Larangan setelah tanam benang hidung penting diperhatikan agar pemulihan lancar dan hasil sesuai harapan. Jika diabaikan, risiko infeksi, pembengkakan, hingga bentuk hidung tidak simetris bisa terjadi. Karena itu, pastikan Anda memahami dan menjalankan setiap pantangan setelah prosedur ini.

Tanam benang hidung merupakan salah satu prosedur kecantikan minim luka yang semakin banyak diminati karena bisa memperbaiki bentuk hidung tanpa operasi. Meski tergolong minim invasif, perawatan setelah tanam benang tetap membutuhkan perhatian khusus lho. 

7 Larangan Setelah Tanam Benang Hidung yang Perlu Diketahui - Alodokter

Alasannya karena benang yang dipasang di bawah kulit memerlukan waktu agar dapat menyatu dengan jaringan dan membentuk kontur hidung yang diinginkan. Jika perawatan tidak tepat atau pantangan diabaikan, risiko efek samping pun meningkat.

Banyak orang mengira larangan setelah tanam benang hidung hanya sebatas tidak boleh menyentuh atau menekan hidung. Padahal, ada beberapa pantangan lain yang juga perlu dihindari agar tidak terjadi komplikasi atau hasil kurang memuaskan. Berikut penjelasannya.

Berbagai Larangan Setelah Tanam Benang Hidung

Agar proses penyembuhan berjalan maksimal, berikut ini beberapa larangan setelah tanam benang hidung yang perlu Anda patuhi:

1. Menyentuh atau menekan hidung sembarangan

Larangan setelah tanam benang hidung yang pertama adalah tidak menyentuh atau menekan hidung sembarangan. Pada masa awal setelah prosedur, Anda perlu menghindari memijat atau memberi tekanan di hidung, termasuk saat mencuci wajah atau memakai kacamata. 

Jika larangan ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin benang yang sudah ditanam bisa menggeser dan mengakibatkan hasil yang kurang optimal.

2. Tidur dalam posisi tengkurap atau miring

Larangan setelah tanam benang hidung berikutnya adalah menghindari tidur tengkurap atau miring. Posisi ini dapat memberikan tekanan pada hidung, sehingga berisiko menggeser benang dan menyebabkan bentuk hidung tidak simetris, serta menimbulkan rasa nyeri.

3. Melakukan aktivitas berat dan olahraga ekstrem

Setelah menjalani prosedur tanam benang hidung, Anda perlu menghindari melakukan aktivitas fisik berat, seperti mengangkat beban atau lari jarak jauh, setidaknya selama satu hingga dua minggu setelah prosedur. Hal ini penting diperhatikan untuk mencegah terjadinya cedera atau pergeseran benang pada hidung.

4. Mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok

Larangan setelah tanam benang hidung berikutnya adalah tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok. Selama masa pemulihan, keduanya perlu dihindari karena dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi pada area tanam benang.

5. Berenang atau berendam di pemandian umum

Sebisa mungkin, Anda perlu menghindari berenang di kolam atau berendam di pemandian umum. Air di kolam rentan membawa kuman yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada area yang masih dalam masa pemulihan.

6. Beraktivitas di suhu tinggi

Selama masa pemulihan, Anda perlu menghindari sauna, uap panas, atau paparan suhu tinggi lainnya. Panas berlebih dapat memperlambat proses penyembuhan serta memperparah pembengkakan pada area hidung.

7. Menggunakan produk atau banyak makeup berlebihan di area hidung

Selama beberapa hari setelah prosedur, hindari penggunaan skincare atau makeup berat di area hidung. Pilih produk yang ringan dan jaga kebersihan area hidung agar terhindar dari iritasi dan risiko infeksi.

Risiko yang Terjadi jika Larangan Diabaikan

Mematuhi larangan setelah tanam benang hidung adalah langkah penting untuk mencegah beragam risiko yang mungkin terjadi, seperti:

  • Infeksi pada bekas tusukan benang
  • Bengkak dan memar lebih lama
  • Hasil benang menjadi tidak simetris atau bentuk hidung berubah
  • Muncul nyeri, kemerahan, atau nanah
  • Diperlukan tindakan koreksi ulang

Jika Anda mengalami gejala infeksi, seperti demam, nyeri hebat, keluar nanah, atau perubahan bentuk hidung yang drastis, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan bisa segera diberikan.

Masa pemulihan tanam benang hidung umumnya berlangsung 1–2 minggu, meski bisa berbeda pada setiap orang. Selama periode ini, penting bagi Anda untuk menjaga pola hidup sehat, memperbanyak minum air putih, dan cukup istirahat agar proses penyembuhan berjalan optimal. 

Mematuhi setiap anjuran dan larangan setelah tanam benang hidung sangat penting untuk membantu meminimalkan terjadinya risiko komplikasi serta menjaga hasil tetap maksimal.

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa larangan setelah tanam benang hidung umumnya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi berperan besar dalam menentukan hasil akhir. 

Jika Anda memiliki pertanyaan atau mengalami keluhan yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Penanganan yang tepat akan membantu Anda menjalani masa pemulihan dengan lebih aman dan nyaman.