Ciri-ciri penyakit gula bisa berupa sering merasa lapar dan lemas. Selain itu, masih banyak tanda awal penyakit gula yang perlu diwaspadai, terutama oleh orang yang berisiko menderita diabetes, supaya penyakit gula bisa ditangani sejak dini dan tidak sampai menimbulkan komplikasi.

Penyakit gula atau diabetes terjadi saat tubuh tidak dapat memproses gula yang diperoleh dari makanan sebagaimana mestinya, sehingga kadar glukosa dalam darah mengalami peningkatan.

7 Ciri-Ciri Penyakit Gula yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Terdapat dua tipe penyakit diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 biasanya dimulai pada usia anak-anak atau remaja, sedangkan diabetes tipe 2 lebih umum terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun.

Penyakit gula bisa cepat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri penyakit gula sedini mungkin merupakan hal yang sangat penting agar bisa segera ditangani.

Ciri-Ciri Penyakit Gula

Diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 umumnya memiliki gejala awal yang sama. Namun, pada penderita diabetes tipe 1, ciri-ciri penyakit gula bisa muncul lebih cepat dan parah. Sementara itu, penderita diabetes tipe 2 sering kali tak merasakan gejala apa pun hingga kondisi kesehatannya memburuk.

Untuk mencegah perburukan kondisi, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri penyakit gula yang diwaspadai:

1. Sering merasa lapar dan kelelahan

Tubuh memerlukan insulin untuk memproses glukosa dari makanan menjadi energi bagi tubuh. Namun, penderita sakit gula akan mengalami resistensi insulin sehingga glukosa tidak dapat diproses di dalam tubuh.

Kondisi ini kemudian akan menyebabkan tubuh kekurangan energi dan menimbulkan ciri-ciri penyakit gula, seperti tubuh menjadi mudah lelah serta sering merasa lapar.

2. Sering buang air kecil

Ciri-ciri penyakit gula yang satu ini umum terdeteksi sebagai gejala awal diabetes. Kelebihan glukosa dalam darah penderita diabetes memaksa ginjal bekerja keras untuk menyaring dan menyerap gula darah. Hal ini membuat tubuh memproduksi lebih banyak urine, sehingga terjadi peningkatan frekuensi buang air kecil.

Oleh karena itu, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika sering mengalami buang air kecil lebih dari 7 kali sehari.

3. Sering merasa haus meski telah minum banyak

Ketika buang air kecil menjadi lebih sering dari biasanya, tubuh akan lebih banyak mengeluarkan cairan. Kondisi ini bisa memicu terjadinya dehidrasi dan membuat penderita diabetes sering merasa haus. Makin banyak minum, makin tinggi pula frekuensi buang air kecil.

4. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan tanpa perubahan pola makan merupakan ciri-ciri penyakit gula yang kerap ditemukan pada penderita diabetes tipe 1. Penurunan berat badan yang terbilang cepat ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cukup energi dari makanan. Akibatnya, otot dan lemak yang tersimpan di tubuh akan dibakar untuk menghasilkan energi.

5. Mulut dan kulit terasa kering

Sering buang air kecil yang yang merupakan ciri-ciri penyakit gula dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi). Dehidrasi membuat kelembapan kulit berkurang, sehingga mulut dan kulit terasa kering. Kadang-kadang, kulit juga bisa terasa gatal akibat terlalu kering.

6. Penglihatan kabur

Perubahan keseimbangan cairan tubuh akibat peningkatan kadar gula dalam darah bisa menyebabkan lensa mata membengkak dan mengubah titik fokus mata, sehingga memengaruhi penglihatan. Jika kondisi ini berlangsung lama, penderita diabetes bisa mengalami penglihatan kabur, bahkan kebutaan.

7. Luka sulit sembuh

Ciri-ciri penyakit gula selanjutnya adalah luka sulit sembuh. Tingginya kadar gula dalam darah dapat menyebabkan aliran darah terganggu, sehingga proses penyembuhan luka secara alami menjadi terhambat.

Selain beberapa gejala di atas, ciri-ciri penyakit gula lainnya adalah sering kesemutan di tangan dan kaki, sering sariawan, sering mengalami gatal di organ intim, serta gusi menjadi bengkak, kemerahan, dan berdarah.

Beberapa ciri-ciri penyakit gula perlu diwaspadai, terlebih jika Anda memiliki faktor risiko untuk menderita diabetes berikut ini:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2
  • Gangguan pankreas akibat infeksi, tumor, atau cedera
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Kurang aktif bergerak
  • PCOS
  • Berusia lebih dari 40 tahun

Jika Anda merasakan ciri-ciri penyakit gula di atas dan memiliki faktor risiko diabetes, segera konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan menjalani serangkaian tes, termasuk tes HbA1c.

Makin cepat penyakit gula terdeteksi, makin cepat pula penanganan yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan saraf, gangguan jantung, maupun komplikasi diabetes lainnya. Mengubah pola makan, berolahraga teratur, dan mempertahankan berat badan ideal mampu membantu Anda mengendalikan gula darah dan menjalani hidup yang lebih sehat.