Histoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh spora jamur Histoplasma capsulatum. Seseorang bisa menderita histoplasmosis ketika tidak sengaja menghirup udara yang terkontaminasi spora jamur tersebut. Meski begitu, histoplasmosis tidak menular antarmanusia.

Seseorang bisa terinfeksi histoplasmosis lebih dari satu kali. Namun, pada penderita yang terserang histoplasmosis untuk kedua kalinya, gejalanya tidak akan separah saat terjadi pertama kali.

Histoplasmosis - alodokter

Histoplasmosis umumnya tidak menimbulkan gejala. Tetapi pada anak-anak dan orang dengan daya tahan tubuh lemah, histoplasmosis bisa memengaruhi fungsi berbagai organ tubuh, termasuk fungsi sistem saraf pusat, yang biasanya disebut histoplasmosis diseminata. Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Penyebab Histoplasmosis

Histoplasma capsulatum hidup dan tumbuh di tanah, terutama yang terkontaminasi kotoran kelelawar dan unggas. Oleh sebab itu, jamur ini mudah ditemukan di gua, taman, serta kandang ayam dan burung.

Spora jamur Histoplasma yang berada di tanah dapat terbang tertiup angin dan terbawa di udara. Seseorang dapat terkena histoplasmosis ketika spora jamur tersebut tidak sengaja terhirup dan masuk ke sistem pernapasan.

Faktor Risiko Histoplasmosis

Histoplasmosis bisa terjadi pada siapa saja. Namun, orang dengan profesi di bawah ini lebih berisiko terpapar spora jamur penyebab histoplasmosis:

  • Petugas pengendali hama
  • Petani dan peternak
  • Tukang kebun
  • Pekerja konstruksi
  • Penjelajah gua

Histoplasmosis juga berisiko menyebabkan gejala berat pada anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat:

  • Menderita HIV/AIDS
  • Menjalani kemoterapi
  • Mengonsumsi kortikosteroid atau obat penekan sistem imun (imunosupresan).

Gejala Histoplasmosis

Pada sebagian besar kasus, infeksi histoplasmosis tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala umumnya baru muncul jika spora jamur yang terhirup tergolong banyak. Pada orang yang mengalami gejala, biasanya gejala histoplasmosis muncul 3–17 hari setelah terinfeksi. Gejala tersebut dapat berupa:

  • Demam
  • Menggigil
  • Batuk kering
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Sakit kepala

Pada orang yang memiliki riwayat penyakit paru-paru, seperti emfisema, histoplasmosis dapat berlangsung lama (kronis). Gejala histoplasmosis kronis mirip dengan gejala TBC (tuberkulosis), yaitu batuk berdarah, keringat berlebih, dan berat badan menurun.

Kapan harus ke dokter

Segera ke dokter jika Anda mengalami gejala di atas, terutama bila daya tahan tubuh Anda lemah dan memiliki profesi seperti yang telah disebutkan. Jika tidak cepat ditangani, histoplasmosis bisa menimbulkan komplikasi serius dan berakibat fatal.

Diagnosis Histoplasmosis

Dokter akan bertanya terkait gejala dan lingkungan kerja pasien, serta apakah sebelum gejala muncul pasien terpapar kotoran burung atau kelelawar. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemeriksaan sampel darah dan urine
  • Kultur dahak, urine, dan darah
  • Pengambilan sampel jaringan (biopsi) dari paru-paru, hati, kulit, atau sumsum tulang
  • Pemindaian paru-paru dengan foto Rontgen atau CT scan

Pengobatan Histoplasmosis

Pasien histoplasmosis ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Pada banyak kasus, gejala histoplasmosis akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, pada kasus yang berat, gejalanya akan berlangsung lebih lama, terutama bila infeksinya semakin parah.

Pada pasien yang mengalami gejala berat, histoplasmosis kronis, atau histoplasmosis diseminata, dokter akan memberikan obat antijamur, seperti itraconazole, ketoconazole, atau amphotericin B.

Obat antijamur yang diberikan bisa dalam bentuk tablet atau suntik, dan obat bisa diberikan sampai 2 tahun atau lebih, tergantung pada tingkat keparahan histoplasmosis.

Komplikasi Histoplasmosis

Histoplasmosis bisa menyebabkan sejumlah komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Acute respiratory distress syndrome, yaitu kondisi ketika kantong udara di paru-paru yang seharusnya berisi oksigen justru dipenuhi cairan
  • Kerusakan pada kelenjar adrenal, yaitu kelenjar yang berfungsi memproduksi hormon pengatur metabolisme tubuh
  • Perikarditis, yaitu peradangan pada selaput pembungkus jantung (perikardium)
  • Meningitis, yaitu peradangan pada selaput otak

Pencegahan Histoplasmosis

Histoplasmosis sulit dicegah, terutama bila Anda tinggal atau bekerja di area yang rentan terkena infeksi spora jamur penyebab histoplasmosis. Meski demikian, Anda bisa mengurangi risiko terkena histoplasmosis dengan melakukan sejumlah cara berikut:

  • Jauhi lokasi yang berisiko terjadi paparan jamur penyebab histoplasmosis, seperti gua dan kandang burung.
  • Siram tanah dengan air sebelum mulai membersihkan kandang ayam atau burung, agar jamur tidak tersebar melalui udara.
  • Hindari memelihara burung atau ayam, terutama bila Anda memiliki daya tahan tubuh rendah.
  • Gunakan alat pelindung diri, seperti masker yang sesuai dengan peraturan keselamatan kerja.