Pantangan penyakit HSP adalah hal-hal yang mungkin dilakukan sehari-hari, tetapi tanpa disadari bisa memperburuk gejala dan meningkatkan risiko komplikasi. Berbagai pantangan ini perlu diperhatikan agar proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat dan tidak muncul kembali.
Henoch-Schonlein purpura adalah peradangan pada pembuluh darah kecil di kulit, sendi, saluran pencernaan, dan ginjal. Kondisi ini menyebabkan munculnya ruam merah atau ungu di area kaki, lengan, dan bokong. Pada banyak kasus, HSP memang bisa membaik dengan sendirinya. Namun, bila pantangan penyakit HSP tidak dihindari, risiko komplikasi pun bisa meningkat.

Pantangan Penyakit HSP yang Perlu Dihindari
Agar pemulihan berjalan lebih nyaman, berikut ini adalah beberapa pantangan penyakit HSP yang sebaiknya diperhatikan:
1. Makanan tinggi garam
Mengonsumsi makanan tinggi garam menjadi salah satu pantangan penyakit HSP. Hal ini perlu diperhatikan, terutama bila muncul pembengkakan atau terdapat gangguan ginjal. Makanan tinggi garam, seperti keripik, makanan olahan, dan mi instan, sebaiknya dibatasi selama masa pemulihan.
Asupan garam berlebihan dapat membuat ginjal bekerja lebih berat dan menyebabkan pembengkakan lebih sulit mereda. Untuk itu, pilih makanan rumahan dengan rasa alami agar tubuh lebih nyaman saat memulihkan diri.
2. Asupan protein berlebihan
Pada penderita HSP dengan gangguan fungsi ginjal, terlalu banyak asupan protein menjadi bagian dari pantangan penyakit HSP yang penting. Protein tetap dibutuhkan tubuh, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Jika dikonsumsi berlebihan, protein dapat meningkatkan beban kerja ginjal dan menyebabkan penumpukan zat sisa. Supaya lebih aman, pengaturan jumlah protein sebaiknya mengikuti saran dokter.
3. Makanan berminyak
Makanan berminyak, seperti gorengan dan makanan cepat saji termasuk dalam pantangan penyakit HSP karena dapat memicu peradangan. Selain itu, jenis makanan ini juga cenderung sulit dicerna saat tubuh sedang tidak dalam kondisi optimal.
Sebagai gantinya, pilih makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang. Pola makan seperti ini dapat membantu tubuh memulihkan diri dengan lebih baik.
4. Aktivitas fisik yang berat
Selama fase akut HSP, aktivitas fisik berat sebaiknya dihindari sebagai bagian dari pantangan penyakit HSP. Kondisi pembuluh darah yang sedang meradang membuat tubuh lebih rentan terhadap iritasi.
Aktivitas berat dapat memperparah ruam, nyeri sendi, atau pembengkakan. Istirahat yang cukup membantu tubuh fokus pada proses penyembuhan.
5. Konsumsi obat bebas tanpa anjuran dokter
Pantangan penyakit HSP juga mencakup penggunaan obat bebas tanpa pengawasan medis. Beberapa obat pereda nyeri golongan OAINS, seperti ibuprofen atau aspirin, dapat berdampak pada fungsi ginjal.
Agar lebih aman, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat apa pun. Dengan begitu, risiko efek samping yang tidak diinginkan bisa dihindari.
Itulah beberapa pantangan penyakit HSP yang perlu dihindari. Selain mematuhi pantangan penyakit HSP, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu mendukung pemulihan, seperti:
- Cukupi waktu istirahat dan batasi aktivitas berat selama keluhan masih terasa.
- Pilih pola makan bergizi seimbang, dengan asupan sayur dan buah yang rendah garam.
- Minum air putih sesuai kebutuhan atau anjuran dokter, terutama bila terdapat gangguan ginjal.
- Perhatikan perubahan gejala dan waspadai tanda-tanda keluhan baru.
Perlu diingat, pantangan dan anjuran selama menjalani penyakit HSP bisa berbeda pada setiap orang, terutama jika sudah melibatkan fungsi ginjal. Memahami dan menjalani pantangan penyakit HSP dengan baik dapat membantu mencegah komplikasi serta mendukung pemulihan yang lebih optimal.
Bila keluhan tidak kunjung membaik, muncul urine berdarah, pembengkakan makin berat, atau nyeri terasa semakin mengganggu meski telah menghindari pantangan penyakit HSP, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Untuk konsultasi awal, Anda bisa melakukannya melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.