Antibiotik untuk diare umumnya diberikan bila diare yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri. Penggunaan obat ini sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan dan harus sesuai instruksi dokter. Bila tidak digunakan dengan tepat, beberapa efek samping mungkin saja dapat Anda alami. 

Diare dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi virus maupun bakteri, intoleransi laktosa, alergi makanan, hingga keracunan makanan. Diare karena infeksi virus paling sering disebabkan oleh rotavirus dan norovirus, serta dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.

 

 

 

Aturan Mengonsumsi Obat Antibiotik untuk Diare - Alodokter

Sementara itu, diare yang disebabkan oleh bakteri dapat terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri E. Coli, Salmonella, Shigella, dan Campylobacter. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk mengatasi kondisi ini.

Diare yang Parah atau Terus Menerus

Pemberian obat antibiotik untuk diare sebenarnya tidak selalu diperlukan, karena sebagian besar diare disebabkan oleh virus dan dapat sembuh sendiri dalam waktu 3–5 hari, meski tanpa obat. Pemberian antibiotik tidak akan efektif untuk mengatasi diare yang disebabkan oleh infeksi virus.

Obat antibiotik baru diberikan apabila diare disebabkan oleh infeksi bakteri, diare cukup parah dan berisiko menular ke orang lain, atau jika penderitanya memiliki penyakit penyerta yang bersifat serius. Jenis obat antibiotik untuk diare yang umumnya diberikan adalah  ciprofloxacin dan metronidazole.

Namun perlu dicatat, obat antibiotik tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Pemberian antibiotik untuk diare harus melalui konsultasi atau dengan pengawasan dokter karena tidak semua kasus diare memerlukan antibiotik.

Selain tidak bermanfaat, pemberian antibiotik yang tidak tepat juga dapat berbahaya, karena dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap pengobatan tersebut. Tak hanya itu, efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antibiotik juga tidak sedikit, termasuk menyebabkan diare bertambah berat.

Cara Sederhana Mengatasi Diare di Rumah

Sebagai langkah awal untuk mengatasi diare dan mencegah dehidrasi, Anda dapat mencoba melakukan langkah-langkah sederhana di rumah berikut ini:

Mencukupi asupan cairan

Perbanyak konsumsi air, namun minumlah sedikit demi sedikit. Jaga agar asupan cairan mencapai setidaknya 1 liter per jam selama diare masih berlangsung.

Namun, pada penderita penyakit ginjal, hati, dan jantung yang diharuskan untuk membatasi asupan cairan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dokter akan membantu mencari cara untuk memenuhi asupan cairan selama penderita mengalami diare.

Hindari konsumsi susu, makanan pedas, buah, dan kafein

Selama diare, hindari konsumsi susu setidaknya 3 hari setelah gejala diare hilang. Hindari pula makanan pedas, buah-buahan, alkohol, dan kafein hingga 48 jam setelah gejala diare hilang.

Sebagai gantinya, konsumsi keju atau yoghurt yang mengandung probiotik. Selain itu, mengonsumsi biskuit yang mengandung garam juga dianjurkan selama diare.

Meski sebagian besar diare dapat sembuh dengan sendirinya tanpa antibiotik, namun Anda perlu tetap waspada. Segera periksakan diri ke dokter bila diare telah berlangsung selama lebih dari 2 hari atau disertai gejala lain, seperti

Pemberian antibiotik untuk diare merupakan pilihan pengobatan guna mengatasi diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski demikian, konsumsi obat antibiotik harus selalu berdasarkan rekomendasi dan dalam pengawasan dokter untuk memastikan jenis dan dosis antibiotik yang digunakan sudah tepat.

Selain itu, konsumsilah antibiotik sampai habis sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang diberikan dokter.