Ciri-ciri usus luka bisa berbeda-beda pada setiap orang, tetapi umumnya menimbulkan gejala yang tidak nyaman, seperti nyeri perut, perut kembung, mual, hingga keluar darah dari anus. Kondisi ini perlu diwaspadai karena luka pada usus tidak hanya menyebabkan gangguan pencernaan, tapi juga berisiko memicu infeksi serius jika tidak segera ditangani.
Usus luka mengacu ke berbagai kondisi, mulai dari munculnya tukak atau lecet di usus, hingga usus yang berlubang, misalnya karena perforasi usus atau karena luka tusuk. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya infeksi bakteri, penyakit radang usus, cedera akibat operasi, atau efek samping dari penggunaan obat-obatan untuk mengatasi penyakit tertentu, seperti NSAID.

Karena usus berperan penting dalam penyerapan nutrisi dan mendukung daya tahan tubuh, luka pada organ ini bisa berdampak pada kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali ciri-ciri usus luka agar penanganan yang tepat bisa segera diberikan.
Ciri-Ciri Usus Luka yang Perlu Diwaspadai
Gejala luka pada usus sering terlihat dari perubahan fungsi pencernaan atau munculnya keluhan yang tidak biasa pada perut. Berikut ini beberapa ciri-ciri usus luka yang patut diwaspadai:
1. Sakit perut yang tak kunjung hilang
Salah satu ciri-ciri usus luka adalah munculnya rasa nyeri di perut yang tidak kunjung hilang atau datang dan pergi, terutama setelah makan atau saat buang air besar. Pasalnya, ketika dinding usus luka, hal itu bisa membuat saraf dan otot di usus jadi lebih sensitif terhadap pergerakan makanan atau tinja di usus, serta paparan asam lambung sehingga memicu terjadinya sakit perut.
2. Perut kembung
Perut kembung juga bisa menjadi ciri-ciri usus luka. Keluhan ini bisa terjadi karena saat dinding usus luka, pergerakan saluran cerna (peristaltik) menjadi lebih lambat. Nah, hal itu kemudian membuat proses pengolahan makanan menjadi terhambat, sehingga terjadi penumpukan gas di perut. Akibatnya, perut jadi kembung dan terasa begah.
3. Mual dan muntah
Ketika terdapat luka pada usus, seseorang juga bisa mengalami mual dan muntah. Ciri-ciri usus luka ini bisa terjadi karena ketika usus luka, hal itu dapat menyebabkan gerakan usus menjadi lambat atau terjadi penyumbatan sebagian di usus, sehingga makanan sulit bergerak dan menumpuk di sistem pencernaan. Nah, hal inilah yang kemudian memicu terjadinya mual dan muntah.
4. Tekstur tinja menjadi cair
Tinja umumnya bertekstur lembut. Namun, jika tekstur tinja berubah menjadi cair, hal itu bisa menjadi ciri-ciri usus luka. Kondisi ini bisa terjadi karena ketika usus luka, hal itu bisa mengganggu proses penyerapan air oleh tubuh. Akibatnya, air tetap berada di dalam usus dan menyebabkan tinja menjadi cair (diare).
5. Terdapat darah pada tinja
Selain perubahan pada tekstur tinja, ciri-ciri usus luka juga bisa ditandai dengan munculnya darah pada permukaan tinja. Kondisi ini bisa terjadi akibat rusaknya pembuluh darah di area usus yang luka, sehingga memicu terjadinya perdarahan.
Darah yang keluar bersama tinja terkadang bisa terlihat merah cerah atau agak kecokelatan, terutama jika darah tercampur di dalam tinja.
6. Berat badan menurun tanpa sebab jelas
Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas juga merupakan salah satu ciri-ciri usus luka. Kondisi ini dapat terjadi karena usus yang terluka tidak mampu menyerap nutrisi secara optimal. Selain itu, rasa sakit dan mual juga bisa menyebabkan nafsu makan menurun, sehingga asupan makanan berkurang dan berat badan berangsur-angsur menurun.
Itulah beberapa ciri-ciri usus luka yang perlu diketahui. Namun, perlu diketahui bahwa ciri-ciri tersebut terkadang menyerupai gejala masalah kesehatan lain di area perut atau sekitarnya.
Oleh karena itu, jika Anda tidak yakin dengan gejala yang dialami apakah disebabkan oleh usus luka atau masalah kesehatan lain, jangan ragu untuk Chat Bersama Dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Dengan begitu, penanganan yang tepat pun bisa segera diberikan.