Jenggot sering dijadikan pertanda kejantanan seorang pria, namun tidak sedikit pula yang enggan memeliharanya dengan alasan tidak higienis. Tidak tanggung-tanggung, ada sebagian orang yang malah menyebutkan bahwa jenggot gatal bisa lebih banyak mengandung kuman dibandingkan ruang toilet.

Tak sedikit pria memelihara jenggot untuk alasan memperbaiki penampilan, atau karena adat istiadat tertentu. Menumbuhkan jenggot memiliki keuntungan dan juga risiko tersendiri, salah satunya adalah timbulnya jenggot gatal. Ada juga yang tidak suka menumbuhkan jenggot karena menganggap dapat membuat kuman tumbuh lebih banyak di wajah. Apa pun alasannya, tumbuhnya jenggot sebetulnya merupakan hal yang normal pada tubuh pria karena aktivitas hormon testosteron.

Jenggot Gatal Bisa Jadi Tempat Bermukim Kutu dan Kurap - Alodokter

Penyebab Jenggot Gatal

Meski demikian, faktanya ada beberapa masalah kesehatan yang bisa menimpa jenggot bila tidak dirawat dengan baik sehingga menimbulkan gatal pada jenggot. Beberapa hal di bawah ini merupakan penyebab munculnya jenggot gatal:

  • Kutu kemaluan

Kutu kemaluan merupakan serangga kecil yang lebih suka hidup pada rambut manusia yang lebih kasar, seperti rambut kemaluan. Namun, terkadang kutu kemaluan juga bisa menghinggapi rambut pada wajah, misalnya jenggot dan kumis. Walau jarang, kutu kemaluan juga bisa terdapat pada alis dan bulu mata.

Kontak fisik dan seksual bisa menjadi media perpindahan kutu kemaluan, misalnya saat berpelukan atau berciuman. Kutu yang membuat jenggot gatal ini juga bisa menyebar melalui benda-benda pribadi, seperti pakaian, handuk, dan selimut yang dipakai bersama dengan orang lain.

  • Kurap

Jika pada jenggot yang gatal muncul ruam yang bersisik dengan bentuk bulat atau oval, kemungkinan adalah kurap. Kurap pada jenggot disebut juga dengan tinea barbae. Tepian kurap biasanya lebih gelap atau kemerahan, sementara pusatnya memiliki warna lebih terang sehingga berbentuk seperti cincin. Hanya saja, tidak selamanya kurap pada jenggot memiliki pola yang sama.

Pada tingkatan yang parah, kurap pada jenggot mengalami peradangan, memerah, berkerak, bengkak, dan disertai dengan tonjolan seperti lepuhan. Jika tidak segera diobati, kurap pada jenggot bisa menimbulkan jaringan parut permanen.

  • Dermatitis seboroik

Salah satu penyebab jenggot gatal adalah kondisi kulit yang disebut dermatitis seboroik. Kondisi ini membuat kulit gatal, mengelupas, dan muncul ketombe pada daerah berambut, seperti kulit kepala dan jenggot. Penyakit kulit ini cenderung lebih sering terjadi pada orang dengan kulit berminyak.

  • Folikulitis

Merupakan kondisi di mana terjadi radang pada folikel rambut. Jenggot gatal karena folikulitis dapat disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori dan folikel rambut di jenggot sehingga muncul infeksi bakteri, virus, hingga jamur. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh tersumbatnya rambut di dalam folikel sehingga melukai pori-pori kulit, dan disebut sebagai pseudofolikulitis.

Tanda radang folikel rambut jenggot ini adalah terbentuknya benjolan seperti jerawat yang nyeri atau gatal, kemerahan, dan terdapat nanah.

Mengingat jenggot gatal bisa menjadi tempat untuk kutu kemaluan dan kurap, maka orang yang memelihara jenggot harus memastikan kebersihannya. Selain menjaga kebersihan jenggot, pastikan juga untuk menghindari perilaku yang bisa menyebabkan terjangkitnya berbagai penyakit di atas.

Apabila saat memelihara jenggot, Anda sering berurusan dengan kondisi di atas, sebaiknya berkonsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.