Albumin adalah protein utama yang terdapat dalam darah manusia yang diproduksi oleh organ hati. Albumin berfungsi untuk mengatur tekanan dalam pembuluh darah dan menjaga agar cairan yang terdapat dalam pembuluh darah tidak bocor ke jaringan tubuh sekitarnya.

Saat albumin rendah dalam darah (hipoalbuminemia), pasien akan membutuhkan albumin dari luar untuk meningkatkan albumin ke nilai normal. Kondisi rendahnya kadar albumin dalam darah ini dapat disebabkan oleh gangguan organ ginjal dan hati, adanya proses peradangan, atau pada orang-orang yang menderita kekurangan gizi (malnutrisi). Selain pada keadaan hipoalbuminemia, albumin tambahan dalam bentuk infus ini dapat diberikan sebagai salah satu terapi dari keadaan:

  • Penyakit kuning pada bayi baru lahir, sebelum dilakukan tindakan transfusi darah tukar.
  • Syok hipovolemik, yaitu gangguan aliran oksigen ke jaringan akibat tubuh kehilangan 20 persen cairan atau darah.

Infus albumin akan mengganti albumin yang kurang dalam darah, dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah sehingga cairan di luar pembuluh darah akan menuju ke dalam pembulluh darah.

Merek dagang: Albuminar, Albunorm, Albapure, Human Albumin Behring, Human Albumin Grifols, Octalbin, Plasbumin, Survanta, Zenalb

[caption id="attachment_264463" align="alignnone" width="650"]albumin albumin[/caption]

Tentang Albumin

Golongan Cairan infus
Kategori Obat resep
Manfaat Menangani hipoalbuminemia

Terapi penunjang pada syok hipovolemik dan sebelum dilakukan transfusi tukar pada penyakit kuning bayi baru lahir

Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Suntikan albumin diketahui bisa diserap ke dalam ASI. Bagi ibu menyusui, sebaiknya diskusikan kembali dengan dokter mengenai risiko dan manfaatnya, jika ingin menggunakan obat ini.

Bentuk obat Infus

Peringatan:

  • Harap berhati-hati dalam menggunakan albumin jika sedang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung (terutama gagal jantung), edema paru, atau anemia berat.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan herba, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis albumin

Berikut ini dosis infus albumin untuk anak-anak dan dewasa:

Kondisi Dosis
Hipoalbuminemia Dewasa: dosis diberikan maksimal 2 g/kgBB per hari, dengan kecepatan infus 5 ml per menit (untuk larutan 5%) atau 1-2 ml per menit (untuk larutan 20%)
Penyakit kuning pada bayi baru lahir Bayi baru lahir: 1 g/kgBB yang diberikan sebelum transfusi tukar, dengan kecepatan infus 5 ml per menit (untuk larutan 5%) atau 1-2 ml per menit (untuk larutan 20%)
Syok hipovolemik Dewasa: 25 g, dengan kecepatan infus 5 ml per menit (untuk larutan 5%) atau 1-2 ml per menit (untuk larutan 20%). Respons pasien terhadap pemberian albumin akan dinilai kembali oleh dokter.

Anak-anak: maksimal 1 g/kgBB, dengan kecepatan infus 5 ml per menit (untuk larutan 5%) atau 1-2 ml per menit (untuk larutan 20%). Jumlah infus yang diberikan akan disesuaikan dengan respons pasien.

Menggunakan Albumin dengan Benar

Infus albumin akan diberikan oleh dokter atau tenaga medis sesuai dengan instruksi dokter.

Perhatikan isi kemasan albumin sebelum digunakan. Cairan albumin jernih dan tanpa partikel. Jangan digunakan jika cairan telah berubah warna, berisi partikel, atau kemasannya bocor. Mintalah pada petugas medis untuk memberikan yang baru.

Interaksi Albumin dengan Obat-Obat Lainnya

Hati-hati jika ingin menggunakan obat hipertensi golongan ACE inhibitor bersama dengan pemberian infus albumin, karena berisiko menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.

 

Kenali Efek Samping dan Bahaya Albumin

Beberapa efek samping yang bisa terjadi saat infus albumin diberikan:

  • Urtikaria atau biduran
  • Demam
  • Sensasi rasa panas dan berkeringat (hot flushes)
  • Haus
  • Peningkatan tekanan darah
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung meningkat (takikardia) atau menurun (bradikardia).