Sebagian ibu hamil tidak bisa menghindari persalinan dengan operasi caesar karena alasan medis tertentu. Namun, tidak sedikit juga ibu hamil yang memilih melahirkan dengan operasi caesar karena dianggap lebih nyaman. Padahal, operasi caesar memiliki beberapa risiko yang perlu diwaspadai.  

Waktu persalinan setiap wanita berbeda-beda. Ada yang cepat, ada juga yang lama. Rata-rata ibu yang baru pertama kali melahirkan membutuhkan waktu sekitar 12-17 jam untuk bersalin, sedangkan ibu yang sudah pernah melahirkan biasanya membutuhkan waktu yang lebih cepat.

Cara Menghindari Persalinan dengan Operasi Caesar - Alodokter

Waktu persalinan ini terhitung sejak tanda-tanda persalinan mulai dirasakan hingga bayi dan plasenta selesai dilahirkan.

Karena waktu persalinan yang lama dan rasa nyeri yang dirasakan saat bersalin, banyak ibu hamil akhirnya memilih untuk menjalani operasi caesar. Padahal, beberapa riset menunjukkan bahwa risiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi setelah operasi caesar lebih besar daripada risikonya jika melahirkan normal.

Bagaimana Cara Menghindari Persalinan Caesar?

Operasi caesar atas alasan medis memang hampir tidak bisa dihindari. Namun apabila selama hamil kondisi Anda dan janin sehat, sebaiknya pertimbangkan dengan matang sebelum memilih untuk melahirkan dengan operasi caesar.

Untuk menghindari hal-hal yang membuat Anda perlu melahirkan secara caesar, cobalah lakukan beberapa langkah berikut ini:

1. Memilih dokter kandungan yang tepat

Hal pertama yang perlu dilakukan saat mengetahui diri Anda hamil adalah memilih dokter kandungan yang tepat. Anda bisa mendapatkan rekomendasi dokter kandung dari keluarga, teman, dokter keluarga, atau dari website kesehatan yang terpercaya.

Setelah menentukan ke dokter mana Anda akan berkonsultasi, rutinlah melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal yang ditentukan dokter.

Saat menjalani pemeriksaan kandungan, konsultasikan dengan dokter terkait metode persalinan yang Anda pilih dan tanyakan anjuran apa yang bisa Anda ikuti agar tidak perlu melahirkan secara caesar.

Jika sulit menemui dokter kandungan, Anda juga bisa memeriksakan kehamilan ke bidan. Namun bila kondisi kehamilan Anda bermasalah atau terdapat gangguan yang berpotensi mempersulit persalinan, bidan tetap akan merujuk Anda ke dokter kandungan.

2. Mempelajari proses melahirkan normal sejak awal kehamilan

Cari tahu informasi seputar kehamilan dan persiapan persalinan dari situs kesehatan, buku, atau mengikuti kelas kehamilan.

Di kelas kehamilan, Anda akan mempelajari banyak hal seputar persiapan persalinan normal, mulai dari tips menjaga kesehatan selama hamil hingga latihan relaksasi dan pernapasan untuk menghadapi persalinan normal.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti grup atau komunitas ibu hamil yang pernah atau berencana untuk melahirkan normal. Ini dapat membuat Anda lebih tenang dan percaya diri dalam menghadapi proses persalinan normal.

3. Menjaga berat badan selama masa kehamilan

Menjaga berat badan penting dilakukan saat hamil karena berat tubuh yang berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan selama hamil dan bersalin, misalnya diabetes gestasional dan persalinan lama. Hal-hal tersebut bisa membuat ibu hamil perlu melahirkan dengan operasi caesar.

Untuk mendapat berat tubuh yang ideal selama hamil, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

  • Terapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang
    Selain memberikan energi dan nutrisi bagi Anda dan janin di dalam kandungan, pola makan sehat saat hamil juga penting dijalani untuk mencegah obesitas selama hamil.
    Pola makan sehat dengan gizi seimbang bisa dipenuhi dengan membiasakan untuk mengonsumsi biji-bijian, seperti oatmeal dan roti gandum, memperbanyak asupan buah, sayur yang dimasak, makanan berprotein tinggi, seperti daging, ikan, kedelai, dan telur, serta lemak sehat.
    Lengkapi juga kebutuhan gizi selama hamil dengan mengonsumsi susu atau produk olahannya seperti yoghurt dan keju.
  • Olahraga teratur
    Jenis olahraga kehamilan yang bisa Anda lakukan adalah berjalan kaki, berenang, senam hamil, latihan Kegel, pilates, atau yoga.
    Yoga untuk ibu hamil terbukti dapat memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi stres. Selain itu, yoga juga membuat otot-otot tubuh menjadi lebih kuat dan lentur, sehingga dapat mempermudah proses melahirkan normal.
    Meski demikian, tetaplah berhati-hati dalam memilih jenis olahraga saat hamil, agar tidak terjadi cedera. Untuk menentukan jenis olahraga yang aman dilakukan selama hamil, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

4. Cukup istirahat selama hamil dan menjelang persalinan

Waktu tidur dan istirahat selama hamil juga dapat memengaruhi proses persalinan. Kurang tidur dan istirahat dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti preeklamsia  dan kelahiran prematur, yang memicu persalinan caesar.

Di sisi lain, Anda mungkin akan lebih sulit tidur saat hamil, terutama saat perut sudah semakin membesar. Cobalah berbaring dengan posisi yang nyaman, misalnya miring ke kiri dengan kaki ditekuk. Anda juga bisa menggunakan beberapa bantal untuk menyangga punggung agar lebih nyaman.

5. Hindari induksi persalinan jika memungkinkan

Upayakan untuk menghindari induksi persalinan bila Anda dan bayi dalam kondisi sehat dan mampu menempuh persalinan secara normal. Penelitian menunjukkan bahwa induksi selama proses persalinan dapat memperbesar kemungkinan diperlukannya operasi caesar.

Untuk memastikan Anda dapat melahirkan normal, lakukanlah pemeriksaan kandungan secara berkala ke dokter. Apabila kondisi Anda dan janin sehat, pilihan untuk menghindari operasi caesar bisa diprioritaskan.

Namun jika terdapat indikasi yang mengharuskan persalinan ditempuh dengan cara operasi caesar, maka Anda tidak perlu khawatir. Selama operasi caesar hingga setelahnya, dokter akan selalu memantau kondisi Anda dan memberikan penanganan untuk mencegah serta mengatasi komplikasi yang mungkin terjadi.