Meski berasal dari tumbuh-tumbuhan, bukan berarti protein nabati lebih buruk dari protein hewani lho, Bun. Malahan, sumber protein nabati ini tidak mengandung kolesterol dan harganya lebih terjangkau.

Protein, baik protein nabati maupun hewani, sama-sama dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, yakni sebagai sumber energi, membantu pembentukan tulang, serta menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh.

5 Makanan Ini Sumber Protein Nabati yang Baik untuk Anak - Alodokter

Meski begitu, masih banyak orang tua yang hanya mengandalkan asupan protein dari produk hewani, misalnya ikan, daging sapi, daging ayam, dan telur, karena tidak tahu bahwa protein juga bisa didapatkan dari produk makanan nabati atau tumbuh-tumbuhan,

Pilihan Sumber Protein Nabati yang Bisa Dikonsumsi Si Kecil

Sejak Si Kecil mengonsumsi MPASI, Bunda bisa mulai memperkenalkan makanan yang mengandung protein nabati secara bertahap. Berikut ini adalah beberapa pilihan sumber protein nabati yang bisa Bunda olah menjadi masakan kesukaan Si Kecil:

1. Kacang kedelai

Siapa yang tidak suka tempe? Tempe adalah salah satu makanan olahan kacang kedelai yang memiliki rasa yang nikmat dan mengandung tinggi protein. Dalam 85 gram tempe setidaknya terdapat 15 gram protein. Tidak hanya protein, di dalam tempe juga terkandung vitamin dan mineral.

Olahan kacang kedelai lainnya adalah tahu. Sama seperti tempe, tahu juga mengandung protein, tetapi dengan kadar yang lebih rendah. Dalam 100 gram tahu, hanya terkandung 8 gram protein.

Kedua olahan kacang kedelai ini merupakan sumber protein nabati yang bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan, mulai dari digoreng, ditumis, bahkan dibuat semur. Beragam pilihan pengolahan tahu dan tempe ini bisa meningkatkan selera makan Si Kecil dan membantu memenuhi kebutuhan proteinnya.

2. Kacang hijau dan kacang merah

Dalam 200 gram kacang hijau, terdapat sekitar 15 gram protein. Tidak hanya itu, kacang hijau juga mengandung lemak, karbohidrat, serat, zat besi, dan asam folat.

Selain kacang hijau, kacang merah juga bisa dijadikan pilihan sumber protein nabati untuk anak. Dalam 90 gram kacang merah, terkandung 7,5 gram protein. Selain protein, kacang merah juga mengandung karbohidrat, lemak, dan serat.

3. Alpukat

Selain enak, alpukat juga mengandung banyak manfaat untuk anak. Buah berwarna hijau ini mengandung beragam nutrisi penting, seperti lemak baik, serat, karbohidrat, juga protein. Dalam 140 gram alpukat tanpa kulit dan biji, terkandung sekitar 3 gram protein. Buah ini bisa diolah menjadi jus, campuran salad buah, atau dimakan langsung.

4. Jagung

Selain memiliki rasa yang manis, jagung juga mengandung protein, lho. Dalam 100 gram jagung, setidaknya terdapat 9,5 gram protein. Selain itu, jagung juga mengandung lemak, karbohidrat, dan serat.

Bunda bisa menjadikan jagung sebagai camilan untuk Si Kecil dengan cara merebus atau mengukusnya. Bunda juga bisa mengolahnya menjadi sup jagung untuk dikonsumsi bersama nasi.

5. Brokoli

Dalam 90 gram brokoli, setidaknya terkandung 2,5 gram protein. Selain itu, brokoli juga mengandung serat, karbohidrat, dan beragam mineral. Salah satu cara yang sehat untuk mengolah brokoli adalah dengan mengukusnya tanpa menambahkan garam.

Kebutuhan protein pada anak berbeda-beda, tergantung usianya. Anak usia 4-9 tahun hanya membutuhkan sekitar 19 gram protein per hari, sedangkan anak usia 9-13 tahun membutuhkan protein sebanyak 34 gram per hari.

Protein nabati juga merupakan sumber protein yang baik untuk anak-anak. Seperti telah dikatakan sebelumnya, selain harganya lebih terjangkau, protein nabati tidak mengandung kolesterol. Meski begitu, protein hewani juga diperlukan untuk asupan nutrisi tertentu yang tidak bisa didapatkan dari protein nabati, misalnya vitamin B12.

Jika Bunda ingin menerapkan pola makan tertentu pada Si Kecil, misalnya pola makan vegetarian yang asupan proteinnya hanya berupa protein nabati, atau jika Si Kecil memiliki kondisi medis dan kebutuhan khusus, berkonsultasilah dengan dokter terkait pilihan makanan apa yang dianjurkan.