Anak susah makan saat disuapi makanan atau anak yang hanya mau satu jenis makanan selama berhari-hari, mungkin bukan kisah baru bagi orang tua. Untuk menghadapinya, orang tua tidak boleh kalah cerdik dengan anak.

Umumnya, anak susah makan dimulai setelah mereka menginjak usia satu tahun. Pada saat itu, pertumbuhan anak melambat jika dibandingkan masa sebelumnya. Hal ini juga menurunkan selera makannya. Sehingga sering kali yang tampak adalah anak makan lebih sedikit.

Anak Anda Susah Makan? Coba Trik Ini - Alodokter

Mengenali Permasalahan Kesulitan Makan

Saat anak menolak untuk makan dan disikapi secara keliru oleh orang tua, hal tersebut dapat memicu suasana yang tidak menyenangkan dan penuh tekanan bagi kedua pihak. Itu sebabnya, niat orang tua dalam memberikan nutrisi terbaik harus diiringi dengan ketelitian melihat kondisi anak. Anak susah makan bisa saja rewel atau bersikap lebih menyebalkan dibanding biasanya.

Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang kerap timbul, berkaitan dengan perilaku anak susah makan, di antaranya:

  • Menolak makan
    Bagi anak, makan adalah keterampilan yang baru dikuasainya. Memilih apa yang ingin dia masukkan ke mulut menjadi hal yang sangat penting. Tidak heran jika sebagian anak bisa menghabiskan yang disediakan oleh orang tua pada hari pertama, tapi menolak pada keesokan harinya. Ketika pikirannya berubah, maka demikian juga selera makannya.
    Saran: Anak biasanya memakan apa yang dibutuhkan. Ketika selama satu hari, anak benar-benar menolak makan, jangan hilang kesabaran. Dibandingkan memusingkan diri dengan asupan kalori yang kurang selama hari itu, sebaiknya Anda menghitung asupannya selama satu minggu sebelumnya. Kerap kali orang tua merasa terkejut bahwa asupan makanan anaknya sebenarnya sudah terpenuhi.
  • Hanya memilih makanan tertentuBagi anak-anak berusia tiga tahun ke bawah, mengonsumsi makanan padat adalah hal baru. Diperlukan waktu agar mereka terbiasa dengan ragam warna, rasa, dan tekstur. Saat ini, anak juga belajar untuk mandiri dan memutuskan pilihan sendiri, termasuk makanan apa saja yang masuk ke dalam mulutnya.
    Saran: Perkenalkan makanan yang baru secara perlahan pada anak susah makan. Setelah disajikan beberapa kali, anak biasanya tertarik untuk mengonsumsinya. Sayuran merupakan salah satu jenis makanan yang kerap ditolak anak. Sajikan satu jenis sayuran saja, agar anak tidak kebingungan. Upayakan waktu makan tidak berdekatan dengan waktu tidur, karena rasa lelah juga dapat memengaruhi keengganan anak mencoba makanan baru.
  • Hanya mau makanan cepat saji
    Makanan siap saji yang digemari anak  biasanya yang mengandung gula atau lemak tinggi, dengan kandungan gizi yang rendah. Seperti, permen, kentang goreng, atau minuman bersoda.
    Saran: Jangan menyimpan makanan cepat saji di rumah Anda. Sediakan makanan yang lebih sehat yang dapat lebih mudah diraihnya. Sajikan buah melon dengan campuran yogurt, atau jus buah yang dihiasi stroberi atau irisan pisang di atasnya. Pisang atau ubi yang dikukus juga bisa menjadi alternatif pengganti kentang goreng.
  • Menolak makan setelah kemarin banyak makan
    Hal ini sangat umum pada anak usia 12 bulan hingga tiga tahun. Menurut ahli nutrisi, orang tua tidak perlu membesar-besarkan hal ini. Anak-anak mampu mengenali rasa lapar, terkadang lebih baik dibandingkan orang dewasa. Ada kalanya selera makan anak tampak besar, kemudian terjadi sebaliknya di keesokan hari. Hal ini sangat wajar terjadi.
    Saran: Orang tua sebaiknya menghindari memaksa anak susah makan pada saat ini. Tentukan batas waktu untuk anak Anda mengonsumsi makanan yang telah disediakan. Minta anak untuk makan tidak melebihi batas waktu yang telah Anda tentukan. Selain itu, batasi konsumsi jus dan susu. Terlalu banyak asupan kedua minuman tersebut, dapat membuat nafsu makannya menurun.
  • Makan satu jenis makanan saja
    Bukan sesuatu yang aneh jika tiba-tiba anak susah makan selama beberapa hari hingga hitungan minggu, atau hanya mau makan satu jenis makanan saja. Salah satu alasannya adalah anak tertarik dengan makanan yang rasanya sudah dia kenali. Hanya saja, pola makan seperti itu sering kali membuat orang tua kebingungan.
    Saran: Orang tua sebaiknya tetap tenang dan tetap menawarkan pilihan makanan lain, tanpa memaksa. Untuk anak yang sudah lebih besar, Anda dapat mengatur strategi dengan mengajaknya ke supermarket. Minta dia untuk memilih dua jenis buah, dua jenis sayur, atau satu jenis camilan. Setiba di rumah, ajak dia menyiapkan makanan sebelum mengonsumsinya.
  • Menolak makanan atau minuman favorit secara tiba-tiba
    Bisa saja sayuran menjadi salah satu jenis makanan yang lahap dimakan Si Kecil, namun pada suatu hari dia tiba-tiba menolaknya. Atau mungkin anak tiba-tiba tidak lagi mau minum susu yang biasa dikonsumsi tiap hari.
    Saran: Jangan panik, hal itu mungkin hanya sementara. Namun bisa menjadi masalah, jika orang tua salah menanggapinya. Saat anak tidak mau makan hari ini, maka bukan berarti dia tidak akan suka selamanya. Tetap tawarkan makanan yang ditolak anak pada hari berikutnya. Jika anak menolak minum susu, sebaiknya orang tua memberikan asupan gizi yang mengandung susu, seperti yogurt atau keju. Atau jika anak menolak sayur, seimbangkan asupan nutrisi dari buah-buahan untuk sementara.

Membuat Suasana Makan yang Menyenangkan

Bagi anak-anak, makan termasuk dalam proses pembelajaran dan eksplorasi. Untuk membantu menambah selera makan pada anak usah makan, orang tua dapat melakukan kegiatan, seperti:

  • Mengadakan acara makan keluarga dengan rutin. Biarkan anak melihat Anda mengonsumsi beragam jenis makanan dan berkomentar positif terhadapnya.
  • Biasakan waktu makan yang konsisten, yaitu tiga kali waktu makan utama dan dua kali makan camilan tiap hari. Batasi waktu sekitar 30 menit untuk tiap waktu makan. Buatlah keadaan tersebut nyaman untuknya.
  • Biarkan anak makan dengan mandiri. Buat makanan praktis yang dapat dipegang dan dimasukkan ke dalam mulut anak dengan mudah.
  • Berikan hanya 1-2 jenis makanan pada anak saat makan. Berikan dalam porsi kecil.
  • Gunakan perlengkapan makan dengan gambar dan warna-warni menarik.
  • Mengundang anak-anak lain untuk makan bersama. Bagi anak yang susah makan, mereka cenderung makan lebih banyak ketika bersama teman sebayanya.
  • Jauhkan televisi, permainan, binatang peliharaan, dan hal-hal yang memengaruhi perhatiannya saat makan.
  • Libatkan anak-anak saat memroses makanan yang dihidangkan. Mulai dari membeli, membersihkan, hingga memasak dan menyajikan untuk mendorongnya lebih berselera.

Untuk memastikan kecukupan gizi anak, orang tua dapat membuat catatan. Tulis seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi anak selama seminggu. Periksa apakah anak telah menerima asupan dari empat kelompok gizi utama yaitu karbohidrat, protein, produk olahan susu, buah dan sayuran. Jika anak Anda masih mengonsumsi makanan dari tiap kelompok gizi tersebut, maka Anda tidak perlu merasa khawatir.

Anak susah makan bukanlah perkara yang mudah untuk ditangani. Diperlukan perhatian dan kesabaran ekstra untuk mengatasinya. Namun jika Anda masih belum yakin terhadap asupan gizi anak atau menyebabkan berat badan anak sulit bertambah, maka disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi langsung kepada ahli gizi atau dokter spesialis anak.