Efek samping ambroxol bisa muncul saat obat ini digunakan untuk mengencerkan dahak, mulai dari mual ringan hingga reaksi alergi serius. Dengan memahami hal ini, Anda bisa lebih waspada dan segera mencari pertolongan medis bila diperlukan.

Ambroxol adalah obat yang umum digunakan untuk membantu mengencerkan dahak pada batuk berdahak, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Meski terbilang aman jika digunakan sesuai petunjuk dokter, efek samping ambroxol tetap dapat muncul pada sebagian orang, mulai dari keluhan ringan hingga reaksi serius.

6 Efek Samping Ambroxol yang Perlu Dipahami - Alodokter

 

Efek samping ambroxol ini biasanya bersifat sementara, tetapi penting untuk mengenali tanda-tandanya agar Anda dapat segera mengambil langkah yang tepat. Dengan mengetahui risiko dan gejala yang mungkin timbul, Anda bisa lebih aman dan nyaman saat menggunakan ambroxol.

Efek Samping Ambroxol yang Sering Terjadi

Berikut beberapa efek samping ambroxol yang bisa dialami pengguna, dari yang paling umum dan ringan hingga yang lebih serius:

1. Sakit perut

Setelah mengonsumsi ambroxol, sebagian orang bisa mengalami nyeri atau rasa tidak nyaman di perut, seperti melilit, perih, atau nyeri tumpul di sekitar ulu hati maupun perut bagian bawah. 

Misalnya, anak yang diberi ambroxol mungkin mengeluh sakit perut, sedangkan orang dewasa bisa merasa mual atau tidak nyaman setelah minum obat. Jika keluhan terasa berat atau disertai gejala lain seperti demam tinggi, muntah terus-menerus, atau sulit bernapas, segera hubungi tenaga medis.

2. Perut kembung

Ambroxol dapat menimbulkan keluhan pada saluran cerna, seperti perut terasa penuh, bergas, atau sering bersendawa. Kondisi ini bisa membuat perut tampak membesar, sering kentut, atau kerap ingin buang angin setelah minum obat. Pada anak-anak, perut kembung sering menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga mereka menjadi rewel.

3. Nyeri ulu hati (heartburn)

Keluhan ini biasanya berupa sensasi panas, perih, atau terbakar di dada bagian atas yang sering muncul setelah makan atau saat berbaring. Efek samping ambroxol ini lebih sering dialami oleh orang dengan riwayat gangguan lambung, seperti maag atau refluks asam lambung. 

Misalnya, setelah minum ambroxol Anda bisa merasakan dada terasa panas atau ada rasa asam yang naik hingga ke tenggorokan.

4. Mual atau muntah

Beberapa orang yang mengonsumsi ambroxol dapat mengalami mual, bahkan sampai muntah. Keluhan ini biasanya muncul tidak lama setelah minum obat dan bisa disertai rasa tidak nyaman di perut, hilang nafsu makan, atau sensasi ingin muntah, terutama saat perut kosong. 

Pada anak-anak, mual berulang dapat membuat mereka sulit makan atau menolak minum obat.

5. Mulut atau tenggorokan kering

Ambroxol dapat menyebabkan mulut dan tenggorokan terasa kering, lengket, atau seperti ada yang mengganjal. Kondisi ini bisa menimbulkan kesulitan menelan, rasa haus terus-menerus, atau suara menjadi serak. Efek samping ini umumnya ringan, tetapi dapat mengganggu jika berlangsung dalam waktu lama.

6. Diare

Perubahan pola buang air besar, seperti tinja lebih cair atau frekuensi BAB yang meningkat, dapat terjadi setelah mengonsumsi ambroxol. Umumnya, diare yang muncul bersifat ringan dan akan membaik setelah penggunaan obat dihentikan. 

Misalnya, setelah beberapa hari minum ambroxol, Anda mungkin lebih sering buang air besar, atau anak tampak lebih sering pup dibanding biasanya.

Selain keluhan ringan di atas, ambroxol juga berisiko menimbulkan efek samping yang lebih serius meski jarang terjadi. Reaksi alergi berat bisa muncul tiba-tiba, ditandai dengan ruam merah, gatal di seluruh tubuh, pembengkakan pada wajah, kelopak mata, atau bibir, serta sesak napas. 

Pada kasus yang sangat jarang, obat ini juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, seperti napas berbunyi atau sulit bernapas. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala tersebut setelah mengonsumsi ambroxol, segera hentikan penggunaannya dan cari pertolongan medis sesegera mungkin.

Ambroxol tidak hanya menimbulkan efek samping, tetapi juga bisa berinteraksi dengan obat lain sehingga perlu diwaspadai. Beberapa antibiotik, seperti amoksisilin, sefuroksim, doksisiklin, dan eritromisin, dapat memengaruhi kerja obat-obatan tersebut jika digunakan bersama ambroxol. 

Penggunaan ambroxol bersamaan dengan obat penekan batuk (antitusif) juga tidak dianjurkan karena dapat membuat dahak menumpuk di saluran pernapasan. Untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi ambroxol bersama obat lain.

Untuk meminimalisasi efek samping tersebut, Anda perlu perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Gunakan ambroxol sesuai dosis dan petunjuk dokter.
  • Konsumsi obat pada waktu yang sama setiap hari untuk hasil optimal.
  • Banyak minum air putih untuk membantu kelancaran buang dahak dan mencegah dehidrasi.
  • Jangan menghentikan atau mengganti dosis obat tanpa arahan dokter
  • Rutin memeriksakan kondisi kesehatan diri jika menggunakan ambroxol dalam jangka panjang

Menggunakan ambroxol dengan tepat akan membantu Anda mendapatkan manfaat maksimal sekaligus menurunkan risiko efek samping. Dengan begitu, pengobatan batuk berdahak bisa berlangsung lebih nyaman dan aman.

Setelah memahami efek samping ambroxol serta langkah pencegahannya, Anda dapat lebih tenang saat menggunakan obat ini. Jika muncul keluhan yang mengkhawatirkan, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. 

Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, penanganan yang tepat dapat diberikan secepatnya sehingga kondisi Kesehatan Anda tetap terjaga.