Back dimples kerap menarik perhatian dan sering dianggap sebagai keunikan fisik yang menambah daya tarik seseorang. Meski banyak yang mengaitkannya dengan kecantikan atau kebugaran, sebenarnya kemunculan back dimples jauh lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dan anatomi tubuh, bukan gaya hidup.
Back dimples atau dikenal sebagai dimples of Venus merupakan dua lekukan kecil yang tampak simetris di bagian bawah punggung, tepat di atas bokong. Ciri fisik ini kerap menarik perhatian dan menimbulkan rasa penasaran. Pasalnya, di balik tampilannya yang unik, masih beredar berbagai mitos dan persepsi yang belum tentu benar.

Fakta di Balik Back Dimples
Berikut ini adalah beberapa fakta medis penting seputar penyebab munculnya back dimples:
1. Dipengaruhi oleh struktur anatomi tubuh
Back dimples terbentuk akibat lekukan alami pada kulit di area sendi sakroiliaka, yaitu titik pertemuan antara tulang sakrum (bagian bawah tulang belakang) dan tulang panggul. Pada area ini, lapisan jaringan kulit dan lemak cenderung lebih tipis, sehingga bentuk tulang dan ligamen di bawahnya tampak lebih jelas.
Kondisi tersebut membuat lekukan terlihat menonjol, terutama pada orang dengan struktur panggul tertentu atau distribusi lemak tubuh yang lebih sedikit di punggung bawah. Dengan demikian, back dimples pada dasarnya merupakan hasil kombinasi antara struktur tulang, ligamen, dan ketebalan jaringan lemak di area tersebut.
2. Berkaitan dengan faktor genetik
Kemunculan back dimples sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki lekukan serupa di punggung bawah, kemungkinan Anda untuk memilikinya juga cenderung lebih besar.
Hal ini karena gen berperan dalam menentukan bentuk dan struktur tulang, ligamen, serta distribusi lemak tubuh yang dapat memunculkan lekukan tersebut.
Meski begitu, tidak semua anggota keluarga pasti memiliki back dimples. Dalam beberapa kasus, sifat ini bisa tidak muncul pada satu generasi dan kembali terlihat pada generasi berikutnya, atau dipengaruhi oleh faktor lain selama proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
3. Tidak berkaitan langsung dengan berat badan atau kebugaran
Banyak orang mengira back dimples hanya dimiliki oleh mereka yang bertubuh kurus, bugar, atau rutin berolahraga. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Lekukan ini dapat muncul pada siapa saja, baik dengan berat badan normal maupun sedikit berlebih, selama struktur tulang dan ligamennya mendukung.
Sebaliknya, menjaga pola makan dan rajin berolahraga tidak serta-merta membuat back dimples muncul jika faktor genetik dan anatomi tidak menunjang. Oleh karena itu, keberadaan lekukan ini tidak bisa dijadikan tolok ukur kebugaran maupun tingkat kesehatan seseorang.
4. Bukan tanda penyakit
Back dimples bukanlah tanda adanya penyakit serius, kelainan, atau gangguan kesehatan tertentu. Lekukan ini merupakan variasi bentuk tubuh yang normal dan umum ditemukan pada sebagian orang.
Selama tidak disertai keluhan lain, seperti nyeri hebat, bengkak, kemerahan, atau perubahan warna kulit, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika gejala-gejala tersebut muncul, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang mendasarinya.
5. Dapat muncul pada pria maupun wanita
Meskipun istilah dimples of Venus sering dikaitkan dengan wanita, back dimples juga dapat dimiliki oleh pria. Perbedaannya umumnya terletak pada kedalaman, posisi, dan bentuk lekukan. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh struktur anatomi serta distribusi lemak tubuh yang berbeda antara pria dan wanita.
Pada wanita, lekukan biasanya tampak lebih jelas karena bentuk panggul yang cenderung lebih lebar. Sementara itu, pada pria, back dimples bisa terlihat lebih samar. Meski demikian, pada keduanya lekukan ini tidak memiliki dampak khusus terhadap kesehatan.
Jadi, back dimples merupakan ciri fisik unik yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik daripada gaya hidup atau kebugaran. Lekukan ini tidak memengaruhi fungsi otot, saraf, maupun organ di area punggung bawah.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan antara back dimples dengan gangguan tulang belakang, saraf, atau nyeri punggung.
Selain itu, tidak ada olahraga atau latihan tertentu yang dapat membentuk lekukan ini jika struktur anatomi dan faktor genetik tidak mendukung. Meski begitu, menjaga kebugaran tubuh tetap penting untuk kesehatan secara keseluruhan.
Jika memiliki back dimples dan tidak mengalami keluhan, Anda tidak perlu khawatir. Namun, konsultasikan ke dokter bila ada gejala atau perubahan pada area tersebut agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk konsultasi secara praktis dan mendapatkan penjelasan langsung sesuai keluhan Anda.