Kolik pada bayi adalah kondisi ketika bayi menangis hingga berjam-jam dan sulit untuk ditenangkan. Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini wajar untuk dialami bayi baru lahir dan tidak dianggap sebagai gangguan kesehatan.

Sistem pencernaan si Kecil yang masih berkembang dapat membuatnya lebih rentan mengalami kolik. Hal ini karena hingga usia 3 tahun sistem pencernaan si Kecil masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih rentan mengalami ketidaknyamanan pencernaan. 

Kolik pada Bayi Ditandai dengan Tangisan Berjam-jam - Alodokter

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kemampuan sistem pencernaan si Kecil yang belum optimal dalam mencerna nutrisi, termasuk protein, sehingga menghasilkan produksi gas yang berlebih. Alhasil, pencernaan si Kecil menjadi kurang nyaman, sehingga ia menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.

Namun, Moms jangan khawatir. Kolik pada bayi merupakan hal yang wajar dan dapat ditangani dengan penanganan yang tepat.

Ciri-Ciri Kolik pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Saat mengalami kolik, si Kecil akan menangis terus-menerus dan tangannya terlihat mengepal. Selain itu, beberapa ciri yang bisa terjadi saat si Kecil mengalami kolik adalah ia akan terlihat menarik lutut ke perut, wajahnya memerah, serta melengkungkan punggungnya ketika sedang menangis, Moms.

Penting bagi Moms untuk membedakan mana tangisan yang disebabkan oleh kolik dan mana yang bukan. Oleh karena itu, bila si Kecil menangis secara terus-menerus dan mengalami tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter, ya.

Penyebab Kolik pada Bayi

Kolik diduga terjadi ketika si Kecil merasa perutnya tidak nyaman, karena sistem pencernaannya masih belum berkembang dengan sempurna.

Pada usia ini, enzim-enzim pencernaan si Kecil belum bekerja secara optimal, sehingga beberapa nutrisi seperti protein tidak dapat dicerna dengan baik. Akibatnya, proses fermentasi dalam perut bisa menghasilkan gas berlebih yang membuat si Kecil merasa kembung, tidak nyaman, dan akhirnya mengalami kolik.

Selain itu, kondisi seperti terlalu lapar atau justru terlalu kenyang juga dapat menjadi pemicu kolik.

Cara Menenangkan Bayi yang Mengalami Kolik

Secara umum, berikut hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menenangkan bayi yang mengalami kolik:

  • Berikan ASI, karena ASI adalah yang terbaik untuk si Kecil. ASI mengandung protein yang lebih mudah dicerna, sehingga tidak menimbulkan terlalu banyak gas di perut dan membuat si Kecil lebih nyaman.
  • Pijat perut si Kecil dengan lembut, bila perlu gunakan krim khusus untuk menghangatkan tubuhnya.
  • Tenangkan si Kecil dengan cara menggendongnya selama ia menangis.
  • Mandikan si Kecil dengan air hangat.
  • Gendong si Kecil dalam gendongan kain atau selimut.
  • Jika perlu, berikan dot untuk membantu menenangkan si Kecil.
  • Berikan senandung atau suara lembut seperti “sshh sshh…” pada si Kecil.
  • Letakkan si Kecil pada bouncer atau kursi goyang khusus bayi.

Jika si Kecil mengalami kolik, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter anak mengenai penggunaan susu formula dengan protein terhidrolisis parsial (Partially Hydrolyzed Protein atau PHP) dan rendah laktosa. Susu formula ini dirancang khusus untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan si Kecil yang masih berkembang.

Tips Mencegah Kolik pada Bayi

Untuk mencegah kolik pada bayi, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Jauhi asap rokok.
  • Hindari konsumsi kopi, teh, dan makanan pedas apabila si Kecil masih menyusu.
  • Tepuk-tepuk punggung si Kecil dengan lembut agar bersendawa sehabis makan.

Sesuai rekomendasi IDAI, apabila kolik si Kecil berlangsung terus-menerus, Moms dapat memberikan ASI. Namun, jika si Kecil diberi susu formula sesuai anjuran dokter, dokter mungkin akan meresepkan susu formula khusus berprotein terhidrolisis parsial (PHP) dan rendah laktosa. 

Protein PHP memiliki ukuran yang lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna dan dapat membantu mendukung kenyamanan pencernaan si Kecil.

Selain itu, sesuai anjuran IDAI, pilihlah susu formula PHP yang juga mengandung rendah laktosa (low lactose) untuk membantu penanganan kolik pada si Kecil.

Informasi tentang kolik pada bayi tersebut sangat penting diketahui oleh para orang tua. Menangani si Kecil yang sedang kolik mungkin membutuhkan kesabaran lebih ya.

Apabila berbagai cara telah dilakukan tetapi kolik pada bayi tidak juga teratasi dan membuat Moms khawatir, konsultasikan saja kondisi ini kepada dokter melalui chat, khususnya jika si Kecil sering mengalami kolik.