Meski perut kembung tergolong kondisi yang banyak dialami orang dan penanganannya sederhana, pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter dianggap perlu, mengingat bahwa perut kembung dapat menjadi tanda penyakit berbahaya.

Untuk memastikan kondisi, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut menanyakan gejala yang dirasakan, serta pola makan dan riwayat kesehatan, lalu melakukan pemeriksaan fisik.

Jika hasil pemeriksaan awal menunjukan adanya gangguan kesehatan lain, dokter akan melanjutkan pemeriksaan menggunakan beberapa tes, yakni:

Menangani Perut Kembung

Penanganan perut kembung harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika perut kembung terjadi akibat mengonsumsi alkohol secara berlebihan, maka penanganannya dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi alkohol.

Terdapat beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan dan bermanfaat untuk mengatasi sekaligus mencegah perut kembung, yakni:

  • Tidak makan secara berlebihan.
  • Kurangi kebiasaan mengunyah permen karet.
  • Kurangi mengonsumsi makanan penghasil gas, seperti sayuran jenis kol dan kacang-kacangan.
  • Batasi konsumsi minuman bersoda.
  • Kurangi berat badan, jika kelebihan berat badan.
  • Jangan merokok dan hindari asapnya.
  • Biasakan minum tanpa menggunakan sedotan.
  • Rutin berolahraga.

Menggunakan suplemen atau probiotik juga dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi perut kembung. Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya. Cara penggunaan, jenis, dan dosis yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan efek samping.