Warna memar yang berbahaya bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius yang perlu diwaspadai. Mengenali macam-macam warna memar dapat membantu Anda mengetahui kapan perlu lebih waspada dan segera mencari penanganan medis.

Setiap orang pasti pernah mengalami memar, baik akibat benturan maupun cedera ringan. Memar akan berubah warna seiring proses penyembuhan, dari merah kebiruan hingga kecoklatan sebelum akhirnya menghilang.

5 Warna Memar yang Berbahaya dan Artinya - Alodokter

Namun, perubahan warna memar tertentu atau memar yang muncul tanpa sebab kadang bisa menjadi tanda adanya gangguan pada pembekuan darah, infeksi, atau penyakit lain yang membutuhkan penanganan medis. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai warna memar yang berbahaya.

Warna Memar yang Berbahaya dan Artinya

Warna memar umumnya berubah seiring waktu, dimulai dari merah kebiruan, ungu, hijau, kuning, hingga kecoklatan. Namun, beberapa warna memar berikut perlu diwaspadai karena dapat menandakan kondisi medis yang lebih serius:

1. Merah gelap kebiruan yang sangat luas

Memar dengan warna merah gelap atau kebiruan yang sangat lebar umumnya muncul karena ada perdarahan cukup banyak di bawah kulit. Kondisi ini bisa terjadi setelah cedera berat, seperti jatuh keras, tertimpa benda berat, atau kecelakaan.

Namun, jika memar seperti ini muncul tanpa sebab jelas, bisa jadi ada masalah pada sistem pembekuan darah. Contoh penyakit yang bisa menyebabkan memar ini adalah hemofilia atau trombositopenia. Anak yang mengalami demam berdarah juga bisa mengalami memar yang luas.

2. Ungu tua atau hitam yang cepat melebar

Ungu tua atau hitam juga termasuk warna memar yang berbahaya, apalagi jika memar tersebut cepat membesar dan bentuk yang tidak rata di pinggirannya. Kondisi ini menandakan perdarahan internal yang serius akibat pecahnya pembuluh darah di dalam tubuh, misalnya karena benturan keras di perut atau dada.

Selain cedera berat, memar seperti ini bisa juga dialami oleh orang yang punya kelainan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah dalam dosis tinggi.

3. Kuning kehijauan yang bertambah besar

Pada umumnya, warna kuning kehijauan menandai tahap akhir penyembuhan memar yang akan hilang dalam waktu 1–2 minggu. Namun, jika memar tetap berwarna kuning kehijauan selama lebih dari dua minggu atau malah area memarnya makin luas, ini bisa menjadi tanda adanya infeksi di bawah kulit atau masalah pada organ hati.

Contohnya, pasien hepatitis bisa mengalami memar kuning kehijauan yang bertahan lama di lengan atau kaki. Jika memar seperti ini disertai kulit gatal, mudah lelah, atau mata menguning, ada kemungkinan terjadi gangguan fungsi hati.

4. Merah keunguan dengan titik-titik merah kecil

Memar berwarna merah keunguan yang dikelilingi atau disertai bintik-bintik merah kecil disebut petechiae. Petechiae muncul karena pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit. Kondisi ini sering menjadi tanda adanya gangguan serius dalam sistem pembekuan darah atau infeksi berat.

Contohnya adalah pada penderita DBD, yang selain memar juga bisa mengalami bintik-bintik merah di kulit. Petechiae juga dapat muncul pada leukemia atau sepsis. Jika ditemukan warna memar berbahaya ini, apalagi disertai demam, lemas, atau perdarahan lain, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

5. Biru kehitaman tanpa sebab jelas

Jika memar berwarna biru kehitaman sering muncul tanpa adanya benturan atau penyebab yang jelas, atau mudah sekali timbul hanya karena sentuhan ringan, waspadai adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari penyakit pada darah, efek samping obat pengencer darah, hingga gangguan fungsi hati. Contohnya, seorang lansia yang sering menemukan memar biru tua di lengan atau kaki padahal tidak merasa terjatuh atau terbentur apa pun.

Kebanyakan memar memang tidak berbahaya, tetapi penting untuk memantau perubahan warnanya dan memperhatikan tanda-tanda berbahaya demi menjaga kesehatan Anda dan keluarga.

Jika Anda ragu dengan warna memar yang berbahaya, segera Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER atau buat janji konsultasi offline, terutama bila memar disertai gejala berat, seperti demam, nyeri hebat, atau merah dan bengkak. Konsultasi sejak dini dapat mencegah komplikasi serius dan memastikan penanganan yang tepat.