Cedera ligamen lutut dapat terjadi terutama saat Anda berolahraga atau beraktivitas fisik berat. Sebagian cedera lutut berisiko membuat fungsi lutut terganggu. Salah satu akibatnya, kekuatan lutut untuk menopang tubuh menjadi berkurang.

Lutut adalah bagian tubuh yang bekerja keras saat Anda beraktivitas, terutama saat melakukan olahraga seperti lari. Beban pada lutut saat bekerja keras dapat menyebabkan cedera pada ligamen lutut. Ligamen adalah pita-pita keras yang menghubungkan tulang dengan tulang di dalam tubuh.

Cedera Ligamen Lutut Bisa Bersifat Permanen - Alodokter

Penyebab Cedera Ligamen Lutut

Ligamen pada lutut adalah ligamen yang rentan mengalami cedera dan dapat menyebabkan perubahan permanen pada kemampuan gerak seseorang. Cedera yang sering dialami para atlet ini dapat juga dialami oleh siapa pun yang melakukan atau mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Lutut terkena pukulan atau benturan keras.
  • Memutar lutut dengan telapak kaki tetap berpijak di tanah.
  • Memindahkan beban berat badan dari satu kaki ke kaki lain secara tiba-tiba.
  • Melebarkan lutut terlalu jauh.
  • Melompat dan mendarat dengan lutut tertekuk.
  • Tiba-tiba berhenti saat berlari.

Cedera ligamen lutut dapat menyebabkan nyeri secara tiba-tiba, pembengkakan lutut, terdengar bunyi berderak dari lutut yang cedera, sendi lutut terasa longgar, dan nyeri tiap kali mengangkat beban.

Pemeriksaan untuk mendeteksi cedera dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter ditambah pemeriksaan penunjang dengan Rontgen atau MRI. Pada sebagian kasus, dokter mungkin akan menggunakan jarum untuk menyedot dan mengeringkan darah di dalam lutut yang membengkak.

Cedera Lutut Tidak Bisa Pulih dengan Sendirinya

Jika tidak segera ditangani, dampak cedera ligamen lutut ini dapat terasa Ligamen yang cedera jangan didiamkan, tapi segeralah lakukan perawatan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan:

  • Kompres lutut dengan es batu yang dibungkus kain. Tempatkan kompres selama 20-30 menit setiap empat jam sekali.
  • Istirahatkan lutut dengan tidak membuatnya menanggung beban berlebihan.
  • Saat berbaring, naikkan lutut di atas bantal.
  • Jika dibutuhkan, konsumsi obat pereda nyeri.
  • Kenakan pelindung lutut untuk mencegah cedera lebih lanjut. Anda bisa menggunakan perban untuk mengistirahatkan dan melindungi lutut, namun jangan dibebat terlalu kencang.
  • Dokter mungkin akan mengajak Anda untuk mempraktikkan peregangan dan gerakan untuk melatih kekuatan.
  • Fisioterapi mungkin diperlukan atas anjuran dokter.

Cepat atau lambatnya masa pemulihan bergantung kepada tingkat keparahan cedera dan penanganan yang diberikan. Pada sebagian jenis cedera, seperti anterior cruciate ligament (ACL) dan posterior cruciate ligament (PCL) yang robek, diperlukan operasi rekonstruksi untuk pulih. Ligamen ini menghubungkan tulang paha dengan tulang tibia atau tulang kering (salah satu tulang tungkai bagian bawah).

Cedera ACL sangat umum di antara semua bentuk cedera olahraga. Cedera pada ligamen lutut ini tidak dapat diperbaiki total dan hanya bisa direkonstruksi. Operasi rekonstruksi berpeluang mengembalikan lebih dari 80 persen fungsi lutut. Dengan kata lain, tidak akan sepenuhnya sama seperti sebelum cedera. Pasien juga mungkin akan tetap mengalami nyeri dan pembengkakan. Selain itu, operasi rekonstruksi yang dilakukan juga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan lain, seperti infeksi dan pembekuan darah.

Setelah mendapat penanganan, hindari terburu-buru kembali beraktivitas seaktif sebelumnya, sampai lutut Anda kembali pada kondisi berikut:

  • Tidak ada pembengkakan lagi.
  • Lutut yang cedera sama kuatnya dengan yang tidak cedera.
  • Tidak terasa nyeri pada lutut saat berjalan, berlari, dan melompat.
  • Dapat menekuk dan meluruskan lutut tanpa merasa sakit.

Jangan sepelekan masa pemulihan, karena jika Anda terburu-buru beraktivitas seperti semula saat lutut belum benar-benar sembuh, akan berisiko terjadi cedera lutut yang permanen.

Oleh karenanya, penting untuk mencegah cedera ligamen lutut ini sebelum terjadi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pemanasan sebelum berolahraga atau beraktivitas, melakukan peregangan dan latihan kekuatan secara teratur untuk menjaga fleksibilitas otot, dan hindari menambah intensitas olahraga secara tiba-tiba.

Jika terjadi cedera lutut saat berolahraga atau beraktivitas dan tidak segera membaik setelah beristirahat, terlebih jika cedera tersebut menyebabkan sulit berjalan, tidak dapat meluruskan atau menekuk lutut, lutut bengkak parah, atau terdapat nyeri berat yang tak tertahankan, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat cepat ditangani.