Histoplasmosis

Pengertian Histoplasmosis

Histoplasmosis adalah penyakit infeksi jamur pada paru-paru yang disebabkan karena menghirup spora jamur Histoplasma capsulatum. Spora jamur ini bisa ditemukan di tanah atau pada kotoran burung dan kelelawar, dan paling sering ditularkan melalui udara.

Histoplasmosis - alodokter

Sebagian besar kasus histoplasmosis tidak memerlukan perawatan. Meski demikian, orang dengan daya tahan tubuh rendah dapat mengalami masalah serius, karena penyakit ini bisa berkembang dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Gejala Histoplasmosis

Individu yang terjangkit histoplasmosis ringan umumnya tidak mengalami gejala apa pun, karena itu mereka tidak sadar telah terinfeksi. Namun demikian, gejala akan muncul jika lebih banyak spora jamur yang terhirup. Umumnya, gejala akan muncul 3 hingga 17 hari setelah terpapar, yang meliputi:

  • Demam.
  • Nyeri otot.
  • Sesak napas.
  • Sakit kepala.
  • Batuk kering.
  • Menggigil.
  • Nyeri sendi.
  • Ruam pada kulit.

Pada orang yang memiliki penyakit paru sebelumnya, seperti emfisema, histoplasmosis dapat menjadi kronis. Histoplasmosis kronis memiliki gejala yang mirip dengan gejala tuberkulosis, seperti batuk darah, keringat berlebih, dan penurunan berat badan.

Sedangkan histoplasmosis yang berat umumnya terjadi pada seseorang dengan kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV/AIDS, dan bisa berdampak ke sejumlah organ tubuh lain, seperti mulut, hati, sistem saraf pusat, kulit, dan kelenjar adrenal. Kondisi ini disebut histoplasmosis diseminata, dan berbahaya jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Penyebab Histoplasmosis

Histoplasmosis disebabkan spora jamur Histoplasma capsulatum. Jamur ini tumbuh di tanah lembab yang kaya akan bahan organik, terutama pada kotoran kelelawar dan unggas, sehingga mudah ditemukan di kandang ayam dan burung, juga di gua dan taman.

Histoplasmosis terjadi jika spora jamur yang berada di tanah terbang tertiup angin dan terbawa di udara, lalu masuk ke dalam sistem pernapasan manusia. Seseorang bisa terinfeksi histoplasmosis lebih dari satu kali, namun umumnya gejala paling parah terjadi pada infeksi yang pertama. Meski demikian, infeksi ini tidak menyebar antar manusia.Setiap orang bisa terjangkit histoplasmosis. Namun, beberapa profesi berikut ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terpapar spora jamur penyebab histoplasmosis:

  • Petugas pengendali hama.
  • Petani dan peternak.
  • Tukang kebun
  • Pekerja konstruksi.
  • Penjelajah gua.

Anak-anak dan orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko terserang histoplasmosis diseminata. Terutama penderita HIV/AIDS, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, dan orang yang mengonsumsi obat-obatan kortikosteroid atau penekan sistem imun (imunosupresan).

Diagnosis Histoplasmosis

Pemeriksaan histoplasmosis biasanya hanya dilakukan untuk orang yang terinfeksi berat dan hidup di lingkungan yang berisiko tinggi menyebabkan histoplasmosis. Dokter akan menjalankan pemeriksaan yang meliputi:

  • Kultur dahak untuk melihat pertumbuhan jamur.
  • Pemeriksaan darah dan urine untuk mendeteksi antibodi terhadap jamur.
  • Pengambilan sampel jaringan paru-paru (biopsi).
  • Analisa sumsum tulang.

Pasien juga dapat menjalani pemeriksaan foto Rontgen dada atau CT scan untuk menguatkan diagnosis.

Pengobatan Histoplasmosis

Pengobatan biasanya tidak dibutuhkan untuk kasus infeksi ringan. Namun jika mengalami gejala yang berat, histoplasmosis kronis, atau histoplasmosis diseminata, penderita akan diberikan obat antijamur, baik itu berupa tablet minum atau suntikan. Contoh obat antijamur yang biasa diberikan, antara lain adalah itraconazole, ketoconazole, dan amphotericin B.

Komplikasi Histoplasmosis

Histoplasmosis bisa menyebabkan sejumlah komplikasi serius, di antaranya adalah:

  • Acute respiratory distress syndrome. Terjadi saat kantong udara yang seharusnya berisi oksigen justru dipenuhi cairan. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah.
  • Kerusakan kelenjar adrenal. Histoplasmosis bisa merusak kelenjar adrenal yang berfungsi menghasilkan hormon pengatur metabolisme tubuh.
  • Perikarditis. Peradangan pada selaput pembungkus jantung (perikardium), sehingga memengaruhi kerja jantung dalam memompa darah.
  • Meningitis. Pada sejumlah kasus, histoplasmosis bisa menyebabkan radang selaput otak (meningitis).

Pencegahan Histoplasmosis

Jauhi lokasi yang memiliki risiko terjadi paparan jamur penyebab histoplasmosis. Akan lebih baik bagi jika tidak memelihara burung atau ayam untuk meminimalkan risiko infeksi, terutama pada pasien dengan daya tahan tubuh rendah. Siramlah tanah dengan air sebelum mulai bekerja dengan tanah, seperti membersihkan kandang ayam, agar jamur tidak tersebar melalui udara. Pada saat bekerja, gunakan alat pelindung diri, seperti masker, sesuai yang dianjurkan oleh peraturan keselamatan kerja.

Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi