Cara mengatasi sakit kepala bagian belakang tidak selalu dengan mengonsumsi obat. Ada beberapa cara alami yang juga bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi tersebut, misalnya dengan istirahat yang cukup dan rutin berolahraga.

Sakit kepala bagian belakang adalah keluhan nyeri yang muncul secara bertahap atau mendadak pada area tersebut.  Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, namun lebih sering dialami oleh perempuan daripada laki-laki.

6 Cara Mengatasi Sakit Kepala Bagian Belakang yang Alami - Alodokter

Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

Secara umum, sakit kepala bagian belakang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Sakit kepala primer umumnya tidak disebabkan oleh kondisi medis tertentu, melainkan dipicu oleh perilaku buruk yang dilakukan sehari-hari, seperti:

  • Merokok
  • Konsumsi kopi maupun minuman beralkohol
  • Stres, cemas, atau depresi
  • Kelelahan
  • Kurang istirahat
  • Telat makan

Sementara itu, sakit kepala sekunder adalah jenis sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti infeksi, cedera kepala, hingga tumor.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Bagian Belakang

Cara mengatasi sakit kepala bagian belakang harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Jika kondisi tersebut tidak disertai dengan gejala lain, Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi obat antinyeri, termasuk paracetamol, yang dijual bebas di apotek.

Selain mengonsumsi obat, Anda dapat menerapkan cara mengatasi sakit kepala bagian belakang yang alami, seperti:

1. Mencukupi waktu istirahat

Kurang tidur adalah salah satu penyebab munculnya sakit kepala bagian belakang. Oleh karena itu, istirahat yang cukup bisa menjadi solusi untuk meredakan kondisi tersebut. Idealnya, waktu istirahat yang dibutuhkan orang berusia 18–64 tahun tiap malamnya adalah 7–9 jam per hari.

2. Rutin berolahraga

Cara mengatasi sakit kepala bagian belakang berikutnya adalah rutin berolahraga. Anda dianjurkan untuk rutin berolahraga sebanyak 5 kali seminggu dengan durasi sekitar 30 menit untuk mencegah sekaligus mengatasi kondisi tersebut. Beberapa olahraga yang bisa dijadikan pilihan adalah berjalan, bersepeda, dan berenang.

3. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Sakit kepala bagian belakang bisa menjadi tanda tubuh sedang mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, selalu penuhi kebutuhan cairan tubuh Anda agar sakit kepala bagian belakang mereda dan tidak muncul kembali.

Selain minum air, Anda juga bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air, seperti:

  • Semangka
  • Blewah
  • Jeruk
  • Timun
  • Seledri
  • Zukini (zucchini)
  • Tomat

4. Makan tepat waktu

Pada beberapa orang, terlambat makan tidak hanya menyebabkan lapar dan sakit perut, tetapi juga menimbulkan nyeri di kepala bagian belakang. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu makan tepat waktu untuk mencegah munculnya berbagai kondisi tersebut.

5. Mengelola stres

Cara mengatasi sakit bagian belakang yang disebabkan oleh stres bisa diatasi dengan mengelola stres itu sendiri. Ada beberapa cara mengelola stres yang dapat Anda lakukan, seperti:

  • Berolahraga
  • Mandi air hangat
  • Melakukan pijat relaksasi
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Meditasi
  • Mendengarkan musik
  • Membaca buku kesukaan

Jika cara-cara di atas tidak cukup efektif meredakan stres yang Anda alami, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog. Psikolog akan membantu mengindentifikasi penyebab stres yang Anda alami, serta memberikan solusi untuk mengatasinya.

6. Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol

Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol juga dapat membantu meredakan sekaligus mengatasi sakit kepala bagian belakang yang Anda alami.

Jika berbagai cara di atas tidak dapat meredakan sakit kepala bagian belakang Anda alami, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Anda juga disarankan untuk segera menemui dokter jika mengalami sakit kepala bagain belakang parah yang disertai dengan demam tinggi, mual dan muntah, serta kelemahan sisi tubuh maupun terjadi setelah cedera kepala.