cara mengobati cantengan yang sudah bengkak dan bernanah. Cara ini dapat membantu mempercepat penyembuhan dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Oleskan secara tipis dan merata setelah jari benar-benar kering agar salep terserap dengan baik.

Gunakan salep sesuai anjuran dokter karena tiap kondisi bisa membutuhkan jenis antibiotik yang berbeda. 

4. Tidak memencet atau mencabut nanah sendiri

Memencet nanah secara mandiri berisiko membuat infeksi masuk lebih dalam dan menyebabkan luka baru. Selain itu, tindakan ini bisa memicu nyeri hebat dan membuat area sekitar kuku semakin meradang.

Lebih aman membiarkan nanah keluar alami melalui perendaman air hangat. Jika nanah terasa penuh atau nyeri makin berat, dokter dapat membantu mengeluarkannya dengan prosedur operasi.

5. Mengonsumsi obat pereda nyeri

Jika rasa nyeri akibat kuku cantengan sudah tidak tertahankan, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual secara bebas di apotek, seperti paracetamol dan ibuprofen. Kedua obat ini dapat meredakan rasa nyeri dengan cara menghambat produksi prostaglandin yang memicu rasa sakit.

Itulah beberapa cara mengobati cantengan yang sudah bengkak dan bernanah. Jika bengkak, nanah, atau nyeri tidak membaik setelah beberapa hari, kondisi ini bisa menandakan infeksi yang lebih serius.

Perlu diingat, infeksi yang dibiarkan terlalu lama berisiko menyebabkan penyebaran ke jaringan sekitar, bahkan ke tulang. Bila Anda memiliki diabetes, daya tahan tubuh lemah, atau luka sulit sembuh, perhatikan tanda-tanda infeksi yang makin parah dan jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Untuk mencegah cantengan berulang di kemudian hari, penting bagi Anda untuk  menjaga kebersihan alat potong kuku dan hindari kebiasaan mengorek kuku. 

Jika Anda masih ragu mengenai cara mengobati cantengan yang sudah bengkak dan bernanah seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya terlebih dahulu ke dokter melalui Chat bersama Dokter untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.