Memahami perbedaan varises dan urat biasa sangatlah penting, agar Anda tahu kapan harus waspada dan bisa mencegah risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Sebab, tidak semua urat yang terlihat jelas atau tampak menonjol di permukaan kulit merupakan varises.
Pembuluh darah yang tampak di bawah permukaan kulit sebenarnya adalah hal yang wajar, terutama jika Anda memiliki kulit terang atau sering berolahraga. Namun, tidak sedikit juga yang khawatir saat mengalami kondisi ini dan mengira hal tersebut adalah varises.

Varises sendiri adalah tanda adanya masalah pada pembuluh darah vena, sedangkan urat biasa hanya sekadar urat normal yang lebih mudah terlihat. Dengan memahami perbedaan varises dan urat biasa, Anda tahu kapan perlu waspada dan kapan cukup melakukan perawatan sederhana di rumah.
Inilah Perbedaan Varises dan Urat Biasa
Supaya lebih mudah, berikut adalah perbedaan varises dan urat biasa yang penting untuk diketahui:
1. Tampilan fisik
Perbedaan varises dan urat biasa bisa langsung dikenali dari bentuk dan warnanya. Varises biasanya berwarna ungu atau biru gelap, bentuknya berliku-liku, dan kadang tampak menggumpal atau seperti tali di bawah kulit. Teksturnya terasa menonjol saat disentuh dan bisa tampak membesar, apalagi setelah berdiri lama.
Sementara itu, urat biasa terlihat sebagai garis halus berwarna biru atau hijau kebiruan, yang terletak lurus atau bercabang tanpa menonjol berlebihan di permukaan kulit. Urat biasa cenderung rata, tidak tampak membengkak, dan biasanya baru terlihat jelas jika Anda memiliki kulit terang, tubuh kurus, atau setelah olahraga.
2. Lokasi
Lokasi munculnya varises dan urat biasa juga berbeda. Varises umumnya muncul di area tubuh yang sering mendapat tekanan, terutama di kaki bagian bawah, betis, atau sekitar paha. Hal ini terjadi karena pembuluh darah vena di kaki harus melawan gaya gravitasi untuk mengalirkan darah kembali ke jantung.
Sedangkan urat biasa terlihat di berbagai bagian tubuh, seperti di tangan, punggung tangan, lengan, kaki, atau bagian tubuh lain, terutama jika kulit Anda tipis atau setelah berolahraga. Namun, urat biasa tidak selalu muncul di satu tempat secara khusus dan tidak terbatas hanya pada area kaki.
3. Peran dalam sirkulasi darah
Hal lain yang membedakan varises dan urat biasa adalah perannya dalam sirkulasi darah. Varises merupakan pembuluh darah vena yang mengalami gangguan, sehingga fungsinya dalam mengalirkan darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung menjadi terganggu. Akibatnya, darah dapat berkumpul di vena dan menyebabkan pembuluh darah membesar atau menonjol.
Sementara itu, urat biasa (tendon/ligamen) berfungsi sebagai pengikat atau penghubung antara otot dan tulang, bukan membawa darah seperti pembuluh darah vena.
4. Gejala yang menyertai
Salah satu perbedaan varises dan urat biasa yang utama adalah dari gejalanya. Varises sering menyebabkan keluhan yang mengganggu, misalnya nyeri pada kaki, rasa berat, pegal, kram, bengkak, atau gatal di sekitar area varises. Gejalanya bisa semakin parah setelah berdiri atau duduk terlalu lama.
Beberapa orang bahkan mengeluhkan sensasi panas atau kulit berubah warna di sekitar pembuluh darah yang menonjol.
Sebaliknya, urat biasa umumnya tidak menimbulkan keluhan apa pun. Meskipun tampak jelas di kulit, urat biasa tidak menyebabkan nyeri, kram, bengkak, atau keluhan kaki lainnya.
5. Penyebab dan faktor risiko
Perbedaan varises dan urat biasa juga terletak pada penyebabnya. Varises muncul akibat kerusakan katup di dalam pembuluh darah vena, sehingga darah yang seharusnya mengalir ke jantung menjadi terhambat, bahkan berbalik arah dan menumpuk di vena kaki. Akibatnya, pembuluh darah melebar dan membengkak.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko varises, antara lain pertambahan usia, kehamilan, berat badan berlebih, sering berdiri lama, atau memiliki keluarga dengan riwayat varises.
Sementara itu, urat biasa hanyalah pembuluh darah normal yang terlihat lebih jelas karena posisi tubuh tertentu, kulit tipis, atau karena sering berolahraga. Urat biasa tidak dipicu oleh penyakit atau gangguan pembuluh darah, dan tidak berhubungan dengan faktor risiko tertentu.
6. Komplikasi
Perbedaan varises dan urat biasa sangat jelas jika dilihat dari risikonya. Varises yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan komplikasi, seperti pembengkakan hebat, infeksi kulit (misalnya selulitis), luka yang sulit sembuh (ulkus vena), perdarahan jika pembuluh darah pecah, dan risiko terbentuknya bekuan darah (deep vein thrombosis) yang berbahaya.
Komplikasi ini bisa berdampak serius, apalagi bila varises sering terasa sakit atau muncul luka di area kaki. Sedangkan urat biasa tidak akan menyebabkan komplikasi medis apa pun. Walaupun terlihat jelas di kulit, urat biasa tidak membahayakan kesehatan dan tidak meningkatkan risiko infeksi atau perdarahan.
7. Pengobatan
Dari sisi pengobatan pun perbedaan varises dan urat biasa sangat jelas. Varises yang menimbulkan gejala atau berpotensi menyebabkan komplikasi sebaiknya ditangani dengan pengobatan medis, seperti suntik skleroterapi atau tindakan laser jika diperlukan.
Selain itu, perubahan gaya hidup, seperti menghindari berdiri terlalu lama dan memakai stoking kompresi khusus, juga diperlukan demi memaksimalkan pengobatan.
Sebaliknya, urat biasa tidak memerlukan obat atau prosedur apa pun. Jika tidak menimbulkan keluhan, cukup jaga pola hidup sehat dan lakukan peregangan saat beraktivitas agar peredaran darah tetap lancar.
Jika Anda mengalami gejala yang khas pada varises, seperti nyeri, kaki bengkak, perubahan warna kulit, luka sulit sembuh, atau memiliki keluarga dengan riwayat varises, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Jangan abaikan keluhan di kaki yang berulang, karena bisa jadi itu tanda varises yang membutuhkan penanganan serius.
Membedakan perbedaan varises dan urat biasa sangat penting agar Anda tidak salah menangani masalah pada kaki. Jika masih ragu apakah tonjolan pembuluh darah di kaki adalah varises atau bukan, Anda bisa Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan jawaban yang akurat.