Cara mengatasi biduran pada anak sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, agar Si Kecil tetap merasa nyaman dan gejalanya cepat mereda. Meski biduran sering membuat anak rewel karena rasa gatal, sebagian besar kasus dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah, sehingga orang tua tidak perlu khawatir berlebihan.
Biduran pada anak umumnya ditandai dengan bentol-bentol merah yang gatal, terkadang disertai bengkak, dan bisa berpindah-pindah lokasi di tubuh. Penyebabnya beragam, mulai dari alergi makanan, udara dingin, paparan debu, hingga infeksi virus.

Walaupun terlihat menakutkan, biduran biasanya bukan kondisi berbahaya jika ditangani secara benar. Oleh karena itu, memahami cara mengatasi biduran pada anak sangat penting, agar Anda dapat memberikan pertolongan awal yang aman dan tahu kapan harus menghubungi dokter.
Cara Mengatasi Biduran pada Anak di Rumah
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengatasi biduran pada anak, antara lain:
1. Kompres dingin area biduran
Mengompres kulit yang terkena biduran dapat membantu meredakan rasa gatal dan bengkak dengan cepat. Caranya, siapkan kain lembut yang bersih, basahi dengan air dingin (bukan es), lalu tempelkan secara perlahan pada area kulit yang bentol selama 10–15 menit. Kompres ini dapat diulang beberapa kali dalam sehari sesuai kebutuhan.
Kompres dingin bekerja dengan menenangkan kulit sekaligus mengurangi reaksi peradangan setempat. Oleh karena itu, pastikan kain yang digunakan selalu bersih untuk mencegah infeksi, serta hindari menggosok kulit saat mengompres karena hal tersebut justru dapat memperparah iritasi.
2. Jauhkan anak dari pemicu biduran
Jauhkan anak dari pemicu biduran dengan cara mengidentifikasi dan menghindari faktor-faktor penyebabnya. Beberapa pemicu yang paling umum adalah makanan tertentu, seperti telur, ikan laut, dan kacang-kacangan, serta udara dingin, debu, serbuk sari, gigitan serangga, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.
Apabila Anda sudah mengetahui pemicu spesifik biduran pada anak, usahakan agar ia tidak terpapar kembali. Langkah ini bisa dilakukan dengan mengatur pola makan, menjaga kebersihan lingkungan rumah, atau memilih pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca.
Selain itu, biasakan mencatat setiap kali gejala biduran muncul setelah anak kontak dengan sesuatu, sehingga pemicunya lebih mudah dikenali di kemudian hari.
3. Mandikan anak dengan air hangat
Cara mengatasi biduran pada anak lainnya adalah dengan memandikannya menggunakan air hangat. Suhu air yang hangat dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa tidak nyaman. Saat mandi, gunakan sabun bayi atau sabun lembut yang bebas pewangi dan bahan kimia keras.
Setelah mandi, keringkan tubuh anak secara perlahan menggunakan handuk yang lembut. Cukup tepuk-tepuk kulit hingga kering dan hindari menggosok terlalu kuat agar iritasi tidak semakin parah.
4. Kenakan pakaian longgar dan lembut
Pakaian yang terlalu ketat atau berbahan kasar dapat menimbulkan gesekan pada kulit sehingga memperparah rasa gatal akibat biduran. Oleh karena itu, pilihlah pakaian berbahan katun yang lembut dan longgar agar kulit anak dapat “bernapas” dengan baik.
Jenis pakaian ini membantu mengurangi iritasi akibat keringat, menjaga suhu tubuh tetap nyaman, serta mencegah gesekan berlebih saat Si Kecil aktif bergerak. Selain itu, hindari penggunaan selimut atau pakaian berlapis yang terlalu tebal karena dapat membuat anak kepanasan dan memperburuk keluhan pada kulit.
5. Oleskan losion pelembap ringan
Jika kulit anak tampak kering atau bersisik karena biduran, Anda bisa mengoleskan pelembap khusus anak. Pilih pelembap yang bebas pewangi, alkohol, dan bahan kimia keras supaya tidak menimbulkan iritasi tambahan.
Oleskan pelembap tipis-tipis setelah mandi, saat kulit masih sedikit lembap, agar kandungan pelembap lebih mudah meresap. Penggunaan pelembap juga membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit yang mungkin terganggu akibat biduran.
6. Pastikan anak tidak menggaruk area biduran
Menggaruk kulit yang gatal memang dapat memberikan rasa lega sementara, tetapi kebiasaan ini justru meningkatkan risiko terjadinya luka, infeksi, dan meluasnya area biduran.
Oleh karena itu, usahakan untuk selalu memotong kuku anak secara rutin. Jika anak masih kecil, Anda juga dapat mengenakan kaus tangan tipis, terutama saat ia tidur.
Selain itu, alihkan perhatian Si Kecil ketika ia mulai ingin menggaruk, misalnya dengan memberinya mainan atau mengajaknya bermain. Ingatkan anak dengan lembut agar tidak menggaruk area kulit yang terasa gatal demi mencegah iritasi semakin parah.
Penggunaan Obat untuk Mengatasi Biduran pada Anak
Berbagai cara di atas efektif untuk membantu meredakan biduran ringan hingga sedang pada anak, serta menjaga kulitnya tetap sehat selama masa pemulihan. Jika biduran tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan beberapa obat biduran berikut:
Obat antihistamin
Obat antihistamin dapat membantu meredakan rasa gatal dan bengkak yang muncul akibat reaksi alergi pada biduran. Namun, penggunaannya pada anak harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan memilih antihistamin yang memang diformulasikan khusus untuk anak, seperti cetirizine atau loratadine, dan berikan hanya sesuai anjuran serta dosis yang ditetapkan oleh dokter.
Selain itu, orang tua sebaiknya tidak memberikan obat alergi dewasa atau mengubah dosis sendiri tanpa konsultasi medis. Jika biduran tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau disertai gejala lain seperti demam, pembengkakan pada wajah dan bibir, atau sesak napas, segera periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Obat kortikosteroid
Pada kasus biduran yang tergolong berat, luas, atau berlangsung dalam waktu lama, dokter dapat mempertimbangkan pemberian kortikosteroid untuk penggunaan jangka pendek. Obat ini bekerja dengan menekan peradangan sehingga gejala seperti gatal dan bengkak dapat mereda lebih cepat.
Meski efektif, penggunaan kortikosteroid pada anak harus berada di bawah pengawasan ketat dokter karena berisiko menimbulkan efek samping, terutama bila digunakan tidak sesuai aturan atau terlalu lama.
Oleh sebab itu, orang tua tidak dianjurkan memberikan obat ini tanpa resep, serta wajib mengikuti dosis dan lama penggunaan yang telah ditentukan oleh dokter.
Selain cara mengatasi biduran pada anak di atas, penting untuk mengenali dan menghindari penyebab biduran agar tidak terulang di kemudian hari. Apabila anak memiliki riwayat alergi, sebaiknya informasikan kondisi ini pada guru atau pengasuh, dan siapkan catatan mengenai obat-obatan darurat yang mungkin dibutuhkan.
Sebagian besar biduran pada anak umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu 24–48 jam dengan perawatan di rumah. Namun, segera bawa anak ke IGD rumah sakit jika muncul gejala berat, seperti sesak napas, wajah atau bibir membengkak, muntah berulang, atau anak tampak sangat lemas.
Untuk keluhan ringan atau jika Anda ragu tentang cara mengatasi biduran pada anak yang tepat, jangan ragu untuk konsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi ALODOKTER agar mendapat penanganan yang paling sesuai untuk kondisi Si Kecil.