Bagi Anda yang ingin belajar makeup sendiri, penting untuk mengetahui perbedaan concealer dan foundation, mulai dari fungsi, cara pakai, dan urutan pemakaiannya. Dengan memahami perbedaannya, hasil makeup pun bisa lebih rapi, tahan lama, dan flawless.
Meski sekilas terlihat mirip, ada beberapa perbedaan concealer dan foundation. Keduanya memang sama-sama berfungsi untuk meratakan warna kulit dan menutupi noda-noda di wajah, tetapi masing-masing punya karakteristik berbeda, mulai dari tekstur, tingkat coverage, hingga area aplikasi.

Perbedaan Concealer dan Foundation
Agar tidak salah langkah dan hasil makeup terlihat flawless, berikut ini adalah perbedaan concealer dan foundation yang penting diketahui:
1. Fungsi utama
Foundation berfungsi sebagai dasar makeup untuk meratakan warna kulit di seluruh wajah. Produk ini membantu menutupi kemerahan, warna kulit tidak merata, serta noda-noda ringan agar tampilan wajah terlihat lebih bersih dan mulus.
Foundation berperan dalam menciptakan “kanvas” yang rata sehingga produk makeup lain, seperti bedak, blush on, atau eyeshadow, bisa menempel dengan baik.
Sementara itu, concealer dibuat khusus untuk memperbaiki masalah kulit di area tertentu yang membutuhkan coverage ekstra. Misalnya, concealer digunakan untuk menutupi bekas jerawat atau bintik hitam yang tidak tertutupi secara sempurna dengan foundation.
Selain itu, concealer juga biasanya diaplikasikan di bawah mata untuk menutupi mata panda. Kemerahan di bagian hidung atau dagu juga bisa tertutupi dengan baik menggunakan concealer.
2. Pilihan shade atau warna
Foundation sebaiknya dipilih yang paling mendekati warna asli kulit, sehingga hasil akhirnya tampak alami dan menyatu dengan bagian kulit lain yang tidak diberi makeup, seperti leher. Foundation biasanya tersedia dalam beragam pilihan warna berdasarkan undertone kulit, seperti warm, cool, dan neutral.
Untuk concealer, pilihan warnanya lebih fleksibel sesuai dengan fungsinya. Anda bisa memakai shade yang satu tingkat lebih terang dari warna kulit untuk mencerahkan atau memberi highlight bagian wajah tertentu, seperti tulang hidung.
Selain itu, warna shade concealer yang lebih warm atau peach untuk lingkaran hitam di bawah mata dan ditambahkan shade yang lebih terang agar lebih menutupi. Ada juga concealer dengan warna khusus, seperti hijau untuk menetralkan noda kemerahan di kulit.
3. Tekstur dan tingkat coverage
Foundation tersedia dalam berbagai tekstur, mulai dari cair, krim, hingga powder, dengan tingkat coverage dari ringan (sheer), sedang (medium), hingga full coverage. Teksturnya biasanya lebih encer atau ringan daripada concealer, agar mudah diratakan ke seluruh wajah tanpa membuat makeup terlihat tebal atau berat.
Sebaliknya, concealer memiliki tekstur yang lebih kental, pekat, dan padat. Hal ini agar concealer bisa menutup noda, warna gelap, atau bekas luka secara maksimal. Karena teksturnya yang lebih pekat, concealer mampu menyamarkan kekurangan di wajah yang tidak bisa tertutup dengan foundation saja.
4. Area penggunaan
Foundation diaplikasikan secara merata ke seluruh permukaan wajah, mulai dari dahi, pipi, hidung, hingga dagu. Tujuannya agar seluruh kulit wajah tampak lebih rata dan cerah secara keseluruhan.
Di sisi lain, concealer biasanya hanya digunakan di beberapa titik tertentu yang membutuhkan perhatian ekstra, seperti di batang hidung, tulang pipi, bawah alis, bawah mata, sudut hidung untuk mengatasi kemerahan, dagu, atau area bekas jerawat. Jadi, pemakaian concealer hanya di tempat yang butuh coverage tambahan.
5. Urutan pemakaian
Agar hasil makeup rapi dan tampak alami, foundation dianjurkan digunakan terlebih dahulu. Dengan memakai foundation di seluruh wajah, warna kulit bisa terlihat lebih rata secara keseluruhan.
Setelah itu, concealer diaplikasikan pada bagian wajah yang masih memerlukan coverage lebih. Urutan ini membantu concealer bekerja lebih efektif karena foundation sudah lebih dulu menutupi kekurangan yang ringan, sehingga concealer cukup digunakan tipis di area tertentu.
Tips Memilih dan Menggunakan Concealer dan Foundation dengan Benar
Supaya hasil makeup maksimal dan tetap nyaman digunakan, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
- Pilih foundation dengan formula dan coverage yang sesuai jenis kulit, seperti kering, berminyak, kombinasi, atau sensitif.
- Gunakan concealer dengan tekstur yang mudah diaplikasikan dan tidak mudah pecah atau crack saat dipakai seharian.
- Selalu bersihkan wajah dan gunakan pelembap sebelum mengaplikasikan makeup.
- Gunakan brush, spons, atau jari tangan yang bersih sesuai preferensi saat mengaplikasikan foundation dan concealer.
- Perhatikan tanggal kedaluwarsa produk dan reaksi kulit setelah pemakaian makeup untuk menghindari risiko iritasi.
Jika hasil makeup terasa kurang maksimal, coba evaluasi ulang teknik atau urutan pemakaian concealer dan foundation. Pemilihan produk yang sesuai, teknik aplikasi yang benar, serta perawatan kulit yang rutin akan membantu Anda mendapatkan tampilan wajah sehat dan makeup yang tahan lama.
Makeup yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti jerawat, bruntusan, atau iritasi, terutama pada kulit sensitif. Pilih produk makeup yang berlabel nonkomedogenik dan sudah terdaftar secara resmi di BPOM.
Sebelum mencoba produk baru, lakukan patch test terlebih dahulu, terutama jika Anda memiliki riwayat kulit sensitif atau alergi. Apabila muncul iritasi, kemerahan, atau reaksi lain pada kulit setelah menggunakan makeup, segera hentikan pemakaian dan Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran lebih lanjut.