Bahaya Duduk Terlalu Lama Perlu Diwaspadai, Ini Cara Mencegahnya

Coba hitung, dalam sehari berapa lama kamu duduk? Mengetik di depan laptop kantor, berkendara berangkat dan pulang kantor, makan, dan nonton TV di rumah. Di akhir pekan, kamu kembali bermalas-malasan di tempat tidur. Hati-hati, ternyata sering duduk terlalu lama dapat membahayakan kesehatan.

Selain membuat otot dan sendi lebih lemah dan kaku karena kurang aktif bergerak, duduk terlalu lama juga dapat memperlambat metabolisme tubuh, sehingga memengaruhi kinerja tubuh dalam mengatur tekanan darah, kadar gula darah, dan memproses lemak. Penelitian mengungkap, orang dengan jenis pekerjaan tertentu, seperti sopir bus, berisiko dua kali lipat lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dibanding kondektur yang lebih banyak berdiri.

Bahaya Duduk Terlalu Lama Perlu Diwaspadai, Ini Cara Mencegahnya (1)

Risiko Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Sebenarnya belum ada hasil penelitian yang secara pasti mengungkap berapa jam sebaiknya seseorang paling lama duduk. Tetapi penelitian menunjukkan, duduk terlalu lama dalam jangka panjang dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit.

Berikut kondisi yang dapat dialami akibat terlalu banyak duduk:

  • Nyeri kronis

Duduk terlalu lama akan memengaruhi otot punggung dan pinggul, menyebabkan otot-otot tersebut menjadi pegal dan nyeri. Ditambah lagi, postur duduk yang tidak benar dapat menekan cakram pada tulang belakang yang menimbulkan nyeri menetap dalam jangka waktu lama (kronis).

  • Perut buncit

Duduk terlalu lama menyebabkan berkurangnya pelepasan molekul seperti lipoprotein lipase, yang mengolah lemak dan gula tubuh, serta lebih mungkin terkena sindrom metabolik. Ini alasan mengapa duduk terlalu lama bisa menyebabkan perut buncit dan bertambahnya berat badan.

  • Sakit punggung

Duduk terlalu lama berarti juga memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, otot punggung, dan leher. Menggunakan kursi ergonomis dapat membantu menjaga postur tubuh agar tetap nyaman. Meski demikian, tetap saja sebaiknya kamu tidak terlalu lama duduk, mengingat risiko lain yang dapat timbul.

  • Deep vein thrombosis (DVT)

Dapat diartikan sebagai trombosis vena dalam, yaitu penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena bagian dalam, umumnya terjadi pada area tungkai. Kondisi ini dapat menjadi serius jika gumpalan darah itu kemudian terlepas dan mengalir ke paru.

  • Osteoporosis

Osteoporosis adalah tulang rapuh karena kualitas kepadatan tulang yang menurun, terutama pada usia lanjut. Hal ini dapat membuat seseorang sulit beraktivitas, bahkan aktivitas sederhana seperti mandi.

  • Atrofi otot

Kaki dan bokong yang jarang digerakkan dapat menyebabkan atrofi otot, sehingga otot-otot tersebut menjadi lemah. Jika otot lemah, kamu lebih berisiko cidera.

  • Kanker

Meski alasannya belum dapat dipastikan, tapi riset menemukan adanya keterkaitan antara duduk terlalu lama dalam jangka panjang dengan meningkatnya risiko terkena beberapa jenis kanker, seperti kanker kandung kemih atau kanker usus.

  • Diabetes

Duduk terlalu lama dapat menurunkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, sehingga pembakaran karbohidrat dan gula untuk energi menjadi terganggu.

  • Penyakit  jantung

Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), termasuk stroke.

Yuk Bergerak Aktif

Bagi sebagian orang yang sulit untuk mengurangi waktu duduk saat bekerja atau beraktivitas, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari berbagai dampak terlalu lama duduk. Di antaranya adalah:

  • Pilih untuk berdiri saat pulang pergi beraktivitas dalam bus atau kereta.
  • Jika memungkinkan, kamu dapat memasang alarm untuk berdiri sejenak, atau berjalan-jalan sebentar, setiap setelah duduk selama 30 menit.
  • Gunakan tangga dibanding lift, jika hanya untuk turun atau naik 1-2 lantai.
  • Jika memungkinkan, kamu bisa mengetik sambil berdiri selama beberapa waktu.
  • Berdiri dan berjalan saat menelepon atau menghubungi rekan kerja.
  • Mengganti saluran TV dengan mendekati TV, dibanding menggunakan pengendali jarak jauh (remote control).
  • Lakukan hobi yang memungkinkan kamu aktif bergerak, seperti bersepeda, memasak, atau menari.
  • Membersihkan rumah dapat menjadi aktivitas sehat yang bermanfaat.
  • Anak-anak sebaiknya hanya menonton TV atau bermain video games maksimal 2 jam per hari.

Kamu dapat melakukan beberapa perubahan yang bisa kamu sesuaikan dengan aktivitasmu sehari-hari. Di samping itu, tetap lakukan olahraga secara teratur untuk membantu tubuh tetap bugar.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi