Procrastination adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan yang kerap dilakukan sebagian orang, baik disadari maupun tidak disadari. Hati-hati, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kehidupan Anda.

Ada berbagai alasan mengapa rasa malas dan procrastination mendominasi saat dihadapi dengan pekerjaan atau tugas tertentu. Beberapa alasan itu bisa saja karena merasa kurang cakap untuk menyelesaikan tugas, merasa tidak berdaya terhadap tantangan yang dihadapi, mengikuti kebiasaan orang di sekitar seperti orangtua, saudara, atau rekan kerja, takut gagal, merasa masih punya banyak waktu, bahkan muungkin karena depresi.

Hentikan Procrastination, Raih Semangat Kerja! - Alodokter

Menunda pekerjaan atau procrastination sebenarnya sah-sah saja dilakukan, asalkan pekerjaan tersebut memang bisa selesai dengan baik dan tepat waktu. Namun, procrastination dapat menjadi masalah jika sampai mengganggu kinerja kita.

Ciri-ciri Procrastination

Apakah Anda termasuk orang yang kerap menunda-nunda pekerjaan? Cek ciri-ciri procrastination berikut ini:

  • Merasa bahwa menunda mengerjakan tugas dapat menjadi lebih baik karena ide atau tugas butuh waktu yang tepat.
  • Terlalu lama membuang waktu untuk memikirkan cara mudah melakukan pekerjaan.
  • Orang dengan kebiasaan procrastination merasa membutuhkan lebih banyak waktu untuk ‘mengkaji’.
  • Menempatkan diri pada pada posisi yang sulit, misalnya Anda memiliki cita-cita untuk mendapat gelar pendidikan yang tinggi, namun Anda meyakini bahwa orang-orang lebih muda dan lebih pintar dari Anda, sehingga Anda menunda rencana tersebut.
  • Terlalu banyak memikirkan masa lalu, misalnya merasa bahwa Anda tidak bisa memulai pekerjaan karena di masa lalu tidak mengerti sebagaimana mestinya.
  • Merasa ragu-ragu untuk melakukan sesuatu.
  • Salah satu cirinya adalah ketika Anda menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan, membosankan, atau ragu pada kemampuan sendiri, Anda menjadi tidak mengutamakan kepentingan untuk dilakukan dan justru mengerjakan tugas yang bukan prioritas.

Kebiasaan procrastination bisa membuat otak terjerat kepada pemikiran yang tidak menyenangkan dan berdampak buruk kepada kesehatan psikis. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki kebiasaan menunda-nunda pekerjaan cenderung untuk makan lebih sedikit, tidur lebih sedikit, dan minum lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang mengerjakan tugas tepat waktu. Procrastination bahkan dikaitkan dengan kemungkinan munculnya gangguan kecemasan.

Cara Menghentikan Procrastination

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menghentikan kebiasaan procrastination:

  • Lakukan apa adanya

Seseorang yang perfeksionis biasanya takut jika apa yang dilakukannya tidak sempurna. Seseorang dengan tipe ini selalu ingin menjadi yang terbaik dan akan merasa terpuruk bila hasil kerjanya tidak sesuai harapan. Anda ingin melakukan pekerjaan dengan keinginan untuk sempurna, tapi terkadang tidak mampu karena faktor waktu, beban kerja, atau bermacam-macam alasan lain.

Ingatlah selalu bahwa melakukan pekerjaan secara apa adanya lebih baik dibandingkan ingin sempurna, tapi pekerjaan justru tidak selesai. Bila merasa belum puas dengan hasil kerja, Anda bisa memperbaiki kinerja secara bertahap untuk ke depannya.

  • Hentikan kebiasaan mulai bekerja di saat-saat terakhir

Apakah Anda menikmati sensasi gairah menghadapi tantangan tenggat waktu? Jika Anda tipe orang yang meyakini bahwa kinerja terbaik Anda adalah saat di bawah tekanan, buktikanlah. Tapi bila kebiasaan procrastination ini justru membuat Anda stres dan memiliki hasil kerja buruk, hentikan kebiasaan ini sekarang juga. Mulailah pekerjaan sesuai jadwal atau bahkan lebih cepat, dengan demikian Anda bisa mencicilnya sehingga memiliki cukup waktu untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Selain itu, memulai pekerjaan lebih awal juga memberikan waktu bebas yang lebih untuk Anda, sehingga Anda bisa terhindar dari stres.

  • Sadari perasaan yang dapat menghambat pekerjaan

Orang-orang yang dibesarkan oleh orang tua yang otoriter bisa menjadi seseorang yang suka melakukan procrastination. Ini semacam pemberontakan diri. Anda seharusnya melakukan tugas, namun justru menunda-nunda atau bahkan menolak kesempatan yang datang.

Seseorang dengan tipe ini mungkin merasakan keraguan, dan keraguan sering kali menimbulkan perasaan gelisah, sedih, atau marah. Pahami emosi seperti apa yang bisa mengalihkan fokus Anda secara signifikan. Dengan memahaminya, Anda bisa membuat keputusan yang lebih jelas karena masalah sebetulnya berasal dari diri Anda sendiri.

  • Buat pengingat sebagai penentu prioritas pekerjaan

Jangan hanya berbicara pada diri sendiri tentang apa yang semestinya Anda lakukan dan kapan seharusnya selesai, namun buatlah semacam pesan pengingat. Misalnya dengan menggunakan kertas tempel atau gunakan pengingat di gawai Anda.

Di samping itu, jangan menganggap suatu tugas hanyalah remeh-temeh dan bisa dikerjakan nanti. Bila Anda terus menunda-nunda pekerjaan karena berpikir demikian, Anda bisa merasakan ketakutan karena dihantui oleh kewajiban yang terbengkalai. Jadi kerjakan saja tugas Anda tanpa perlu menilai bahwa tugas itu remeh atau tidak menurut standar Anda, karena tugas adalah kewajiban yang harus dikerjakan.

Cobalah untuk mengikuti tips di atas dan memulai kehidupan yang lebih bahagia dan terhindar dari stres. Andalah yang paling mengetahui diri sendiri. Jadi, ketika Anda berpikir untuk melakukan procrastination, tanyakan kepada diri sendiri apa alasan harus menunda.

Jika perlu, paksakan diri Anda untuk memulainya, carilah inspirasi dan motivasi agar semangat kerja Anda kuat. Jangan pernah melebih-lebihkan perasaan takut, apalagi rasa takut yang tidak pada tempatnya. Bila tugas terasa berat, bagilah ke dalam beberapa bagian yang lebih kecil dan kerjakan secara bertahap.