Anyang-anyangan yang dalam istilah medis disebut disuria adalah gangguan berupa munculnya nyeri atau perih saat sedang buang air kecil atau setelahnya. Keluhan ini biasanya dirasakan pada orang yang memiliki masalah pada saluran kemih.

Ada beberapa penyakit yang dapat menimbulkan gejala berupa anyang-anyangan, antara lain infeksi saluran kemih, infeksi kandung kemih, batu ginjal, radang prostat, kram otot kandung kemih, hingga penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia.

Anyang-Anyangan? Ini Cara Mudah Menanganinya - Alodokter

Keluhan nyeri saat buang air kecil juga bisa muncul setelah menjalani suatu prosedur medis, seperti sunat, pemasangan kateter, atau operasi pada saluran kemih. Meski demikian, sebagian besar kondisi anyang-anyangan merupakan gejala dari infeksi saluran kemih.

Menangani Anyang-anyangan di Rumah

Menderita anyang-anyangan tentu sangat tidak nyaman. Selain nyeri, anyang-anyangan bisa membuat Anda bolak-balik ke kamar kecil karena ada dorongan untuk buang air kecil, meskipun urine yang keluar hanya sedikit.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Untuk meringankan keluhan anyang-anyangan di rumah, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Hindari menahan buang air kecil

Meskipun sakit, tetaplah buang air kecil saat muncul dorongan untuk pipis. Karena jika pipis ditahan, bakteri justru akan lebih mudah berkembang biak dan membuat keluhan anyang-anyangan semakin memburuk.

Dengan buang air kecil, bakteri pada saluran kemih akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

2. Perbanyak minum air putih

Anda dianjurkan untuk minum air putih setidaknya 8 gelas sehari. Selain untuk mencegah dehidrasi, banyak mengonsumsi air putih juga bisa membuat Anda lebih banyak buang air kecil.

Seperti dikatakan sebelumnya, bakteri di saluran kemih akan terbuang lewat urine. Jadi, semakin banyak urine yang Anda keluarkan, maka semakin banyak pula bakteri yang terbuang.

3. Kompres hangat

Memberikan kompres pada area perut bagian bawah dengan handuk yang telah direndam air hangat juga bisa menjadi cara untuk meringankan anyang-anyangan. Lakukan selama 15 menit, sebanyak 3-4 kali sehari, hingga anyang-anyangan terasa membaik.

4. Perhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi

Saat sedang merasakan keluhan anyang-anyangan, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari, yaitu:

  • Makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan cokelat.
  • Makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan.
  • Makanan dan minuman yang rasanya asam.
  • Makanan pedas.
  • Minuman beralkohol dan

Hal ini karena jenis makanan dan minuman tersebut dapat mengiritasi saluran kemih dan kandung kemih, sehingga membuat anyang-anyangan sulit membaik.

5. Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman

Bakteri tumbuh subur di area yang lembap dan hangat. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari menggunakan skinny jeans atau celana ketat, setidaknya sampai anyang-anyangan hilang.

Sebagai gantinya, kenakan rok atau celana yang longgar, dan kenakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik. Dengan begitu, sirkulasi udara di area sensitif akan terjaga, sehingga pertumbuhan bakteri berkurang.

6. Konsumsi cranberry

Cranberry sudah digunakan sejak lama sebagai pengobatan alami untuk infeksi saluran kemih, termasuk untuk meredakan gejala anyang-anyangan yang muncul. Hal ini dikarenakan cranberry mengandung zat yang disebut proanthocyanidins. Zat ini berfungsi mencegah bakteri penyebab infeksi menempel pada dinding saluran kemih, sehingga bisa meringankan dan mencegah keluhan anyang-anyangan.

Untuk mendapat manfaat dari cranberry tersebut, Anda bisa mengonsumsinya secara langsung atau mengolahnya menjadi jus. Anda juga bisa mengonsumsi ekstrak cranberry yang kini sudah banyak dijual bebas.

Jika anyang-anyangan tidak juga membaik meski Anda sudah melakukan berbagai cara di atas, sebaiknya periksakan ke dokter urologi. Dokter akan melakukan pemeriksaan, seperti tes urine, USG, atau foto Rontgen saluran kemih, untuk menentukan penyebabnya.

Jika anyang-anyangan disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik. Sedangkan untuk mengatasi rasa sakitnya, dokter bisa memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, diclofenac, atau asam mefenamat.