Luka lepuh atau lecet pada puting yang dialami oleh ibu menyusui bisa menjadi pertanda milk blister. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit dan akhirnya mengganggu proses menyusui. Jika Bunda mengalami milk blister, jangan khawatir. Kondisi ini dapat diatasi dengan mudah, kok.

Milk blister adalah luka lepuh di area puting, yang berisi cairan berwarna putih kekuning-kuningan. Luka lepuh ini menyebabkan puting terasa sangat sakit ketika menyusui.

7 Cara Mengusir Milk Blister, Si Luka Lepuh Pengganggu Proses Menyusui - Alodokter

Penyebab Munculnya Milk Blister

Milk blister biasanya terjadi ketika ada kulit yang tumbuh di atas saluran susu, kemudian membuat sejumlah kecil ASI menumpuk di belakangnya dan menekan puting. Umumnya, milk blister tidak menyumbat saluran susu, meskipun kadang bisa juga menyebabkan penyumbatan.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan milk blister:

  • Kelebihan pasokan ASI pada ibu menyusui.
  • Tekanan yang berlebih di area tertentu pada payudara.
  • Bayi mengalami masalah mengisap, menempelkan puting ke dalam mulutnya dengan cara yang salah, atau memiliki masalah pada lidahnya.
  • Adanya jamur penyebab sariawan, yang biasanya menimbulkan lebih dari satu luka lepuh (blister).
  • Flensa atau pinggiran mulut pompa ASI kurang pas, atau pompa ASI yang diatur terlalu kuat sehingga menimbulkan gesekan atau lecet.
  • Alergi terhadap krim, losion, salep, atau obat yang dioleskan pada puting susu. Meski kondisi ini kurang umum, ada baiknya Bunda menghentikan penggunaan krim atau sejenisnya pada puting.

Bagaimana Cara Menangani Milk Blister?

Umumnya, milk blister dapat ditangani dengan perawatan secara mandiri di rumah, yaitu dengan:

1. Mengompres puting

Menempelkan kompres hangat pada puting selama 2-3 menit sebelum mulai menyusui dapat sangat membantu mengatasi milk blister. Hal ini karena suhu hangat dapat membuka saluran susu. Setelah puting dikompres, langsung susui Si Kecil agar isapannya dapat membantu melepaskan sumbatan.

2. Mengubah posisi menyusui

Cobalah variasikan posisi menyusui untuk mengurangi gesekan dan tekanan pada puting susu. Jika Bunda biasa menyusui Si Kecil dengan menggendongnya di samping Bunda, coba ganti posisi dengan menggendongnya di depan Bunda.

3. Pijat payudara

Memijat payudara juga dapat membuka saluran susu dan melonggarkan sumbatan blister. Caranya, letakkan jari telunjuk di areola (bagian berwarna gelap di sekitar puting), kemudian gerakkan jari tersebut secara perlahan melingkari puting. Selain itu, Bunda juga bisa melakukan pijatan dengan jari, dari tepi payudara ke arah puting.

4. Oleskan minyak zaitun

Minyak zaitun memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah membantu melembutkan kulit yang menutupi puting. Pertama-tama, rendam kapas dengan minyak zaitun, lalu oleskan pada puting secara perlahan. Letakkan kapas tersebut pada puting di dalam bra selama seharian.

5. Hindari penggunaan bra yang ketat

Selama masa menyusui, Bunda memang tidak diperkenankan mengenakan bra yang terlalu ketat atau bra dengan kawat. Selain membuat milk blister terasa makin nyeri, bra yang terlalu ketat juga bisa menimbulkan masalah lain pada payudara.

6. Gunakan obat-obatan

Bunda juga bisa menggunakan obat-obatan untuk mengatasi milk blister. Salah satunya adalah obat lechitin yang dapat membantu melepas sumbatan saluran air susu. Namun, Bunda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan tersebut.

7. Kunjungi konsultan laktasi

Untuk mendapat rekomendasi penanganan yang tepat, Bunda bisa berkonsultasi dengan konsultan laktasi. Konsultan laktasi akan memberi tahu Bunda cara mengatasi milk blister dan mencegahnya muncul kembali, serta mengajarkan posisi menyusui yang tepat.

Amankah untuk Tetap Menyusui?

Bila blister hanya muncul di salah satu payudara, Bunda masih bisa menyusui Si Kecil dengan payudara yang satunya. Namun, bila blister terjadi pada kedua payudara, sebaiknya Bunda menggunakan pompa ASI dulu untuk sementara waktu.

Pastikan Bunda memilih pompa ASI yang telah memenuhi standar kesehatan dan pilih mulut pompa dengan ukuran yang sesuai dengan puting. Sementara Bunda menggunakan pompa untuk memerah ASI, lakukanlah penanganan milk blister secara mandiri di rumah, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Jika perawatan di rumah tidak berhasil mengatasi milk blister atau justru membuatnya tambah sakit, segeralah periksakan ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.