Celecoxib adalah obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang digunakan untuk mengatasi gejala radang, misalnya nyeri, yang timbul dari penyakit persendian, seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing spondylitis, serta nyeri saat menstruasi.

celecoxib-alodokter

Berbeda dengan OAINS yang biasanya menghambat enzim cyclooxygenase-1 (COX-1) dan cyclooxygenase-2 (COX-2) untuk menghasilkan prostaglandin, yaitu unsur kimia yang menyebabkan peradangan, celecoxib hanya selektif menghambat enzim COX-2 (COX-2 inhibitor). Cara kerja COX-2 inhibitor ini yang mengakibatkan celecoxib memiliki risiko lebih kecil untuk mengakibatkan tukak lambung atau ulkus duodenum, dibanding OAINS lainnya yang juga menghambat COX-1, karena enzim COX-1 memiliki efek proteksi terhadap dinding lambung dan usus 12 jari.

Merek dagang: Celebrex, Novexib

Tentang Celecoxib

Golongan Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), COX-2 inhibitor
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi gejala peradangan, seperti nyeri
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak ≥ 2 tahun
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Kategori D (pada trimester ketiga kehamilan): Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.

Celecoxib dapat diserap ke dalam ASI. Jangan menggunakan obat ini selama menyusui.

Bentuk obat Kapsul

Peringatan:

  • Celecoxib sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak-anak usia di bawah 2 tahun, karena keamanan dan manfaatnya belum diteliti.
  • Celecoxib bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Risiko tersebut semakin meningkat seiring lama penggunaan obat.
  • Celecoxib juga tetap bisa meningkatkan risiko perdarahan pada saluran pencernaan, karena tukak lambung atau ulkus duodenum, terutama pada orang tua.
  • Jangan gunakan celecoxib pada pasien yang alergi terhadap aspirin, hepatitis kronis, dan nyeri pasca operasi by pass
  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gagal jantung, asma, tekanan darah tinggi, perdarahan, dan sakit maag.
  • Informasikan kepada dokter jika sedang menggunakan obat-obatan tertentu, terutama suplemen dan produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi celecoxib, segera temui dokter.

Dosis Celecoxib

Kondisi Usia Dosis
Osteoarthritis Dewasa. 200 mg per hari, yang dapat dibagi ke dalam 1-2 jadwal konsumsi. Dosis bisa dinaikkan hingga 200 mg, 2 kali sehari jika diperlukan.
Nyeri haid Dewasa Dosis awal 400 mg pada hari pertama.Dosis perawatan 200 mg, 2 kali sehari.
Rheumatoid arthritis Dewasa 100-200 mg, 2 kali sehari.
Juvenile idiopathic arthritis Anak-anak 2 tahun ke atas Berat badan 10-25 kg: 50 mg, 2 kali sehari.Berat badan di atas 25 kg: 100 mg, 2 kali sehari.
Ankylosing spondylitis Dewasa 200 mg per hari, yang dapat dibagi ke dalam 1-2 jadwal konsumsi. Dosis bisa ditingkatkan hingga 400 mg per hari setelah 6 minggu.

Mengonsumsi Celecoxib dengan Benar

Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter dan membaca petunjuk pada kemasan obat dalam mengonsumsi celecoxib.

Dosis celecoxib diberikan berdasarkan usia, kondisi, dan respons pasien terhadap obat.

Konsumsi obat ini dengan segelas air atau seperti yang disarankan dokter. Jangan berbaring setelah mengonsumsi celecoxib, kecuali setelah lewat 10 menit.

Pada pasien arthritis, celecoxib bisa digunakan hingga 2 minggu sampai efeknya terasa. Teruskan penggunaan obat ini sesuai dengan jangka waktu yang disarankan dokter.

Interaksi Obat

Berikut ini sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan celecoxib  bersama dengan obat lain:

  • Dapat meningkatkan kadar lithium dalam darah.
  • Dapat menurunkan efek obat antihipertensi dan diuretik.
  • Dapat meningkatkan efek obat warfarin.

Efek Samping Celecoxib

Penggunaan celecoxib menimbulkan efek samping yang bervariasi pada setiap pasien. Efek samping yang mungkin muncul adalah: