Anjing terrier dikenal sebagai ras anjing yang penuh energi, cerdas, dan memiliki sifat pemberani. Kepribadian unik serta penampilan yang lucu membuat anjing terrier menjadi pilihan favorit banyak keluarga dan pecinta hewan peliharaan.
Anjing terrier merupakan kelompok ras anjing yang berasal dari Eropa, khususnya Inggris. Awalnya, anjing terrier dikembangkan sebagai pemburu hama dan hewan kecil. Tubuhnya gesit dan naluri berburunya kuat, sehingga terrier dulu kerap digunakan untuk berburu tikus dan hewan pengerat lain di ladang atau rumah.

Seiring waktu, anjing terrier semakin populer sebagai hewan peliharaan karena kecerdasan dan kemampuannya beradaptasi dengan baik di lingkungan rumah. Namun, setiap jenis terrier memiliki kebutuhan dan keunikan tersendiri, sehingga penting untuk memahami karakter masing-masing sebelum memutuskan memeliharanya.
Jenis-Jenis Anjing Terrier yang Populer
Berikut adalah beberapa jenis anjing terrier yang banyak digemari di Indonesia maupun dunia beserta keunikannya:
1. Yorkshire terrier
Yorkshire terrier, atau sering disebut yorkie, merupakan salah satu terrier berukuran paling kecil. Berat badan terrier jenis ini biasanya hanya sekitar 2–3 kg. Keistimewaannya terletak pada bulunya yang halus, lembut, dan tumbuh panjang menyerupai rambut manusia.
Yorkie dikenal ramah, penyayang, dan suka berdekatan dengan anggota keluarga. Meski kecil, yorkie biasanya lincah, berani, dan cukup waspada terhadap lingkungan barunya. Bulu yorkie membutuhkan perawatan teratur agar tetap bersih dan tidak kusut, serta potongan rambut rutin jika ingin tampil rapi.
2. Jack russell terrier
Jack russell terrier merupakan ras yang sangat aktif, bersemangat, dan dikenal sangat cerdas. Bobot terrier ini biasanya mencapai 6–8 kg, dengan tubuh atletis dan proporsional. Anjing ini suka bermain, melompat, dan berlari, sehingga membutuhkan banyak aktivitas fisik agar tidak mudah bosan atau stres.
Jack russell juga suka menggali tanah sesuai naluri berburu asalnya. Ia sangat cocok untuk pemilik yang aktif, suka jalan-jalan, atau sering bermain di luar ruangan. Karena kecerdasannya, jack russell mudah dilatih, tetapi juga bisa keras kepala jika tidak diberikan pelatihan yang konsisten dan menarik.
Sosialisasi sejak dini sangat penting agar sifatnya tidak menjadi terlalu dominan atau agresif terhadap hewan lain.
3. Bull terrier
Bull terrier memiliki ciri khas moncong berbentuk lonjong (oval) sert tubuh yang berotot dan kuat. Berat yang dapat mencapai 22–32 kg membuatnya tergolong sebagai salah satu terrier berukuran sedang hingga besar. Bull terrier terkenal percaya diri, menggemaskan, dan setia pada keluarga.
Ia biasanya bersikap ramah kepada anak-anak dan bisa menjadi teman bermain yang baik, asalkan diawasi dan diajari interaksi yang benar. Meski tampak tangguh, Bull terrier membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan pelatihan yang lembut sekaligus tegas.
Ia cenderung mudah bosan dan bisa berperilaku destruktif jika kekurangan aktivitas fisik atau mental. Selain itu, penting untuk membiasakan interaksi sejak kecil agar ia nyaman dengan orang dan hewan lain.
4. West highland white terrier
West highland white terrier atau yang dikenal juga dengan sebutan westie adalah anjing kecil dengan bulu putih tebal dan tekstur yang agak kasar. Berat badannya rata-rata 6–10 kg. Westie berkarakter ceria, percaya diri, dan penuh semangat. Ia cepat akrab dengan anggota keluarga dan sangat suka bermain, sehingga cocok untuk keluarga dengan anak kecil.
