Mengenal Fungsi Sistem Koordinasi pada Manusia dan Penyakitnya

Fungsi sistem koordinasi adalah melancarkan gerakan tubuh. Ketika Anda ingin melakukan sesuatu hal, otak kecil atau serebelum menerima informasi dari sistem sensorik, saraf tulang belakang, dan bagian otak lainnya. Setelah terintegrasi, Anda bisa bergerak sesuai keinginan dengan lancar, misalnya mengendarai sepeda.

Peranan otak kecil atau serebelum pada diri Anda ternyata sangat penting. Meski tidak menyebabkan kelumpuhan atau gangguan intelektual, kerusakan pada serebelum rupanya dapat menyebabkan gangguan keseimbangan pada tubuh Anda, gerakan Anda menjadi lebih lambat, dan Anda bisa mengalami tremor atau gemetar.

Coordination System Function

Koordinasi gerakan tubuh melibatkan otot, sendi, dan juga saraf. Ketika Anda ingin melakukan sesuatu, otak mulai memerintahkan otot atau anggota tubuh yang dituju, dan kemudian fungsi sistem koordinasi berperan untuk menghaluskan gerakan tersebut.

Bahkan, sebuah penelitian menyatakan bahwa seorang anak yang sering berolahraga dan aktif melakukan aktivitas sehari-hari, cenderung lebih berprestasi di sekolahnya dibanding dengan anak yang pasif atau biasa-biasa saja. Hal ini mengartikan bahwa fungsi sistem koordinasi juga turut berperan penting pada kecerdasan atau prestasi seseorang.

Perlu Anda ketahui, setiap gerakan yang Anda lakukan, sebenarnya melibatkan sejumlah otot yang dikendalikan oleh otak kecil atau serebelum. Pada orang yang sehat, otak kecil mampu mengontrol dan mengatur gerakan tubuh dengan baik. Akan tetapi jika otak kecil mendapatkan gangguan, tentu Anda tidak bisa melakukan gerakan sebagai mana normalnya.

Penyakit-Penyakit pada Fungsi Sistem Koordinasi

Sebagian orang rupanya kerap mengalami beberapa penyakit pada fungsi sistem koordinasinya. Hal itu membuat gerakan tubuh menjadi terganggu dan dapat mengganggu aktivitas. Beberapa penyakit pada fungsi sistem koordinasi yang kerap terjadi, di antaranya:

  • Ataksia
    Ataksia adalah penyakit degeneratif yang memengaruhi otak, batang otak, atau saraf tulang belakang. Ataksia menyebabkan gerakan Anda menjadi tersentak dan terombang-ambing. Bahkan, penderitanya jadi sering terjatuh ketika berjalan, karena gaya berjalannya yang tidak stabil. Gejala penyakit ini yang paling umum terjadi adalah hilangnya keseimbangan dan koordinasi, adanya masalah pada kemampuan berbicara, sulit menelan, dan tremor.
  • Penyakit Parkinson
    Penyakit ini juga merupakan sejenis penyakit degeneratif yang umumnya terjadi pada lansia. Penderita penyakit Parkinson mengalami gangguan fungsi sistem koordinasi di otak. Hal ini menyebabkan gangguan pergerakan yang khas seperti tremor, gerakan tubuh melambat, dan sulit mempertahankan keseimbangan tubuh.
  • Dispraksia
    Dispraksia adalah gangguan di mana pesan yang dikirim dari otak ke otot terganggu. Hal ini menyebabkan timbulnya masalah dengan gerakan dan fungsi sistem koordinasi Anda. Biasanya, penyakit atau gangguan ini kerap terjadi sejak usia anak-anak. Akan tetapi, orang dewasa juga bisa terkena penyakit ini jika mengalami penyakit atau cedera.
    Risiko dispraksia lebih tinggi terjadi pada bayi prematur, berat badan saat lahir rendah, serta pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang minum alkohol dan merokok selama kehamilan. Umumnya, anak-anak yang terkena penyakit ini akan mengalami kesulitan ketika menulis, mengikuti perintah atau pengaturan, dan mengalami kesulitan saat berbicara dan mendengarkan. Tanda-tanda awal terkena dispraksia dapat terlihat pada bayi yang lambat ketika duduk, merangkak, dan berjalan. Setelah umur bertambah, anak menjadi ceroboh, rawan mengalami kecelakaan, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar bersepeda.
  • Developmental Coordination Disorder
    Gangguan koordinasi perkembangan ini rupanya diperkirakan memengaruhi sekitar 10 persen anak, lho. Gangguan atau penyakit ini ditandai dengan kesulitan dalam mempelajari keterampilan motorik halus dan kasar, dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Gangguan ini tidak hanya mengakibatkan masalah perkembangan fisik saja, namun juga memengaruhi kemampuan sosial. Beberapa gejalanya meliputi kesulitan saat melakukan keterampilan motorik, seperti menggunakan gunting, menangkap bola, atau mengendarai sepeda.

Peranan fungsi sistem koordinasi rupanya sangat penting. Jika fungsi sistem koordinasi terganggu, maka seseorang akan sulit untuk melakukan aktivitas dan memengaruhi kinerja sehari-hari. Jika terdapat kesulitan dalam mengendalikan gerakan tubuh, sebaiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi