Bunda mungkin berharap Si Kecil bisa tenang dan tertidur setelah disusui. Alih-alih tenang, justru ia malah gelisah atau bahkan menangis. Jangan langsung khawatir, Bun. Ketahui dulu apa saja kemungkinan penyebab bayi menangis setelah menyusu dan bagaimana cara mengatasinya.

Secara umum, bayi menangis setelah menyusu bila ia masih lapar atau merasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini bisa disebabkan oleh kondisi yang dapat Bunda tangani sendiri di rumah, namun bisa juga disebabkan oleh kondisi yang lebih serius dan memerlukan penanganan dokter.

Bayi Menangis Setelah Disusui? Ini Kemungkinan Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Menangis Setelah Disusui

Berikut ini adalah berbagai penyebab bayi menangis setelah menyusu dan cara mengatasinya.

1. Terlalu banyak udara yang masuk ke perut

Bila bayi menangis saat menyusu atau bila perlekatan antara mulut bayi dengan puting ibu kurang tepat, udara dapat masuk ke dalam lambung dan saluran cerna bayi. Kondisi ini akan membuat bayi kembung, tidak nyaman, dan akhirnya menangis.

Untuk mencegah hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan, yaitu:

  • Sendawakan Si Kecil setiap 5 menit sekali selama menyusu.
  • Sebisa mungkin susui Si Kecil sebelum ia sangat lapar.
  • Pastikan posisi bayi dan perlekatan antara puting dengan mulut bayi sudah benar.

Bila Si Kecil menyusu dari botol, pastikan dot botol susu memiliki lubang yang agak besar dan terisi penuh oleh susu. Dan satu lagi, hindari mengocok botol susu terlalu sering ya, Bun.

2. Gumoh

Gumoh sebenarnya normal dan biasanya terjadi bila bayi minum susu terlalu banyak. Selain itu, gumoh juga bisa dipicu oleh udara yang masuk ke lambung bayi ketika ia menyusu. Gumoh sering membuat bayi tidak nyaman sehingga ia menangis setelah menyusu.

Nah, untuk mencegahnya, posisikan tubuh bayi sedikit lebih tegak saat ia menyusu, sendawakan bayi setelah menyusu, dan gendong bayi dalam posisi tegak selama 30 menit setelah menyusu. Jangan langsung mengajaknya bermain atau merebahkannya.

3. Kolik

Kolik merupakan kondisi ketika bayi menangis tanpa sebab yang jelas dan biasanya dialami oleh bayi berusia kurang dari 3 bulan. Kolik sebenarnya merupakan hal yang wajar dan bisa mereda dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.

Meski demikian, jika Si Kecil terus-menerus rewel atau menangis, Bunda bisa mencoba beberapa cara berikut untuk mengatasinya:

  • Letakkan Si Kecil di pangkuan Bunda dan elus punggungnya.
  • Gendong Si Kecil dan lakukan gerakan mengayun dengan perlahan.
  • Bawa Si Kecil ke kamarnya yang tenang.
  • Berikan Si Kecil pijatan yang lembut dan ringan.

4. Penyakit asam lambung

Bunda mungkin mengira penyakit asam lambung hanya bisa diderita oleh remaja atau orang dewasa. Jangan salah, penyakit ini juga bisa dialami oleh bayi lho, Bun. Keluhannya bisa beragam, mulai dari bayi sering menangis setelah menyusu, bayi sering muntah atau batuk, hingga berat badan bayi tidak bertambah atau malah menurun.

Jika muncul keluhan tersebut, sebaiknya Bunda segera memeriksakan Si Kecil ke dokter anak, karena kondisi ini tidak bisa dianggap sepele.

Bayi menangis setelah menyusu bisa disebabkan oleh beragam hal, mulai dari yang ringan dan bisa reda dengan sendirinya, hingga yang serius dan membutuhkan penanganan dokter. Jadi, jika berbagai cara di atas sudah dilakukan namun Si Kecil tetap menangis, segera periksakan ke dokter anak ya, Bun.