Terapi urine telah digunakan sejak lama sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai gejala dan penyakit. Namun, efektivitas dan keamanan terapi urine masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Lantas, bagaimana pandangan medis terkait terapi urine ini?

Terapi urine (urotherapy) adalah praktik pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara meminum atau mengoles kulit dengan urine sendiri. Terapi ini sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu di beberapa negara, seperti Mesir, Cina, dan India.

Mitos Seputar Terapi Urine dan Faktanya dari Sisi Medis - Alodokter

Urine dipercaya dapat mengobati berbagai keluhan, seperti asma, radang sendi, dan jerawat, serta menghilangkan racun sengatan ubur-ubur. Meski ada sebagian masyarakat yang mencobanya, tetapi keberhasilan terapi urine masih belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pandangan Medis Terkait Mitos Terapi Urine yang Perlu Diketahui

Berikut ini adalah pandangan medis terkait mitos manfaat terapi urine untuk kesehatan:

Mencegah pertumbuhan sel kanker

Beredar mitos bahwa urine dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, sebab protein pemicu tumor tertentu terdapat dalam urine. Oleh karena itu, mengonsumsi urine dipercaya dapat memicu tubuh memproduksi antibodi untuk melawan protein penyebab kanker.

Mengobati jerawat

Mengoleskan urine di kulit wajah dipercaya dapat mengeringkan dan mengobati jerawat. Kandungan urea di dalam urine dianggap dapat meningkatkan kelembapan kulit, melembutkan lapisan luar kulit, dan mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit wajah yang bisa menjadi penyebab jerawat.

Faktanya, kandungan urea pada urine tentu berbeda dengan kandungan urea pada produk perawatan kulit wajah, seperti krim atau pelembap kulit. Bahkan, mengoleskan urine pada kulit dapat memicu terjadinya infeksi dan membuat kulit mudah terluka.

Meski banyak yang mempraktikkan dan menyatakan keberhasilan terapi urine, bukti secara medis yang mendukung pernyataan ini masih sangat minim sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Mengobati luka akibat sengatan ubur-ubur

Urine juga sudah sejak lama digunakan untuk menghilangkan racun yang berasal dari sengatan ubur-ubur di kulit. Kandungan amonia dan urea di dalam urine diyakini dapat meredakan luka akibat sengatan ubur-ubur.

Namun, perlu diingat bahwa urine juga mengandung natrium yang justru dapat memperburuk luka akibat sengatan ubur-ubur.

Oleh karena itu, jika Anda tersengat ubur-ubur, langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah melepas tentakel secara perlahan. Selanjutnya, bersihkan bagian kulit yang terluka dengan air hangat atau air mengalir, kemudian oleskan salep pereda nyeri yang dapat dibeli secara bebas.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat terapi urine untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan masih menjadi perdebatan, serta belum ada bukti ilmiah yang mendukung efektivitas dan keamanan terapi urine untuk kesehatan.

Jadi, sebelum Anda berencana melakukan terapi urine untuk mengatasi keluhan tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan keamanannya.