Beberapa pasangan mungkin mendambakan memiliki bayi kembar. Dengan memiliki bayi kembar, mereka mengharapkan kebahagiaan yang didapat akan berlipat ganda. Namun sebelum Anda mulai merencanakan memiliki dua anak sekaligus, yuk, simak hal-hal berikut mengenai bayi kembar.

Di balik kebahagiaan yang ada karena kehadiran bayi kembar, sebenarnya ada berbagai tantangan yang mungkin akan Anda alami. Informasi berikut diharapkan dapat membantu Anda dalam mempersiapkan diri sebelum memiliki bayi kembar, mulai dari kehamilan, proses persalinan, hingga perawatan dan perhatian yang tentunya berbeda dibanding bayi tunggal.

6 Hal yang Perlu Diketahui tentang Bayi Kembar - Alodokter

Berbagai Tantangan Memiliki Bayi Kembar

Berikut ini adalah enam hal mengenai memiliki bayi kembar yang mungkin belum Anda ketahui:

1. Lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan dan melahirkan

Saat akan memiliki bayi kembar, Anda harus siap dengan risiko komplikasi yang lebih mungkin terjadi selama kehamilan kembar, mulai dari diabetes gestasional, preeklampsia, melahirkan lebih cepat dari hari perkiraan lahir (HPL), hingga perdarahan setelah melahirkan.

Selain itu, bayi kembar lebih mungkin untuk mengalami sungsang dan komplikasi lainnya, sehingga mungkin saja harus dilahirkan melalui operasi caesar.

2. Kemungkinan mengalami morning sickness yang lebih berat

Hormon HCG (human chorionic gonadotropin) yang menyebabkan ibu hamil mengalami morning sickness akan lebih tinggi saat sedang mengandung bayi kembar. Jadi, Anda harus siap untuk menghadapi rasa mual dan muntah yang lebih berat di tiga bulan pertama kehamilan.

3. Meningkatnya risiko mengalami depresi pascamelahirkan

Memiliki satu bayi saja sudah membuat pusing, apalagi dua bayi sekaligus. Bagi sebagian wanita, hal ini bisa memicu depresi pascamelahirkan, akibat kurang tidur dan waktu yang dibutuhkan untuk mengurus Si Kembar.

Depresi pascamelahirkan juga bisa muncul karena ibu kurang kurang mendapat dukungan saat merawat anak kembar atau menjadi sulit untuk keluar rumah (merasa terisolasi).

4. Proses menyusui Si Kembar lebih merepotkan

Meski Anda bisa menyusui Si Kembar dalam waktu bersamaan, namun dibutuhkan koordinasi dan kesabaran lebih. Anda harus merangkul dua bayi sekaligus dalam dekapan sambil memberinya air susu ibu (ASI).

Jika cara ini sulit untuk dilakukan, Anda bisa menyusui satu bayi dan memberikan susu botol pada bayi yang lain, atau memberikan susu botol pada keduanya.

5. Si Kembar mudah berbagi penyakit

Jika satu bayi terinfeksi penyakit tertentu, maka kembarannya juga berisiko tinggi untuk terkena infeksi yang sama. Jadi, segera pisahkan bayi kembar saat salah satunya sakit, hingga sudah benar-benar sehat.

Meski cara ini belum tentu berhasil mencegah Si Kembar saling menularkan penyakit, tapi paling tidak kemungkinannya akan lebih kecil.

6. Perilaku anak kembar tidak selalu sama

Meski terlihat sama, tapi pada dasarnya bayi kembar adalah dua individu dengan kepribadian yang berbeda. Jadi, jangan pernah membanding-bandingkan mereka, terutama jika ada salah satu yang lebih menonjol.

Hindari pula menganggap mereka sebagai dua pribadi yang sama. Ingat, tiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu pun dengan anak kembar.

Apakah Anda sudah bisa memperkirakan bagaimana rasanya memiliki bayi kembar? Nah, jika Anda tetap berniat memiliki bayi kembar atau memang sedang mengandung lebih dari satu bayi, persiapkan diri dengan baik terhadap enam hal di atas ya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai persiapan memiliki bayi kembar.