Albumin adalah cairan infus yang digunakan untuk mengatasi hipoalbuminemia, yaitu rendahnya kadar albumin dalam darah. Albumin juga digunakan untuk menangani syok hipovolemia akibat cedera atau luka bakar yang parah.

Albumin merupakan protein utama di dalam darah manusia. Secara alami, protein ini diproduksi oleh hati. Pemberian infus albumin akan meningkatkan kadar albumin di dalam darah.

albumin

Albumin dapat meningkatkan konsentrasi darah, sehingga cairan di luar pembuluh darah akan bergerak masuk ke dalam pembuluh darah. Dengan begitu, volume plasma dan tekanan di dalam pembuluh darah akan meningkat, sehingga syok bisa teratasi.

Infus ini juga digunakan dalam pengobatan gagal hati akut, penyakit kuning pada bayi baru lahir (hiperbilirubinemia neonatal), atau sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Merek dagang albumin: Albumep, Albumin Inj. 20% - GCC, Albuminar 5, Albunate 25, Albapure 20, Albunorm 25%, Human Albumin Grifols 20%, Human Albumin 20% Behring, Kedrialb, Octalbin 5%, Plasbumin 25, Zenalb 20

Apa Itu Albumin

Golongan Obat resep
Kategori Cairan infus
Manfaat Menangani syok hipovolemik dan hipoalbuminemia
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Albumin untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Albumin belum diketahui dapat diserap melalui ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.

Bentuk obat Infus

Peringatan Sebelum Menggunakan Albumin

Albumin hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan albumin:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Infus albumin tidak boleh diberikan kepada pasien yang alergi terhadap lateks atau setiap kandungan yang ada di dalam infus ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita anemia berat, gagal jantung, hipertensi, hemofilia, edema paru, penyakit ginjal, atau sedang tidak bisa buang air kecil.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen, atau produk herbal.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami overdosis, reaksi alergi obat, atau efek samping yang lebih serius setelah menggunakan albumin.

Dosis dan Aturan Pakai albumin

Dokter akan memberikan dosis dan menentukan lama pengobatan sesuai dengan kondisi, respons, dan usia pasien. Berikut adalah pembagian dosis albumin berdasarkan tujuan penggunaannya:

Tujuan: Mengatasi syok hipovolemik akut

  • Dewasa: 25 gram, dengan kecepatan infus 5 ml per menit (untuk larutan 5%) atau 1–2 ml per menit (untuk larutan 20%). Selama pemberian infus albumin, dokter akan memantau respon dan kondisi pasien.
  • Anak-anak: 1 gram/kgBB, dengan kecepatan infus 5 ml per menit (untuk larutan 5%) atau 1–2 ml per menit (untuk larutan 20%).

Tujuan: Mengobati hipoalbuminemia

  • Dewasa:. Dosis maksimal: 2 gram/kgBB tiap hari, dengan kecepatan infus 5 ml per menit (untuk larutan 5%) atau 1–2 ml per menit (untuk larutan 20%).

Tujuan: Menangani hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir

  • Bayi baru lahir: 1 gram/kgBB, yang diberikan sebelum transfusi tukar, dengan kecepatan infus 5 ml per menit (untuk larutan 5%) atau 1–2 ml per menit (untuk larutan 20%).

Tujuan: Mengatasi sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS)

  • Dewasa: 25 gram tiap 8 jam diberikan dengan infus selama 30 menit selama 3 hari.

Cara Menggunakan Albumin dengan Benar

Albumin hanya dapat diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Cairan albumin akan disuntikan ke pembuluh darah melalui infus.

Dokter juga akan memeriksa dan memantau pernapasan, denyut nadi, tekanan darah, kadar elektrolit, dan fungsi ginjal, selama Anda menjalani pengobatan dengan albumin.

Selalu konsumsi air putih yang cukup untuk menurunkan risiko terjadinya dehidrasi dan gangguan fungsi ginjal selama menjalani pengobatan dengan albumin.

Interaksi Albumin dengan Obat Lainnya

Ada beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi jika albumin digunakan bersama obat-obatan lain. Jika albumin diberikan bersama cairan steril yang lain, risiko terjadinya hemolisis atau rusaknya sel darah akan meningkat.

Selain itu, penggunaannya bersama ACE inhibitor bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang fatal.

Efek Samping dan Bahaya Albumin

Efek samping yang dapat timbul setelah mengonsumsi albumin adalah:

  • Mual atau muntah
  • Demam atau menggigil
  • Rasa panas di sekitar wajah, leher, atau dada (flushing)
  • Denyut jantung cepat

Beri tahu dokter jika keluhan yang disebutkan di atas tidak kunjung reda atau semakin parah. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Sakit kepala, penglihatan kabur, atau telinga berdenging
  • Kulit pucat atau berkeringat
  • Kebingungan atau cemas
  • Nyeri dada, sesak napas, batuk dengan dahak yang berbusa
  • Detak jantung tidak teratur
  • Pusing yang sangat berat hingga ingin pingsan