Westie juga dikenal cukup protektif dan bisa menjadi anjing penjaga yang baik untuk rumah. Bulu putihnya perlu dirawat secara rutin agar tetap bersih dan tidak mudah rontok. Selain itu, Westie cenderung mudah dilatih, tetapi tetap membutuhkan pendekatan yang konsisten dan penuh kesabaran.
5. Scottish terrier
Scottish terrier atau sering dipanggil scottie memiliki ciri khas tubuh yang pendek dengan wajah berkumis tebal serta alis yang menonjol. Bobot anjing terrier ini berkisar antara 8–10 kg. Scottie dikenal sangat setia kepada pemiliknya, mandiri, dan kadang-kadang terkesan “cuek” terhadap orang asing.
Meskipun penyayang, scottie bisa juga bersifat keras kepala sehingga membutuhkan pelatihan yang sabar dan rutin. Ia cocok untuk pemilik yang aktif, karena membutuhkan waktu bermain dan berjalan-jalan setiap hari.
Scottish terrier juga relatif adaptif terhadap lingkungan rumah maupun apartemen, asalkan diberikan stimulasi mental dan fisik secukupnya. Perawatan bulu scottie perlu dilakukan secara teratur agar tetap sehat dan tidak mudah kusut.
Tips Merawat dan Melatih Anjing Terrier
Agar anjing terrier tetap sehat, bahagia, dan tidak mudah stres, perhatikan beberapa hal berikut dalam perawatan dan pelatihan sehari-hari:
1. Berikan waktu bermain dan olahraga
Anjing terrier membutuhkan aktivitas fisik secara rutin, seperti berjalan kaki, bermain lempar tangkap, atau berlari-lari kecil di halaman supaya energinya tersalurkan dengan baik. Jika kurang bergerak, anjing terrier bisa bosan dan cenderung melakukan perilaku destruktif, seperti menggigit barang di rumah.
2. Asupan gizi seimbang
Pilih makanan anjing yang sesuai dengan usia, ukuran, dan kebutuhan terrier. Pastikan pakan yang Anda beri mengandung cukup protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Konsultasikan pilihan makanan dan takaran yang tepat dengan dokter hewan, agar tumbuh kembang serta kesehatannya tetap terjaga.
3. Ajak anjing terrier bersosialisasi sejak dini
Kenalkan anjing terrier dengan orang baru, anak-anak, dan hewan lain sejak masih kecil untuk membentuk perilaku yang ramah dan tidak mudah takut. Sosialisasi yang baik akan membantu anjing terrier lebih percaya diri dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
4. Lakukan latihan yang konsisten
Terapkan metode pelatihan positif, seperti memberi pujian atau camilan saat melakukan perintah dengan benar, agar anjing lebih cepat mengerti apa yang diharapkan. Konsistensi dan kesabaran dalam pelatihan sangat penting, apalagi karena beberapa terrier mudah keras kepala dan membutuhkan pendekatan yang lembut tetapi tegas.
5. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin
Lakukan vaksinasi sesuai jadwal, cek kesehatan gigi, telinga, dan kulit, serta perawatan bulu secara berkala untuk mencegah masalah kesehatan yang sering dialami terrier. Pemeriksaan rutin ke dokter hewan juga penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini dan menjaga kualitas hidup anjing terrier Anda.
Beberapa jenis terrier memang lebih rentan mengalami masalah kulit atau gangguan pada persendian. Jadi, jika Anda mendapati gejala kesehatan yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter hewan.
Memberikan lingkungan yang penuh kasih sayang serta perhatian dan stimulasi yang cukup akan mencegah perilaku destruktif atau munculnya stres pada anjing terrier. Kesabaran dalam melatih juga penting, karena beberapa jenis terrier memang keras kepala, tetapi tetap responsif selama dilatih dengan pendekatan positif dan konsisten.
Jika Anda ada perubahan perilaku pada anjing terrier kesayangan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter hewan melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Anda bisa mendapatkan saran tepercaya dan solusi yang cepat sesuai kebutuhan anabul.