Bangun tidur tangan kesemutan dapat terjadi karena posisi tidur yang menekan saraf atau menghambat aliran darah, sehingga menimbulkan sensasi kebas atau seperti tertusuk jarum. Meski umumnya tidak berbahaya, memahami penyebabnya bisa membantu Anda mencegah keluhan berulang dan mengenali tanda yang perlu diwaspadai.

Bangun tidur tangan kesemutan bisa dialami siapa saja dan sering kali berkaitan dengan hal-hal sederhana, seperti posisi tidur yang kurang tepat atau tekanan pada saraf. Meski begitu, keluhan ini juga dapat muncul lebih sering bila ada kondisi tertentu, seperti kekurangan vitamin atau gangguan saraf.

Bangun Tidur Tangan Kesemutan, Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Dengan memahami berbagai penyebabnya, Anda bisa mengetahui langkah yang tepat untuk mencegah atau mengurangi keluhan. 

Beberapa Penyebab Bangun Tidur Tangan Kesemutan

Berikut ini adalah beragam penyebab bangun tidur tangan kesemutan yang perlu Anda ketahui:

1. Posisi tidur yang menekan tangan terlalu lama

Posisi tidur yang membuat tangan tertindih atau tertekuk dapat menekan saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini memicu aliran darah berkurang sementara sehingga muncul sensasi kesemutan saat terbangun. 

Biasanya, keluhan akan mereda dalam beberapa menit setelah tangan digerakkan dan bukan termasuk kondisi berbahaya.

2. Sirkulasi darah yang terhambat

Tangan yang terselip di bawah tubuh atau bantal bisa membuat aliran darah melambat selama tidur. Ketika aliran darah kembali normal, muncul sensasi geli atau kebas yang terasa seperti ditusuk jarum. 

Keluhan ini sering terjadi pada orang yang tidur dengan posisi yang tidak stabil. Mengatur posisi tidur dapat membantu mencegahnya.

3. Sindrom lorong karpal

Tekanan pada saraf median di pergelangan tangan dapat menyebabkan kesemutan yang lebih sering muncul pada malam atau pagi hari. Penderitanya juga bisa merasakan nyeri atau kelemahan saat menggenggam benda. 

Kondisi ini lebih umum pada orang yang sering melakukan gerakan berulang dengan tangan. Penanganan biasanya mencakup perubahan aktivitas atau penggunaan wrist support.

4. Neuropati perifer

Penyebab bangun tidur tangan kesemutan selanjutnya adalah neuropati perifer. Kondisi ini terjadi karena adanya kerusakan saraf tepi yang dapat memicu keluhan, seperti mati rasa atau sensasi panas, yang terjadi berulang. Kondisi ini sering berkaitan dengan diabetes, kekurangan vitamin B12, atau efek samping obat tertentu. 

Saraf yang terganggu menjadi lebih sensitif sehingga kesemutan terasa lebih kuat dan bertahan lama. 

5. Cedera atau peradangan saraf

Cedera pada tangan, pergelangan, atau siku, dapat mengiritasi saraf sehingga menimbulkan kesemutan saat bangun tidur. Peradangan akibat aktivitas berlebih juga bisa membuat saraf lebih sensitif. 

Keluhan biasanya membaik setelah peradangan mereda. Namun, jika nyeri berat atau kelemahan muncul, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

6. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi, termasuk sendi pergelangan dan jari tangan. Peradangan ini dapat menekan saraf di sekitarnya, sehingga memicu kesemutan, kaku, atau nyeri saat bangun tidur.

Keluhan biasanya lebih terasa pada pagi hari dan dapat disertai pembengkakan serta kekakuan sendi yang berlangsung cukup lama.

7. Saraf kejepit (radikulopati servikal)

Saraf kejepit di area leher atau tulang belakang bagian atas dapat menyebabkan kesemutan yang menjalar hingga ke lengan dan tangan. Kondisi ini sering terjadi akibat perubahan posisi leher saat tidur, postur tubuh yang kurang baik, atau gangguan pada bantalan tulang belakang.

Selain kesemutan, penderitanya juga bisa merasakan nyeri leher, bahu, atau lengan, serta sensasi seperti tersetrum.

8. Penyakit tiroid (terutama hipotiroidisme)

Hipotiroidisme dapat memengaruhi fungsi saraf dan menyebabkan penumpukan cairan pada jaringan tubuh, termasuk di sekitar saraf tangan. Hal ini dapat menimbulkan tekanan pada saraf dan memicu keluhan kesemutan atau mati rasa saat bangun tidur.

Gejala lain yang sering menyertai meliputi mudah lelah, kulit kering, kenaikan berat badan, dan sensitivitas terhadap udara dingin.

Cara Mengatasi dan Mencegah Bangun Tidur Tangan Kesemutan

Sebagai langkah awal untuk meredakan keluhan dan mencegah kekambuhan, Anda bisa terapkan beberapa upaya sederhana berikut ini:

  • Mengubah posisi tidur agar tangan tidak tertindih atau tertekuk
  • Menggunakan bantal tambahan untuk menopang lengan saat tidur
  • Melakukan peregangan ringan pada tangan dan pergelangan sebelum tidur
  • Menghindari posisi pergelangan yang menekuk, misalnya dengan wrist support
  • Memenuhi kebutuhan vitamin B12 melalui makanan bergizi atau suplemen bila diperlukan
  • Mengelola kondisi medis yang dapat memicu kesemutan, seperti diabetes atau gangguan saraf
  • Menjalani fisioterapi sesuai arahan dokter dan terapis.

Pada beberapa kondisi, bangun tidur tangan kesemutan ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan menerapkan perawatan serta posisi tidur yang tepat. 

Namun, Anda perlu waspada bila keluhan tidak kunjung hilang atau justru sering kambuh-kambuhan disertai gejala lain, seperti kelemahan otot, nyeri hebat, mati rasa, hingga bengkak, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. 

Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter dapat memastikan penyebabnya dan memberikan penanganan sesuai kondisi, termasuk menyarankan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit terdekat.