Ciri-ciri batuk TBC tidak selalu mudah dikenali, terutama di tahap awal infeksi. Padahal, tanpa penanganan yang tepat, TBC sangat mudah menular ke orang lain dan dapat menimbulkan komplikasi berat. Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri batuk TBC sejak dini sangat penting agar Anda bisa mengambil langkah tepat untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

TBC (tuberkulosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyebar ke organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak, apabila tidak segera ditangani.

8 Ciri-Ciri Batuk TBC yang Perlu Anda Waspadai - Alodokter

Salah satu gejala TBC yang paling umum adalah batuk. Namun, karena tidak semua batuk menandakan TBC sehingga penting untuk mengenali ciri-ciri batuk TBC. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, TBC dapat segera didiagnosis dan diobati sehingga risiko komplikasi maupun penularannya dapat diminimalkan.

Ciri-Ciri Batuk TBC yang Perlu Diperhatikan

Berikut adalah beberapa ciri-ciri batuk TBC yang perlu Anda kenali dan waspadai:

1. Batuk lebih dari 2 minggu

Apabila Anda mengalami batuk lebih dari 2 minggu, Anda sudah sepatutnya untuk mewaspadai kondisi ini. Pasalnya, batuk yang berlangsung terus-menerus selama 2 minggu atau lebih adalah salah satu tanda utama penyakit TBC. 

Selain itu, batuk TBC juga biasanya tidak kunjung membaik meskipun sudah mengonsumsi obat batuk. Kondisi ini tentu berbeda dengan batuk biasa yang umumnya dapat membaik dalam waktu 1–2 minggu setelah mengonsumsi obat batuk.

2. Batuk disertai dahak

Pada awal infeksi, batuk akibat TBC mungkin terasa kering dan tidak mengeluarkan dahak. Namun, seiring berkembangnya infeksi di paru-paru, batuk biasanya menjadi berdahak. Dahak yang keluar bisa berwarna kuning atau kehijauan tergantung parahnya infeksi. 

3. Batuk disertai darah

Selain disertai dahak berwarna kuning atau kehijauan, pada beberapa kasus, penderita TBC juga dapat mengalami batuk yang disertai dengan darah atau bercak darah pada dahak. Ciri-ciri batuk TBC ini bisa terjadi akibat kerusakan jaringan paru-paru dan pecahnya pembuluh darah kecil di saluran pernapasan.

Oleh karena itu, meski jumlah darah yang keluar mungkin sedikit, keluhan ini tidak boleh dianggap sepele dan perlu segera diperiksakan ke dokter.

4. Batuk disertai nyeri dada

Jika saat batuk, Anda merasakan nyeri di dada, hati-hati itu bisa jadi merupakan ciri-ciri batuk TBC. Pasalnya, infeksi TBC dapat menyebabkan peradangan jaringan paru-paru sehingga penderita dapat merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman di area dada, terutama saat batuk atau mengambil napas dalam. Rasa nyerinya bisa terasa ringan atau bahkan menusuk, tergantung tingkat infeksinya. 

5. Batuk disertai berat badan turun

Salah satu tanda TBC yang sering terlewat adalah turunnya berat badan secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, meskipun pola makan tidak berubah. Penurunan berat badan ini bisa terjadi akibat infeksi kronis TBC yang membuat tubuh terus membakar energi untuk melawan bakteri penyebab TBC. 

Oleh karena itu, jika batuk berlangsung lama dan disertai berat badan yang semakin menurun, segera periksakan ke dokter karena bisa jadi itu ciri-ciri batuk TBC.

6. Batuk disertai demam 

Ciri-ciri batuk TBC selanjutnya adalah batuk yang disertai dengan demam yang hilang-timbul. Demam akibat TBC biasanya memang tidak terlalu tinggi, yaitu kisaran antara 37,5°C–38,0°C, tetapi sering menyebabkan penderitanya mengalami keringat berlebih pada malam hari.

7. Batuk semakin parah pada malam hari

Batuk yang semakin parah pada malam hari juga merupakan ciri-ciri batuk TBC. Hal ini bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang bekerja lebih aktif pada malam hari, sehingga gejala TBC terasa semakin jelas. 

Jika terjadi terus-menerus, kondisi batu seperti ini tentu bisa mengganggu kualitas tidur sehingga tubuh terasa lebih lelah dan kurang bertenaga keesokan harinya. 

8. Batuk disertai pembengkakan kelenjar getah bening

Bila mendapati area tubuh tertentu, terutama leher, muncul benjolan saat batuk, kondisi ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri batuk TBC. 

Munculnya benjolan di leher tersebut bisa terjadi karena pembengkakan kelenjar getah bening akibat sistem kekebalan tubuh sedang bereaksi terhadap infeksi bakteri penyebab TBC. Benjolan ini biasanya terasa lunak, tidak nyeri, dan ukurannya makin membesar seiring waktu.

Itulah beberapa ciri-ciri batuk TBC yang perlu Anda waspadai. Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa keluhan yang mengindikasikan ciri-ciri batuk TBC di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat atau konsultasi melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. 

Ini penting dilakukan, selain untuk mendapatkan penanganan yang tepat, tetapi juga sebagai langkah untuk mengurangi risiko terjadinya penularan TBC ke orang lain.