Melihat Si Kecil memoleskan pipi dengan blush on atau menggunakan lipstick memang menggemaskan, ya, Bun? Tapi Bunda perlu hati-hati. Jika anak sering menggunakan makeup, bisa muncul masalah pada kulitnya, lho.

Anak perempuan kerap meniru apa yang dilakukan ibunya. Jadi, jika Bunda hobi memakai makeup atau riasan di wajah, Si Kecil bisa saja penasaran dan akan mencoba memakaikan makeup ke wajahnya sendiri. Selain itu, warna-warna makeup yang begitu cerah memang bisa menarik anak-anak untuk mencobanya.

Bahaya yang Mengintai jika Anak Sering Menggunakan Makeup - Alodokter

Ini Bahaya Anak Sering Menggunakan Makeup

Makeup mengandung bahan kimia yang sebenarnya cukup aman untuk diaplikasikan pada kulit. Namun, tidak semua bahan tersebut baik digunakan oleh anak-anak, Bun. Hal ini karena kulit anak cenderung lebih tipis dan sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa, sehingga tidak bisa sembarangan terkena bahan kimia.

Umumnya, makeup mengandung pewangi yang bisa memicu reaksi alergi pada kulit anak, seperti gatal-gatal, panas, dan bengkak. Rasa gatal ini bisa membuat anak terus menggaruk kulit hingga luka. Tidak jarang, luka ini terinfeksi dan mengeluarkan nanah.

Tidak hanya itu, penggunaan makeup juga dapat menyebabkan penyumbatan pada pori-pori kulit, apalagi jika sisa makeup tidak dibersihkan dengan baik sehingga memicu peradangan kulit dan timbulnya jerawat.

Jika kerusakan kulit tergolong parah dan jerawat yang timbul cukup banyak, bukan tidak mungkin Si Kecil akan kehilangan rasa percaya dirinya. Hal ini bisa berdampak negatif pada kehidupan sosialnya atau bahkan prestasinya di sekolah.

Perlu diingat juga bahwa anak-anak cenderung lebih kesulitan dalam menahan keinginan untuk menyentuh jerawat mereka. Hal ini bisa berbahaya jika jerawat terletak di area atas bibir dan hidung (area segitiga), karena daerah ini dekat dengan pembuluh darah dan saraf yang langsung terhubung dengan otak.

Jika jerawat pada daerah ini terinfeksi, misalnya karena sering digaruk atau dipencet, bakteri bisa menyebar dengan cepat dan menyebabkan berbagai macam komplikasi, mulai dari selulitis, kelumpuhan otot wajah, hingga penyumbatan pembuluh darah otak yang bisa berakibat fatal.

Tips Menggunakan Makeup untuk Anak

Sebenarnya tidak ada salahnya jika anak ingin menggunakan makeup, terutama jika ia memang memiliki aktivitas yang mengharuskannya untuk menggunakan makeup, seperti kegiatan modelling atau menari. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan, yaitu:

  • Pastikan Bunda membeli makeup yang diformulasikan khusus untuk anak atau remaja.
  • Pilih makeup dengan bahan dasar alami, sehingga lebih aman untuk digunakan oleh Si Kecil.
  • Pastikan makeup yang dipakai Si Kecil telah memiliki izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
  • Hindari produk makeup berbahan dasar minyak karena bisa memicu jerawat.
  • Ganti peralatan makeup setiap 6–12 bulan sekali untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri.
  • Pastikan Si Kecil menghapus makeup dengan bersih dan mencuci wajah

Penggunaan makeup yang terlalu sering pada anak-anak bisa berdampak buruk bagi kesehatannya, terlebih jika makeup yang digunakan mengandung bahan kimia yang keras. Nah, supaya Si Kecil dapat tetap memakai makeup namun terhindar dari masalah kulit dan komplikasi yang berbahaya, terapkan cara-cara di atas, ya, Bun.

Selain itu, penting bagi Bunda untuk memberitahu Si Kecil bahwa makeup hanya berfungsi untuk memperbaiki penampilan, bukan untuk mengubah rupa. Jelaskan kepadanya bahwa dengan atau tanpa makeup, perempuan sejatinya adalah makhluk yang cantik.

Jika Si Kecil menunjukkan reaksi alergi atau berjerawat setelah menggunakan makeup, bawa ia ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Tanyakan kepada dokter mengenai bahan apa yang kira-kira memicu alergi Si Kecil, sehingga ke depannya Bunda bisa menghindari produk makeup dengan bahan tersebut.