Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) adalah kelompok obat yang digunakan untuk meredakan nyeri, serta mengurangi peradangan yang ditandai dengan kulit kemerahan, terasa hangat, dan bengkak. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk menurunkan demam. NSAIDs sering dikonsumsi untuk mengatasi sakit kepala, nyeri menstuasi, flu, radang sendi, cedera sendi, atau keseleo.

NSAIDs bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX 1 dan 2) untuk menghentikan stimulasi hormon prostalglandin, karena hormon tersebut yang memicu peradangan dan menguatkan impuls listrik yang terkirim dari saraf ke otak sehingga meningkatkan rasa nyeri. Dengan menggunakan obat ini, peradangan, nyeri, atau demam yang sedang terjadi dapat berkurang.

NSAIDs

Obat antiinfamasi nonsteroid tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, krim, atau suppositoria (obat padat berbentuk peluru yang dipakai dengan cara dimasukkan ke dalam anus), dan suntik.

Peringatan:

Konsultasikan pada dokter sebelum mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid jika:

  • Pemberian obat yang mengandung aspirin tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah 16 tahun.
  • Penderita yang berusia di atas 65 tahun.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid meningkatkan risiko perdarahan, karena itu konsultasikan pada dokter sebelum mengonsumsi obat ini atau akan menjalani prosedur tertentu, seperti operasi.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Menderita penyakit asma, tukak lambung, penyakit asam lambung, usus, jantung, ginjal, hati, sirkulasi tekanan darah, atau usus besar.
  • Kategori kehamilan untuk sebagian obat antiinflamasi nonsteroid adalah kategori C, yaitu obat-obatan yang berdasarkan efek farmakologisnya telah atau diduga mampu memberikan dampak buruk bagi janin, namun tidak sampai menyebabkan suatu kecacatan yang sifatnya permanen. Sedangkan sebagian lagi masuk ke dalam kategori D, yaitu obat-obatan yang telah atau diduga mampu meningkatkan risiko terjadinya kecacatan janin yang sifatnya permanen.
  • Mengonsumsi obat-obatan lain, seperti warfarin, obat antipsikosis, serta obat untuk arthritis atau diabetes.

Jenis-jenis, Merek Dagang, serta Dosis NSAIDs

Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan antiinflamasi nonsteroid. Untuk mendapatkan penjelasan secara lebih detail mengenai efek samping, peringatan, atau interaksi dari masing-masing obat NSAIDs, silakan lihat di halaman Obat A-Z.

Ibuprofen

Merek dagang: Arfen, Arthrifen, Brufen, Bufect/Bufect Forte, Farsife, Iprox, Proris/Proris Forte, Prosic, Prosinal, Rhelafen/Rhelafen Forte, Spedifen, Yariven

  • Demam
    Dewasa: 200-400 mg tiap 4-6 jam.
    Anak usia 6 bulan hingga 12 tahun: 10 mg/kg/hari tiap 6-8 jam.
  • Nyeri
    Dewasa: 200-400 mg tiap 4-6 jam.
    Anak: 4-10 mg/kg/hari tiap 6-8 jam.
  • Nyeri menstruasi
    Dewasa: 200-400 mg tiap 4-6 jam.
  • Osteoarthritis dan arthritis rheumatoid
    Dewasa: 400-800 mg sebanyak 3-4 kali tiap hari. Dosis maksimal adalah 3,2 g/hari.
  • Arthritis rheumatoid pada anak-anak
    Dewasa: 30-40 mg/kg/hari dibagi ke dalam 3-4 dosis.

Aspirin

Merek dagang: Aspilets, Farmasal, Miniaspi 80, Thrombo, Aspilets

  • Demam
    Dosis: 325-650 mg tiap 4-6 jam sekali tergantung kondisi. Dosis maksimal adalah 4 g/hari.
  • Serangan jantung
    Dosis: 75-325 mg/hari.
  • Rheumatoid arthritis
    Dosis: 80-100 mg/hari dibagi ke dalam 5-6 dosis. Untuk kondisi akut, bisa dikonsumsi sampai 130 mg/hari.
  • Gangguan persendian
    Dosis: Dosis awal adalah 2,4-3,6 g/hari. Dosis lanjutan adalah 3,6-5,4 g/hari.
  • Pemasangan stent
    Dosis: 325 mg dua jam sebelum prosedur, diikuti dengan 160-325 mg/hari setelah prosedur dilakukan.

Naproxen

Merek dagang: Xenifar

  • Nyeri menstruasi dan gangguan muskuloskeletal
    Dosis: Dosis awal adalah 500 mg. Dosis lanjutan adalah 250 mg tiap 6-8 jam.
  • Gangguan rematik
    Dewasa: 0.5-1 g/hari dibagi ke dalam 1-2 dosis.
    Lansia:  dosis disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Arthritis
    Anak <5 tahun: 10 mg/kg per hari.
  • Gout akut
    Dewasa: Dosis awal adalah 750 mg. Dosis lanjutan adalah 250 tiap 8 jam.

Diclofenac

Merek dagang: Anuva, Araclof, Bufaflam, Emulgel, Cataflam/Cataflam D, Deflamat-75 CR/ Deflamat-100 CR, Eflagen, Elithris 50, Flamar, Flamar Eye Drops, Flazen 50, Galtaren, Gratheos, Kaditic, Laflanac, Megatic Emulgel, Merflam, Nacoflar, Nadifen Eye Drops, Raost, Readinac, Tirmaclo, Troflam, Voltaren, Voltaren Emulgel, Volten, Yariflam, Zegren

  • Radang dan nyeri terkait sendi dan tulang
    Dewasa: 75-150 mg/hari dibagi ke dalam beberapa dosis.
  • Migrain
    Dewasa: Dosis awal adalah 50 mg. Dosis tambahan sebesar 50 mg bisa diberikan setelah 2 jam. Dosis maksimal adalah 200 mg/hari.

Celecoxib

Merek dagang: Celebrex

  • Nyeri menstruasi
    Dosis: 400 mg dan dapat ditambah 200 mg jika diperlukan pada hari pertama. Dosis Lanjutan adalah 200 mg.
  • Osteoarthritis pada orang dewasa
    Dewasa: 200 mg/hari dibagi ke dalam 1-2 dosis.
  • Arthritis rheumatoid pada orang dewasa
    Dewasa: 100-200 mg/hari.
  • Ankylosing spondylitis
    Dewasa: 200 mg dibagi ke dalam 1-2 dosis.
  • Arthritis
    Anak >2 tahun (berat bada 10-25 kg): 50 mg/hari.

Etoricoxib

Merek dagang: Arcoxia

  • Osteoarthritis
    Dewasa: 30 mg/hari.
  • Ankylosing spondylitis dan arthritis rheumatoid
    Dewasa: 90 mg/hari.
  • Gout akut
    Dewasa: 120 mg/hari.

Indomethacin

Merek dagang: Dialon

  • Nyeri dan inflamasi
    Dewasa: 25 mg/hari
  • Nyeri menstruasi
    Dosis: 75 mg/hari.
  • Gout akut
    Dewasa: 150-200 mg/hari dibagi ke dalam beberapa dosis.

Asam Mefenamat

Merek dagang: Asimat, Datan/Datan Forte, Dolgesic, Femisic, Lapistan, Maxstan, Mefast, Mefinal, Poncofen, Ponstan, Solasic, Teamic 500, Tropistan.

  • Nyeri, artritis rheumatoid, sakit gigi, osteoarthritis, menorrhagia
    Dewasa: 500 mg.
    Anak di atas 6 bulan: 25 mg/kg per hari dan dibagi ke dalam beberapa dosis.