Pantangan GERD terdiri dari berbagai jenis makanan, minuman, dan kebiasaan yang dapat memicu naiknya asam lambung. Penting mengetahui pantangan GERD, agar Anda bisa mengendalikan keluhan asam lambung naik, seperti nyeri ulu hati, dada perih, dan mual, tanpa harus selalu minum obat.

GERD (gastroesophageal reflux disease) terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya otot katup antara lambung dan kerongkongan. Banyak penderita GERD sering mengalami kekambuhan gejala karena pola makan dan gaya hidup sehari-hari yang kurang tepat.

8 Pantangan GERD yang Perlu Dihindari agar Asam Lambung Membaik - Alodokter

Dengan menghindari pantangan GERD, Anda bisa mengurangi risiko kekambuhan gejala di kemudian hari, meningkatkan kualitas hidup, dan menurunkan kebutuhan konsumsi obat dalam jangka panjang.

Daftar Pantangan GERD agar Asam Lambung Tidak Naik

Agar gejala GERD tidak mudah kambuh, berikut ini adalah beberapa pantangan utama yang sebaiknya dihindari:

1. Makanan pedas, berlemak, dan gorengan

Makanan pedas, seperti sambal, dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Selain itu, makanan berlemak tinggi, misalnya daging berlemak, kulit ayam, mentega, keju, fast food, serta makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, bakwan, tempe goreng, dan kentang goreng, bisa memperlambat pengosongan lambung.

Akibatnya, tekanan dalam lambung meningkat dan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan ini dan pilihlah makanan yang dikukus, direbus, atau dipanggang tanpa lemak berlebih.

2. Minuman bersoda dan berkafein

Minuman bersoda dan berkafein, seperti kopi, teh, atau minuman energi, dapat membuat otot katup lambung menjadi rileks sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Selain itu, gelembung gas pada soda juga meningkatkan tekanan di lambung.

Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan minum soft drink saat makan, serta batasi jumlah kopi atau teh harian, terutama jika Anda sensitif terhadap kafein.

3. Cokelat dan makanan tinggi gula

Cokelat tidak hanya mengandung kafein, tetapi juga zat teobromin yang dapat melemahkan otot katup lambung, sehingga asam lambung mudah naik.

Makanan manis tinggi gula, seperti kue, donat, es krim, permen, dan minuman kemasan, juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Bagi penderita GERD, sebaiknya batasi porsi makanan ini dan perhatikan label gula pada makanan kemasan.

4. Alkohol dan rokok

Pantangan GERD yang sering kali diabaikan adalah konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok. Minum alkohol dapat menurunkan kinerja otot katup lambung sehingga memicu asam lambung naik. Selain itu, rokok juga dapat melemahkan otot tersebut dan memperparah iritasi pada lambung serta kerongkongan.

Merokok dan konsumsi alkohol secara berulang tidak hanya memicu kambuhnya GERD, tetapi juga memperlambat penyembuhan jika sudah terjadi iritasi atau luka pada saluran cerna.

5. Buah dan sayur asam

Buah-buahan dengan rasa asam, seperti jeruk, lemon, limau, nanas, dan tomat, bisa mengiritasi lapisan lambung dan kerongkongan pada penderita GERD. Pantangan GERD lainnya juga termasuk jus buah asam, rujak, salad dengan dressing asam, atau sambal tomat juga bisa memicu gejala.

Sebagai gantinya, pilihlah buah-buahan lain yang manis, seperti pisang, pepaya, apel manis, melon, dan semangka.

6. Makan dalam porsi besar atau terlalu cepat

Makan dalam porsi besar sekaligus dan terlalu cepat juga merupakan pantangan GERD. Kebiasaan ini membuat lambung terisi penuh sehingga tekanannya naik dan asam lambung lebih mudah terdorong ke kerongkongan.

Selain itu, jika makan terburu-buru tanpa mengunyah dengan baik, makanan sulit dicerna dan memperberat kerja lambung.

7. Berbaring setelah makan

Langsung berbaring, tidur, atau bahkan sekadar tiduran setelah makan dapat membuat asam lambung lebih mudah naik karena gravitasinya tidak membantu menahan asam di lambung. Risiko ini makin tinggi jika makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur.

Oleh karena itu, usahakan menunggu minimal 2–3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur. Saat tidur, gunakan bantal lebih tinggi agar kepala lebih tinggi dari badan.

8. Stres dan kurang istirahat

Stres yang berkepanjangan bisa memengaruhi kerja lambung dan meningkatkan produksi asam lambung. Kebiasaan begadang atau tidur kurang dari 6–7 jam per malam juga dapat memperburuk keluhan GERD.

Jadi, tidak heran bila Anda sering merasa cemas dan stres, gejala nyeri dada dan mual pun akan makin sering kambuh. Untuk mengelola stres agar tidak berkepanjangan, cobalah lakukan meditasi, teknik relaksasi, atau olahraga ringan secara rutin.

Perlu diingat, tidak semua pantangan GERD akan memicu gejala pada setiap orang. Cobalah untuk mengenali makanan, minuman, atau kebiasaan yang paling sering menyebabkan keluhan pada diri Anda. Ini adalah langkah penting supaya penanganan GERD lebih efektif dan tepat.

Jika keluhan asam lambung tetap kambuh meski Anda sudah menghindari berbagai pantangan GERD, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Anda juga bisa memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di ALODOKTER agar mendapatkan saran penanganan awal yang tepat.

Dengan mematuhi pantangan GERD, Anda bisa lebih mudah mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan asam lambung. Jangan abaikan keluhan asam lambung yang tidak membaik atau justru memburuk.