Perut kembung adalah gangguan pencernaan dimana penderita merasa perutnya tidak nyaman karena terasa penuh, kencang dan bergas. Di samping itu, perut juga bisa terlihat membesar. Keluhan ini umumnya terjadi bukan hanya pada orang dewasa tapi juga pada anak-anak.

Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas bekerja dan sosialisasi penderitanya. Jika dibandingkan dengan orang dengan kondisi perut normal, penderita perut kembung akan lebih sering sakit, sering mengunjungi dokter, serta mengonsumsi lebih banyak obat-obatan.

Perut Kembung-Alodokter

Beberapa gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita perut kembung adalah:

  • Sensasi penuh, sesak, atau pembengkakan pada bagian perut.
  • Rasa nyeri dan penuh gas pada perut.
  • Rasa sakit yang muncul bisa menyebabkan kram perut.
  • Frekuensi bersendawa menjadi lebih sering.
  • Perut terasa bergejolak.
  • Buang angin secara berlebihan.

Perut kembung bisa disebabkan banyak hal, yaitu:

  • Menelan udara, baik saat makan maupun ketika minum air.
  • Sembelit.
  • Merokok.
  • Makan terlalu cepat.
  • Berat badan meningkat.
  • Pertumbuhan bakteri terlalu cepat di usus kecil.
  • Naik turunnya hormon, khususnya pada wanita yang sedang mengalami pre menstrual sindrome.
  • Kondisi medis tertentu seperti giardiasis (parasit usus).

Dokter akan melakukan beberapa cara untuk mendiagnosis penyebab perut kembung pada penderita, yaitu mengevaluasi catatan medis penderita, menilai pola makan penderita, serta melakukan pemeriksaan fisik. Saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengetuk perut penderita dengan jari sembari mendengarkan suaranya. Jika suara perut saat diketuk lebih nyaring, umumnya merupakan tanda adanya gas pada rongga perut. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan pada pasien bila dinilai perlu untuk menyingkirkan kondisi medis lainnya

Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terkena perut kembung, yaitu:

  • Intolerance (tidak dapat mencerna) terhadap laktosa atau gluten.
  • Lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayur mayur, biji-bijian, kacang-kacangan.
  • Mengonsumsi minuman bersoda.
  • Mengidap gangguan usus kronis, contohnya Irritable Bowel Syndrome (gangguan fungsi usus besar yang ditandai dengan sakit perut, perubahan kebiasaan buang air besar, dan perut kembung), atau penyakit peradangan usus besar (Kolitis ulserativa atau Crohn’s).

Kondisi perut kembung juga bisa menjadi gejala beberapa penyakit serius seperti:

  • Cairan pada rongga perut yang disebut dengan istilah ascites, bisa terjadi akibat kanker, penyakit hati, gagal ginjal atau gagal jantung kongestif.
  • Penyakit celiac
  • Kanker ovarium.
  • Gangguan fungsi pankreas.