Ciri-ciri bayi mau tengkurap umumnya mulai tampak saat usia bayi memasuki 2–6 bulan. Hal ini merupakan salah satu pencapaian dari perkembangan motorik Si Kecil lho. Soalnya, tengkurap menjadi tanda bahwa otot-otot bayi makin kuat dan siap untuk belajar banyak hal baru. Makanya, penting bagi orang tua untuk mengenali ciri-cirinya. 

Setiap bayi memiliki tahap perkembangan motorik yang berbeda-beda, salah satunya saat ia belajar tengkurap. Fase ini biasanya menjadi momen yang paling ditunggu orang tua, karena menandakan otot Si Kecil semakin kuat dan siap untuk bergerak lebih aktif.

6 Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap yang Perlu Diketahui Orang Tua - Alodokter

Namun, kemampuan tengkurap pada bayi sebenarnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui serangkaian proses yang berlangsung dari hari ke hari. Setiap gerakan kecil yang dilakukan bayi, mulai dari mengangkat kepala hingga berusaha memutar tubuh, merupakan bagian dari tahapan penting menuju fase tengkurap. 

Nah, sebelum Si Kecil benar-benar bisa membalikkan tubuhnya, ada beberapa ciri-ciri bayi mau tengkurap yang bisa Bunda perhatikan sebagai tanda awal perkembangannya.

Inilah Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap yang Perlu Diketahui

Berikut ini adalah ciri-ciri bayi mau tengkurap yang perlu orang tua ketahui: 

1. Lebih sering mengangkat kepala dan dada

Salah satu ciri-ciri bayi mau tengkurap yang paling mudah dikenali adalah ketika ia semakin sering mengangkat kepala dan dadanya. Hal ini terjadi karena otot leher, bahu, dan punggung Si Kecil mulai berkembang lebih kuat sehingga mampu menopang tubuh bagian atas. 

Gerakan ini juga menjadi latihan awal sebelum ia berhasil memutar tubuh secara penuh. Saat bayi terbiasa mengangkat kepala dan dada, berarti koordinasi motoriknya sudah semakin matang dan siap memasuki tahap berikutnya, yaitu tengkurap. 

Semakin sering bayi melakukan gerakan ini, semakin besar kemungkinan ia akan segera bisa tengkurap dengan sendirinya. Selain itu, sering mengangkat leher dan dada juga menandakan respons tubuh Si Kecil terhadap stimulasi yang diberikan selama tummy time berjalan dengan baik.

2. Mulai mendorong tubuh dengan tangan

Mulai mendorong tubuh dengan tangan merupakan salah satu ciri-ciri bayi mau tengkurap yang penting diperhatikan. Gerakan ini menunjukkan bahwa otot lengan dan bahu Si Kecil sudah semakin kuat untuk membantu menahan sekaligus menggerakkan tubuhnya. 

Saat ia menekan lantai dengan tangannya, bayi sedang berlatih koordinasi motorik yang diperlukan agar bisa memutar badan. Inilah sebabnya, dorongan dengan tangan menjadi tanda bahwa bayi sedang berada dalam tahap menuju kemampuan tengkurap.

3. Gerakan bahu dan pinggul makin kuat

Gerakan bahu dan pinggul yang semakin kuat juga termasuk salah satu ciri-ciri bayi mau tengkurap. Hal ini karena kedua bagian tubuh tersebut berperan penting dalam membantu bayi memutar badan dari posisi telentang ke tengkurap. 

Ketika otot-otot bahu dan pinggul mulai aktif bergerak, bayi biasanya akan terlihat berusaha memutar tubuh ke samping, sebelum akhirnya berhasil tengkurap sendiri. Ciri-ciri ini menunjukkan bahwa koordinasi otot-otot besar pada tubuh Si Kecil semakin berkembang dan siap untuk mendukung gerakan-gerakan berikutnya, seperti merangkak atau duduk.

4. Sering miring ke salah satu sisi

Ciri-ciri bayi mau tengkurap selanjutnya adalah Si Kecil sering miring ke salah satu sisi. gerakan ini adalah tahap awal sebelum bayi benar-benar bisa membalikkan tubuhnya. Ketika bayi mulai sering memiringkan badan ke kanan atau kiri, itu menandakan otot-otot tubuh bagian samping, pinggul, dan punggungnya sudah mulai kuat dan terkoordinasi.

Ciri-ciri ini biasanya muncul secara bertahap, di mana bayi akan mencoba mengubah posisi tidurnya dari telentang ke samping sebagai latihan sebelum akhirnya mampu tengkurap sendiri.

5. Genggaman tangan lebih kuat

Genggaman tangan yang lebih kuat bisa menjadi ciri-ciri bayi mau tengkurap. kemampuan ini menandakan otot-otot lengan dan jari Si Kecil mulai berkembang sesuai kebutuhan gerakannya. Saat bayi bersiap tengkurap, ia biasanya menggunakan tangan untuk menahan tubuh, mendorong alas, atau menggenggam benda di sekitarnya sebagai tumpuan.

Kekuatan genggaman akan membantu bayi menjaga keseimbangan saat mencoba membalikkan tubuh. Selain itu, genggaman lebih kuat juga bisa menjadi tanda bahwa stimulasi motorik yang dilakukan selama tummy time atau bermain sudah berhasil membantu perkembangan otot-otot penting pada tubuh bayi.

6. Rewel 

Biasanya, saat bayi gagal untuk tengkurap, ia akan rewel. Ciri-ciri bayi mau tengkurap ini biasanya muncul ketika bayi mulai berusaha membalikkan tubuh, tapi ototnya belum cukup kuat untuk melakukannya dengan lancar. 

Perasaan tidak nyaman tersebut sering ditunjukkan dengan tangisan atau ekspresi rewel. Meski terlihat seperti kesulitan, kondisi ini sebenarnya menandakan adanya dorongan alami dari bayi untuk menguasai kemampuan baru.

Tips Mendukung Bayi Belajar Tengkurap

Belajar tengkurap adalah salah satu tonggak perkembangan motorik penting pada bayi. Namun, setiap bayi memiliki waktu dan cara yang berbeda dalam melewati fase ini. Agar prosesnya berjalan lebih lancar, Bunda bisa memberikan dukungan sederhana di rumah ya. Berikut tipsnya: 

  • Lakukan tummy time secara rutin
  • Gunakan mainan berwarna menarik atau cerah guna merangsang keinginan bayi untuk mengangkat kepala, menggapai, dan akhirnya mencoba berguling hingga tengkurap.
  • Topang punggung dan pinggulnya agar bayi lebih mudah memiringkan tubuh dan berlatih tengkurap.
  • Gunakan alas tidur yang rata, cukup empuk, dan tidak licin.
  • Jangan memaksa bayi untuk tengkurap jika ia belum siap, terlihat tidak nyaman, atau rewel.
  • Tetap dampingi dan awasi Si Kecil dan jangan pernah meninggalkan ia tengkurap sendirian karena hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya SIDS atau sudden infant death syndrome.

Dengan memahami ciri-ciri bayi mau tengkurap, Anda dapat membantu proses belajar gerak ini menjadi lebih menyenangkan dan aman untuk Si Kecil. Jangan lupa berikan stimulasi sesuai tahap tumbuh kembang dan tetap perhatikan kenyamanan serta keselamatan bayi setiap saat.

Jika Anda khawatir bayi belum bisa tengkurap meski sudah sering dilatih, terutama ketika usianya sudah mencapai 6 bulan, segera konsultasikan dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter untuk mendapatkan jawaban cepat tentang tumbuh kembang Si Kecil.