Fluconazole adalah obat untuk mengobati penyakit akibat infeksi jamur. Salah satunya adalah infeksi jamur Candida (candidiasis). Infeksi jamur ini bisa terjadi di vagina, mulut, tenggorokan, kerongkongan, rongga perut, paru, saluran kemih, atau aliran darah.

Selain untuk mengatasi candidiasis, fluconazole juga bisa digunakan untuk mengobati meningitis yang disebabkan jamur Cryptococcus (cryptococcal meningitis) dan mencegah infeksi jamur pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

alodokter-fluconazole

Fluconazole bekerja dengan cara mengganggu pembentukan ergosterol. Ergosterol adalah salah satu komponen penting pada membran sel jamur. Selain itu, obat ini juga mencegah pembentukan sel jamur.

Merek dagang fluconazole: Candipar, Cryptal, Diflucan, FCZ, Fluconazole, Flucoral, Fludis, Fluxar, Govazol, Kifluzol, Quazol, Zemyc

Apa Itu Fluconazole

Golongan Obat resep
Kategori Obat antijamur
Manfaat Menghentikan atau menghambat pertumbuhan jamur Candida dan Crytococcus
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Fluconazole untuk ibu hamil dan menyusui Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa. Fluconazole berisiko menimbulkan keguguran.

Fluconazole dapat terserap ke dalam ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini, agar dokter dapat mempertimbangkan antara manfaat dengan risikonya.

Bentuk obat Tablet, kapsul, dan suntik

Peringatan Sebelum Menggunakan Fluconazole

Fluconazole tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan fluconazole, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap fluconazole atau antijamur golongan azole lain, seperti ketokonazole.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit ginjal, penyakit hati, kanker, HIV/AIDS, gangguan irama jantung, atau gangguan elektrolit.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan fluconazole sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Jangan mengendarai kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan selama menjalani pengobatan dengan fluconazole, karena obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan fluconazole.

Dosis dan Aturan Pakai Fluconazole

Dosis fluconazole yang diresepkan dokter dapat berbeda pada tiap pasien. Berikut ini adalah dosis umum penggunaan fluconazole suntik, tablet, atau kapsul berdasarkan tujuan penggunaannya:

Tujuan: Mengobati kandidiasis orofaringeal

  • Dewasa: 200–400 mg pada hari pertama, diikuti 100–200 mg, sekali sehari, selama 7–21 hari. Dosis pencegahan pada penderita HIV adalah 100–200 mg, sekali sehari, atau 200 mg, 3 kali seminggu.
  • Anak usia 0–14 hari: Dosis awal  6mg/kgBB, diikuti 3 mg/kgBB, setiap 72 jam. Dosis maksimal 12 mg/kgBB setiap 72 jam.
  • Anak usia 15–27 hari: Dosis awal 6 mg/kgBB, diikuti 3 mg/kgBB, setiap 48 jam. Dosis maksimal 12 mg/kgBB setiap 48 jam.
  • Anak usia 28 hari–11 tahun: Dosis awal 6mg/kgBB, diikuti 3 mg/kgBB, sekali sehari.

Tujuan: Mengobati kandidiasis esofagus

  • Dewasa: 200–400 mg pada hari pertama, diikuti 100–200 mg, sekali sehari selama 14–30 hari. Dosis pencegahan pada penderita HIV: 100–200 mg, sekali sehari, atau 200 mg, 3 kali seminggu.
  • Anak usia 0–14 hari: Dosis awal 6mg/kgBB, diikuti 3 mg/kgBB, setiap 72 jam. Dosis maksimal 12 mg/kgBB setiap 72 jam.
  • Anak usia 15–27 hari: Dosis awal 6 mg/kgBB, diikuti 3 mg/kgBB, setiap 48 jam. Dosis maksimal 12 mg/kgBB setiap 48 jam.
  • Anak usia 28 hari–11 tahun: Dosis awal 6mg/kgBB, diikuti 3 mg/kgBB, sekali sehari.

Tujuan: Mengobati coccidioidomycosis

  • Dewasa: 200–400 mg, sekali sehari, selama 11–24 bulan.

