Attention span adalah kemampuan seseorang untuk mempertahankan fokus pada suatu aktivitas atau informasi dalam jangka waktu tertentu. Kemampuan ini berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari belajar dan bekerja hingga menyelesaikan tugas sehari-hari.

Di era digital yang penuh dengan distraksi, mempertahankan attention span menjadi tantangan bagi banyak orang, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Beragam notifikasi, media sosial, dan kebiasaan menggunakan gadget secara berlebihan dapat membuat seseorang lebih mudah kehilangan fokus.

Attention Span, Kenali Penyebab Fokus Mudah Buyar dan Tips Mengatasinya - Alodokter

Attention span sering kali disamakan dengan konsentrasi, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian pada suatu hal, sedangkan attention span mengacu pada lamanya seseorang mampu mempertahankan fokus tersebut sebelum akhirnya terdistraksi.

Pada dasarnya, tidak ada patokan pasti mengenai berapa lama attention span yang ideal. Lamanya seseorang mampu mempertahankan fokus dapat berbeda-beda. Namun, orang dengan attention span yang baik umumnya mampu tetap fokus hingga tugas yang sedang dikerjakan selesai tanpa sering terdistraksi.

Penyebab Attention Span Pendek dan Dampaknya

Attention span yang pendek dapat membuat seseorang lebih sulit menyelesaikan tugas, mudah melakukan kesalahan, sulit menyerap informasi, hingga menurunkan produktivitas. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini juga dapat memicu stres serta memengaruhi prestasi belajar, pekerjaan, maupun kualitas hidup.

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan attention span menjadi lebih pendek, antara lain:

1. Terlalu sering menggunakan gadget atau media sosial

Kebiasaan berpindah-pindah aplikasi, melihat notifikasi, atau menonton video berdurasi pendek secara terus-menerus dapat membuat otak terbiasa menerima informasi dengan cepat. Akibatnya, kemampuan untuk mempertahankan fokus pada satu aktivitas dalam waktu yang lama bisa menurun.

2. Kurang tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan otak menjadi lebih mudah lelah sehingga sulit berkonsentrasi dan lebih mudah terdistraksi. Oleh karena itu, orang yang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup umumnya memiliki attention span yang lebih pendek.

3. Stres atau kecemasan

Saat sedang stres atau cemas, pikiran cenderung dipenuhi berbagai kekhawatiran, sehingga perhatian mudah teralihkan. Kondisi ini dapat membuat seseorang sulit fokus saat belajar, bekerja, atau melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Lingkungan yang penuh distraksi

Suasana yang ramai, bising, atau sering diselingi gangguan, seperti notifikasi ponsel maupun percakapan di sekitar, dapat membuat perhatian mudah terpecah dan mengurangi kemampuan untuk tetap fokus.

5. Asupan nutrisi yang kurang

Kekurangan zat gizi tertentu, seperti asam lemak omega-3, zat besi, vitamin B12, dan folat, dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk kemampuan untuk mempertahankan perhatian dan fokus.

6. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis, seperti ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan tidur, dapat menyebabkan seseorang lebih sulit mempertahankan fokus dalam jangka waktu yang lama.

Tips Meningkatkan Attention Span

Attention span dapat dilatih dan ditingkatkan dengan menerapkan kebiasaan yang mendukung kesehatan otak serta mengurangi berbagai sumber distraksi. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

1. Batasi penggunaan gadget

Kurangi kebiasaan berganti-ganti aplikasi atau terlalu sering mengecek notifikasi. Anda juga dapat mengaktifkan mode fokus (focus mode) atau menonaktifkan notifikasi yang tidak penting agar perhatian tidak mudah teralihkan.

2. Fokus pada satu tugas dalam satu waktu

Hindari mengerjakan banyak tugas sekaligus (multitasking) karena dapat membuat perhatian mudah terpecah. Sebisa mungkin, selesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas berikutnya agar fokus tetap terjaga.

3. Terapkan teknik Pomodoro

Bagi waktu bekerja atau belajar menjadi beberapa sesi, misalnya 25 menit fokus dan 5 menit istirahat. Teknik ini dapat membantu menjaga konsentrasi, mengurangi rasa lelah, dan membuat otak tetap segar saat menyelesaikan tugas.

4. Tidur yang cukup dan teratur

Kurang tidur dapat mengganggu fungsi otak, termasuk kemampuan untuk fokus dan mengingat informasi. Oleh karena itu, usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam bagi orang dewasa.

Agar lebih cepat terlelap dan tidur lebih nyenyak, biasakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, hindari penggunaan gadget setidaknya 30–60 menit sebelum tidur, batasi konsumsi kafein pada sore atau malam hari, serta ciptakan suasana kamar yang nyaman, gelap, tenang, dan sejuk.

5. Konsumsi makanan bergizi

Penuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, zat besi, vitamin B, serta antioksidan. Berbagai nutrisi tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan mendukung fungsi kognitif, termasuk kemampuan mempertahankan perhatian.

Anda dapat memperoleh nutrisi tersebut dari ikan berlemak ( salmon, sarden, dan tuna), telur, daging tanpa lemak, hati, kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan produk olahannya, serta buah dan sayuran, seperti bayam, brokoli, blueberry, dan jeruk. 

6. Latih fokus dengan mindfulness

Meditasi mindfulness, latihan pernapasan, atau latihan kesadaran penuh dapat membantu melatih otak agar lebih mudah mengendalikan perhatian dan mengurangi gangguan dari pikiran maupun lingkungan sekitar.

Anda dapat memulainya dengan duduk dalam posisi yang nyaman, lalu fokus pada irama napas selama 5–10 menit. Jika pikiran mulai mengembara, arahkan kembali perhatian ke napas secara perlahan tanpa menghakimi diri sendiri. Lakukan latihan ini secara rutin agar kemampuan fokus dan perhatian dapat meningkat secara bertahap. 

7. Ciptakan lingkungan yang kondusif

Belajar atau bekerja di tempat yang tenang, memiliki pencahayaan yang baik, dan minim gangguan dapat membantu Anda mempertahankan fokus lebih lama. Jika memungkinkan, jauhkan ponsel atau benda lain yang berpotensi mengalihkan perhatian selama mengerjakan tugas.

Attention span yang baik dapat membantu Anda belajar dan bekerja lebih efektif, meningkatkan produktivitas, serta mendukung prestasi dan kualitas hidup secara keseluruhan. Meski tidak bisa ditingkatkan secara instan, kemampuan ini dapat dilatih secara bertahap melalui perubahan kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.

Selain menerapkan berbagai tips di atas, jangan lupa untuk memberi waktu istirahat di sela-sela aktivitas, terutama saat mulai merasa lelah atau jenuh. Beristirahat sejenak dapat membantu otak kembali segar, sehingga Anda lebih mudah mempertahankan fokus saat melanjutkan pekerjaan atau belajar.

Jika attention span terasa semakin pendek hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain, seperti sulit berkonsentrasi sejak lama, mudah lupa, gelisah, atau sulit menyelesaikan tugas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Anda juga dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.