Kembali bekerja setelah melahirkan akan membuat Bunda tidak bisa menyusui Si Kecil di siang hari. Namun, jangan khawatir. Bunda bisa memerah atau pumping ASI di kantor untuk tetap memenuhi kebutuhannya. Yuk, cari tahu tips pumping ASI di kantor.

Tidak jarang ibu yang bekerja merasa bersalah karena tidak bisa selalu memberikan ASI secara langsung. Padahal, Bun, menyusui langsung atau memberikan ASI hasil pumping sama-sama bermanfaat bagi bayi, kok. Selain sebagai sumber nutrisi yang sangat baik, ASI juga mampu mengurangi risiko bayi mengalami sakit dan alergi.

5 Tips Sukses Pumping ASI di Kantor - Alodokter

Tips Melakukan Pumping di Kantor

Kunci utama sebelum Bunda melakukan pumping di kantor adalah mempersiapkan Si Kecil untuk tidak minum ASI secara langsung. Jadi, sebelum kembali bekerja, latihlah Si Kecil untuk minum ASI perahan (ASIP) dari botol susu. Bunda juga bisa mengajari keluarga di rumah untuk memberikan susu kepada Si Kecil.

Agar proses pumping bisa berjalan dengan lancar, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan, yaitu:

1. Siapkan semua perlengkapan pumping

Persiapan yang matang akan membuat pumping terasa lebih mudah untuk dilakukan. Hal pertama yang tidak boleh Bunda lewatkan adalah menyiapkan peralatan pumping, seperti pompa ASI, kantong ASI, dan tas untuk menyimpan ASI agar suhunya bisa tetap dingin selama perjalanan.

Selain itu, pastikan juga kantor Bunda menyediakan tempat untuk melakukan pumping dan kulkas untuk menyimpan ASI, ya.

2. Kenakan baju yang mudah dibuka pada bagian payudara

Meskipun terlihat sederhana, memilih pakaian yang memudahkan proses pumping di kantor adalah hal yang penting. Bila memungkinkan, Bunda bisa menggunakan baju kancing depan dan bra untuk menyusui yang mudah dibuka pada bagian payudara.

3. Tetapkan jadwal yang teratur

Kesibukan bekerja bukan alasan bagi Bunda untuk tidak melakukan pumping, lho! Idealnya, ibu menyusui melakukan pumping kurang lebih selama 15 menit, setiap 3-4 jam sekali.  Bila perlu, Bunda juga bisa menyetel alarm di handphone agar tidak lupa untuk pumping.

Untuk hasil maksimal, lakukan pumping pada kedua payudara, sehingga jumlah ASI yang diperah akan lebih banyak.

4. Cukupi kebutuhan cairan

Untuk memperbanyak ASI, Bunda wajib minum setidaknya 10-12 gelas air putih per hari. Hal ini juga bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Jangan lupa, jalani pola hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup ya, Bun.

5. Hindari stres

Pekerjaan yang menumpuk dan mendekati deadline, sering kali membuat Bunda menjadi stres. Namun, sebaiknya Bunda menghindari stres karena akan menurunkan jumlah ASI yang Bunda produksi.

Untuk mengatasi stres, Bunda bisa melakukan pumping sambil menonton video Si Kecil saat sedang bercanda atau bertingkah lucu.

Walaupun melakukan pumping di kantor membuat Bunda jadi lebih repot, tetaplah semangati diri dengan mengingat banyaknya manfaat ASI bagi Si Kecil. Bunda juga dapat berbagi cerita dengan sesama ibu menyusui di kantor.

Jika memerlukan waktu tambahan atau fasilitas pumping, Bunda dapat mengusulkan kepada atasan atau bagian Human Resources (HR) di kantor. Bila Bunda mengalami kesulitan untuk memerah ASI, cobalah manfaatkan layanan konsultasi laktasi di rumah sakit.