Tujuan: Mengobati kandidiasis invasif

  • Dewasa: 800 mg pada hari pertama, diikuti 400 mg, sekali sehari, selama 2 minggu.
  • Anak usia ≥4 minggu sampai 11 tahun: 6–12 mg/kgBB, sekali sehari.

Tujuan: Mengobati cryptococcal meningitis

  • Dewasa: 400 mg pada hari pertama, diikuti 200–400 mg, sekali sehari, selama 6–8 minggu. Dosis pencegahan untuk pasien dengan risiko kekambuhan tinggi adalah 200 mg, sekali sehari.
  • Anak usia ≥4 minggu sampai 11 tahun: 6–12 mg/kgBB, sekali sehari. Dosis perawatan 6 mg/kgBB, sekali sehari.

Tujuan: Mengobati kandidiasis atrofi kronis

  • Dewasa: 50 mg, sekali sehari, selama 14 hari.

Tujuan: Mengobati candiduria

  • Dewasa: 200–400 mg, sekali sehari, selama 7–21 hari.

Tujuan: Mengobati kandidiasis mukokutan kronis

  • Dewasa: 50–100 mg, sekali sehari, selama 28 hari.

Tujuan: Mencegah infeksi jamur pada pasien dengan kelemahan sistem kekebalan tubuh

  • Dewasa: 200–400 mg, sekali sehari.
  • Anak usia ≥4 minggu–11 tahun: 3–12 mg/kgBB, sekali sehari.

Tujuan: Mengobati kandidiasis penis (candidal balanitis) dan kandidiasis vagina

  • Dewasa: 150 mg sebagai dosis tunggal. Dosis untuk pengobatan kandiasis vagina berulang adalah 150 mg, sekali per 3 hari dengan total 3 dosis (hari 1,4, dan 7), diikuti dosis pemeliharaan 150 mg, sekali seminggu selama 6 bulan.

Tujuan: Mengobati infeksi jamur kulit (dermatophytosis)

  • Dewasa: 150 mg, sekali seminggu, atau 50 mg, sekali sehari.

Tujuan: Mengobati panu (tinea versicolor)

  • Dewasa: 300–400 mg, sekali seminggu, selama 1–3 minggu, atau 50 mg, sekali sehari, selama 2–4 minggu.

Cara Menggunakan Fluconazole dengan Benar

Gunakan fluconazole sesuai anjuran dokter dan keterangan pada label kemasan. Jangan berhenti menggunakan obat ini sebelum jangka waktu yang telah ditentukan dokter, meskipun infeksi terlihat sudah sembuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah jamur tumbuh kembali.

Untuk fluconazole sediaan suntik, pemberiannya akan dilakukan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Usahakan untuk menggunakan fluconazole secara rutin pada jam yang sama setiap hari. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan efek obat.

Jika lupa menggunakan fluconazole, disarankan segera melakukannya begitu teringat bila jeda dengan jadwal penggunaan berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Umumnya, pasien akan merasa lebih baik setelah beberapa hari sejak masa pengobatan dengan fluconazole dimulai. Segera hubungi dokter jika gejala tidak membaik atau justru semakin memburuk.

Simpan fluconazole di suhu ruangan dalam wadah tertutup sehingga jauh dari jangkauan anak-anak dan paparan sinar matahari secara langsung.

Interaksi Fluconazole dengan Obat Lain

Berikut ini adalah beberapa interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan fluconazole bersamaan dengan obat lainnya:

  • Mengurangi kadar fluconazole di dalam darah jika digunakan dengan rifampicin
  • Meningkatkan kadar dari ciclosporin di dalam darah
  • Meningkatkan risiko terjadinya miopati dan rhabdomyolysis jika digunakan dengan simvastatin atau atorvastatin
  • Meningkatkan risiko terjadinya aritmia jika digunakan dengan astemizole, cisapride, terfenadine, quinidine, haloperidol, hydroxychloroquine, atau erthromycin
  • Meningkatkan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan obat antikoagulan, seperti warfarin
  • Meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan glipizide atau glimepiride

Efek Samping dan Bahaya Fluconazole

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan fluconazole adalah:

  • Sakit kepala
  • Nyeri perut
  • Perubahan pada lidah
  • Pusing
  • Diare

Konsultasikan dengan dokter jika efek samping di atas tidak segera mereda atau semakin memberat. Anda perlu segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: