Anak muntah tanpa demam bisa membuat orang tua cemas, apalagi jika terjadi berulang kali. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi pada beberapa kasus, muntah pada anak bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu yang perlu segera ditangani oleh dokter.
Muntah adalah kondisi ketika isi lambung dikeluarkan secara paksa melalui mulut akibat kontraksi otot-otot perut. Ini bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari berbagai kondisi kesehatan tertentu dan bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak.

Muntah umumnya hanya terjadi sekali dan akan membaik dengan sendirinya. Namun, perlu diketahui bahwa tubuh anak, terutama balita dan bayi, lebih rentan mengalami dehidrasi saat muntah, karena cadangan cairan tubuhnya terbatas. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab dan tanda bahaya anak muntah tanpa demam agar bisa segera mengambil langkah yang tepat.
Penyebab Anak Muntah Tanpa Demam
Penyebab anak muntah tanpa demam bisa bermacam-macam, dari yang ringan hingga yang membutuhkan perhatian khusus. Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:
1. Mabuk perjalanan
Mabuk perjalanan sering dialami anak-anak saat melakukan perjalanan dengan kendaraan, seperti mobil, bus, kapal, atau pesawat. Kondisi ini terjadi karena sistem keseimbangan tubuh anak, terutama pada telinga bagian dalam, belum berkembang sempurna. Akibatnya, saat tubuh merasakan gerakan, otak menerima sinyal berbeda dari mata dan telinga, sehingga muncul rasa mual hingga muntah.
Meski begitu, Bunda dan Ayah nggak perlu khawatir, karena keluhan ini biasanya tidak disertai demam dan biasanya berhenti begitu perjalanan usai.
2. Makan berlebihan atau terlalu cepat
Anak yang makan terlalu banyak, terlalu cepat, atau sambil beraktivitas, seperti bermain atau tertawa, lebih mudah mengalami muntah. Hal ini bisa terjadi karena lambung yang penuh secara mendadak atau tertekan oleh aktivitas fisik dapat menyebabkan refleks muntah untuk mengeluarkan kelebihan makanan.
Selain itu, saat anak makan terburu-buru, hal itu juga bisa menyebabkan anak menelan udara. Nah, udara yang tertelan tersebut bisa menumpuk di perut dan menyebabkan perut kembung, bahkan anak muntah tanpa demam.
3. Alergi makanan
Pada anak yang diberikan susu formula atau sudah diberikan makanan padat, muntah pada anak mungkin disebabkan oleh alergi. Kondisi ini terjadi akibat sistem imun anak bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu dalam makanan, seperti protein susu sapi, telur, kacang, atau makanan laut.
Reaksi alergi ini bisa muncul tanpa demam dalam beberapa menit sampai 1 jam setelah anak mengonsumsi makanan pemicu. Selain menyebabkan anak muntah tanpa demam, alergi makanan juga bisa menyebabkan anak mengalami bentol, ruam kemerahan, gatal-gatal, dan bengkak di sekitar mulut atau mata.
4. Intoleransi makanan
Berbeda dengan alergi, intoleransi makanan terjadi karena sistem pencernaan anak tidak mampu mencerna zat tertentu pada makanan akibat sistem pencernaannya belum berkembang sempurna atau tubuhnya tidak menghasilkan enzim tertentu untuk mencerna makanan. Akibatnya, makanan pun tidak tercerna sempurna dan menumpuk di saluran cerna.
Ketika hal itu terjadi, anak bisa mengalami muntah tanpa demam, diare, perut kembung, sakit perut, dan sering buang angin. Jika berlangsung lama, kondisi ini juga bahkan bisa mengganggu penyerapan nutrisi pada anak.
5. Keracunan makanan
Penyebab anak muntah tanpa demam berikutnya adalah keracunan makanan. Kondisi ini bisa terjadi saat anak mengonsumsi makanan yang sudah basi atau terkontaminasi kuman atau zat kimia tertentu.
Keracunan makanan tidak hanya menyebabkan anak mengalami muntah, tetapi juga diare dan sakit perut. Biasanya, kondisi ini dapat membaik dengan hidrasi yang cukup, tapi tetap perlu diwaspadai jika muntah terus-menerus.
6. Refluks asam lambung
Otot di antara lambung dan kerongkongan anak (lower esophageal sphincter), terutama bayi dan balita, belum sepenuhnya matang. Nah, hal ini bisa mengakibatkan asam lambung atau isi lambung mudah naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan anak muntah tanpa demam, terutama setelah menyusu atau makan.
Kondisi ini umum terjadi dan biasanya membaik seiring bertambahnya usia anak, karena fungsi otot lower esophageal sphincter makin baik sehingga mencegah naiknya asam lambung dan isi lambung.
7. Stres, cemas, atau emosi yang kuat
Perasaan cemas, takut, atau stres berlebihan, misalnya saat anak akan tampil di depan umum, menghadapi ujian, atau perpisahan dari orang tua, dapat membuat saluran cerna lebih sensitif. Nah, respons tubuh terhadap emosi yang kuat ini bisa berupa mual, bahkan muntah tiba-tiba, tanpa disertai demam.
8. Efek samping obat-obatan
Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, suplemen zat besi, atau obat antiradang untuk mengatasi kondisi medis tertentu, dapat mengiritasi dinding lambung anak. Iritasi ini bisa memicu rasa mual bahkan muntah tak lama setelah anak minum obat.
Jika anak muntah tanpa demam setelah konsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Nantinya, dokter mungkin akan menyesuaikan kembali dosis obat atau meresepkan obat lain untuk anak.
9. Sumbatan pada saluran pencernaan
Penumpukan tinja di usus akibat sembelit atau kelainan, seperti invaginasi usus, yaitu kondisi ketika bagian usus tertentu masuk ke bagian usus lain, bisa menimbulkan tekanan di perut hingga memicu anak muntah tanpa demam. Pada kondisi ini, muntah terjadi sebagai cara tubuh untuk mengurangi tekanan atau ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.
Tanda Bahaya Anak Muntah Tanpa Demam
Sebagian besar kasus anak muntah tanpa demam tergolong ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun, Bunda dan Ayah tetap perlu mewaspadai beberapa tanda berikut karena bisa menandakan adanya kondisi kesehatan yang lebih serius pada anak:
- Muntah lebih dari 3 kali dalam 24 jam
- Muntahan berwarna hijau atau terdapat darah
- Anak sangat lemas, rewel berlebihan, atau tampak mengantuk
- Tidak mau minum atau makan sama sekali
- Timbul tanda dehidrasi, seperti mulut atau bibir kering, jarang buang air kecil, dan mata atau ubun-ubun cekung
- Perut tampak membengkak, terasa keras, dan anak menangis atau meringis saat perutnya ditekan akibat nyeri di perut
- Kejang atau sesak napas
Jika Bunda atau Ayah menemukan satu atau lebih dari tanda bahaya di atas pada anak atau anak berusia di bawah 6 bulan, segera konsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab anak muntah tanpa demam dan memperoleh penanganan yang sesuai.
Langkah Penanganan Anak Muntah Tanpa Demam di Rumah
Jika tidak menemukan adanya tanda bahaya pada anak, Bunda dan Ayah dapat melakukan beberapa pertolongan pertama anak muntah tanpa demam di rumah berikut ini:
1. Posisikan anak dengan aman
Setelah anak muntah tanpa demam, mintalah anak untuk duduk tegak, atau bila anak masih kecil, rebahkan ia dengan posisi miring ke satu sisi atau dengan kepala lebih tinggi dari badan. Hal ini bertujuan untuk mencegah makanan atau cairan masuk ke saluran pernapasan (aspirasi) dan anak tersedak, jika anak kembali muntah.
2. Penuhi kebutuhan cairan
Setelah muntah, tubuh anak akan kehilangan cairan sehingga penting untuk memberikan ia cairan sedikit demi sedikit setiap 10–15 menit menggunakan sendok teh. Hal ini dilakukan guna mencegah anak mengalami dehidrasi akibat muntah-muntah.
Namun, hindari memberikan anak minuman manis, bersoda, atau jus asam karena dapat mengiritasi lambung dan memperparah keluhan muntah. Sebaliknya, berikanlah ia air putih atau oralit.
3. Berikan makanan ringan dan tidak berlemak
Jika anak tampak lebih tenang dan muntahnya mereda, tawarkanlah ia bubur, nasi tim, roti tawar, atau pisang. Pasalnya, makanan-makanan tersebut mudah dicerna oleh lambung dan tidak berlemak sehingga tidak membuat lambung makin iritasi dan menyebabkan anak muntah kembali.
Namun, agar makin aman, berikan makanan-makanan tersebut dalam porsi kecil tapi sering agar tidak membebani kerja lambung.
4. Bersihkan mulut setelah muntah
Sisa muntahan di mulut anak bisa menyebabkan iritasi dan bau tak sedap. Nah, untuk mencegahnya, segera bersihkan mulut anak menggunakan kain bersih yang sudah dibasahi oleh air hangat atau jika anak sudah cukup besar, mintalah ia untuk berkumur. Tak hanya itu, cara ini juga dapat membantu mencegah sisa asam lambung merusak gigi dan mulut.
5. Jangan memberikan obat antimuntah tanpa resep
Saat anak muntah tanpa demam, tidak sedikit orang tua yang panik dan langsung memberikan obat antimuntah. Padahal, tindakan ini bisa memperburuk kondisi anak dan tidak semua penyebab muntah aman diatasi dengan obat ini.
Nah, daripada panik berlebih dan memberikan obat-obatan sembarangan tanpa dosis atau takaran yang jelas dan membahayakan anak, sebaiknya bawalah Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai bila beberapa cara sebelumnya tidak membuahkan hasil.
Pada umumnya, anak muntah tanpa demam bisa diatasi di rumah dengan pemantauan ketat dan langkah penanganan yang sesuai. Namun, jangan ragu untuk segera meminta bantuan dokter melalui fitur chat di aplikasi ALODOKTER jika muncul tanda bahaya atau bila Bunda khawatir dengan kondisi anak. Dengan begitu, dokter dapat memberikan informasi dan saran penanganan yang sesuai untuk Si Kecil.