Air raksa atau merkuri adalah bahan kimia yang termasuk ke dalam golongan logam namun berbentuk cair pada suhu kamar. Jika terserap oleh kulit, terhirup, atau tertelan, air raksa dapat berbahaya bagi kesehatan. Merkuri cair mudah sekali menguap alias cepat dalam berubah bentuk menjadi gas bahkan pada suhu ruangan.

Air raksa berada di alam melalui proses alami, namun turut menjelajahi udara melalui polusi hasil pembuangan limbah industri. Merkuri yang beterbangan di udara kemudian jatuh dan terakumulasi di perairan, baik sungai maupun laut.

Air Raksa Berbahaya bagi Tubuh Kita Melalui Cara Ini - Alodokter

Di lingkungan, cairan yang sering digunakan di dalam termometer ini kemudian berubah menjadi metil-merkuri oleh mikroba. Deposit metil-merkuri di alam inilah yang berpotensi membahayakan, karena berpeluang mencemari sumber air minum dan makanan. Kelompok yang paling berisiko terhadap efek buruk merkuri di dalam air minum adalah janin dalam kandungan dan anak-anak, karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa.

Dari Mana Datangnya Bahaya Merkuri?

Saat ini, banyak benda-benda yang lekat dengan keseharian manusia maupun kondisi lingkungan yang perlu diwaspadai terkait kandungan air raksa di dalamnya, di antaranya:

  • Kosmetik
    Banyak wanita Indonesia yang ingin memiliki kulit lebih putih. Hal ini membuat produk pemutih dan pencerah kulit laku di pasaran. Faktanya, tidak semua kosmetik untuk memutihkan kulit mengandung bahan yang aman. Masih ada sabun dan krim pada yang mengandung merkuri atau air raksa.
    Pada proses kerjanya, merkuri memang dapat menghambat pembentukan melanin alias pigmen kulit. Terhambatnya pembentukan melanin kemudian membuat warna kulit menjadi lebih cerah.
    Namun, efek samping kosmetik bermerkuri juga sangat berbahaya. Terdapat dua jenis air raksa, yaitu organik dan non-organik. Pada kosmetik seperti sabun dan krim wajah, air raksa yang yang digunakan umumnya adalah jenis non-organik.
  • Bahan makanan
    Merkuri yang mengendap di perairan kemudian diolah mikroorganisme tertentu dan diubah menjadi metil-merkuri. Bahan yang sangat beracun ini kemudian masuk ke tubuh ikan, kerang, dan binatang pemakan ikan lainnya. Melalui ikan dan kerang inilah kemudian air raksa dalam bentuk metil-merkuri masuk ke tubuh manusia.
    Sebaran merkuri menghinggapi hampir semua jenis ikan dan kerang. Hanya saja, ikan yang lebih besar dan hidup lebih lama akan makin banyak mengandung metil-merkurinya, sebab ikan-ikan tersebut memiliki masa waktu yang lebih lama untuk menumpuk bahan berbahaya tersebut. Beberapa jenis ikan berbadan besar yang sebaiknya dihindari karena alasan ini adalah ikan todak, hiu, tuna, dan tenggiri.
  • Udara yang tercemar merkuri
    Selain pada kosmetik dan bahan makanan dari laut, air raksa juga bisa terhirup oleh manusia. Udara yang tercemar merkuri biasanya disebabkan oleh proses industri dan pertambangan, seperti pembakaran batu bara, pembangkit listrik, dan penambangan emas. Air raksa ini kemudian dilepas ke udara dan berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui sistem pernapasan.

Seperti Apa Bahaya yang Ditimbulkan Merkuri?

Merkuri wajib dihindari karena memiliki efek yang membahayakan kesehatan. Secara garis besar, berikut ini adalah bahaya akibat terlalu banyak terpapar merkuri bagi manusia:

  • Pada janin, bayi, dan anak-anak
    Paparan merkuri berlebihan pada ibu hamil dapat berdampak kepada sistem saraf dan pertumbuhan otak janin. Sementara bagi anak-anak yang terpapar secara berlebihan oleh bahan ini kemungkinan akan memengaruhi kinerja otak dalam hal kemampuan berpikir dan fungsi kognitif, kemampuan berbahasa, dan keterampilan motorik halus. Selain itu, dampaknya dapat terlihat pada kemampuan mengingat, keterampilan spasial visual, dan kemampuan belajar anak-anak.
  • Pada orang dewasa dan lansia
    Banyaknya merkuri di dalam tubuh manusia secara umum dapat membahayakan otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat berlaku bagi siapa pun pada usia berapapun. Seseorang yang mengalami keracunan merkuri atau air raksa, dapat merasakan beberapa gejala berikut:
    • Gangguan penglihatan dan pendengaran.
    • Lemah otot.
    • Gangguan berjalan, berbicara, atau mendengar.
    • Tremor atau tubuh gemetaran.
    • Perubahan mental, seperti merasa cemas dan kebingungan.
    • Sakit kepala.

Untuk menghindari keracunan merkuri atau air raksa, maka cara paling bijaksana adalah memastikan produk yang dipakai sehari-hari bebas dari bahan ini. Selain itu, penting pula untuk menghindari konsumsi beberapa jenis ikan atau kerang yang kemungkinan mengandung merkuri, terutama oleh ibu hamil. Anda juga dapat mencegah lingkungan tercemar merkuri dengan menggunakan plastik untuk membungkus benda-benda yang mengandung merkuri, seperti bohlam lampu dan termometer, sebelum membuangnya.

Cuci tangan sampai bersih jika tidak sengaja bersentuhan dengan bahan-bahan yang mengandung merkuri. Jika mendapatkan gejala-gejala keracunan merkuri setelah memakai kosmetik atau mengonsumsi makanan laut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.