Memberikan air susu ibu (ASI) yang diperah atau susu formula pada bayi dengan menggunakan botol merupakan hal yang umum dilakukan. Hanya saja, botol bayi yang digunakan harus memenuhi kriteria aman.

Untuk membuat botol bayi menjadi keras, tampak jernih, dan tidak mudah pecah, biasanya digunakan bahan kimia bernama bisphenol A (BPA). Namun setelah diteliti, bahan ini ternyata berpotensi berbahaya bagi kesehatan. Bahkan sejak tahun 2012, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mulai melarang penggunaan zat kimia bisphenol A (BPA) pada botol bayi plastik.

Jangan Salah Memilih Botol Bayi, Ini Kriteria yang Aman - Alodokter

Bahaya BPA

Beberapa penelitian mengaitkan penggunaan BPA dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan, seperti kanker, diabetes, sakit jantung, tekanan darah tinggi, masalah kesuburan, gangguan metabolisme, sindrom ovarium polikistik (PCOS), pubertas dini, serta gangguan hormon di tubuh. Meski demikian, dampak tersebut baru terpantau pada penelitian terhadap hewan percobaan. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana dampak BPA pada kesehatan manusia.

Yang perlu diketahui, penggunaan BPA pada kemasan plastik tidak hanya untuk botol bayi. Beberapa perlengkapan bayi dan anak-anak, seperti cangkir minum, kotak bekal, dan mainan, juga kemungkinan  mengandung BPA.

Zat kimia BPA dapat masuk ke dalam tubuh lewat susu atau minuman lain yang diberikan melalui botol bayi. Banyaknya BPA yang tercampur tergantung dari jenis botol bayi yang dipakai dan suhu saat botol disterilisasi.

Tips Membeli dan Merawat Botol Bayi

Saat memilih botol bayi, sebaiknya tidak hanya memerhatikan harga yang mahal atau murah, namun cermati juga label kemasan yang tertera di botol. Berikut beberapa tips bagi Anda untuk membeli dan merawat botol bayi:

  • Belilah botol bayi dari plastik yang BPA-free atau bebas BPA. Botol dari kaca dapat menjadi alternatif. Namun hati-hati, botol kaca dapat pecah atau retak dalam suhu terlalu tinggi, dan serpihannya bisa saja masuk ke dalam susu bayi.
  • Kenali kode penomoran yang ada di bawah kemasan botol bayi. Botol atau wadah aman yaitu nomor 2 dari bahan high-density polyethylene (HDPE), nomor 4 dari bahan low-density polyethylene (LDPE), dan nomor 5 dari bahan polypropylene (PP). Umumnya logo yang terdapat pada botol susu adalah logo nomor 2.
    Rutin membersihkan botol susu bayi dengan baik dan benar, sesuai anjuran dokter.
  • Segera ganti botol bayi yang tampak tergores ataupun berubah warna, karena kemungkinan dapat melepaskan zat kimia ke dalam botol susu.
  • Untuk menghangatkan botol bayi, disarankan untuk ditempatkan dalam baskom berisi air hangat. Tidak disarankan untuk memanaskan botol bayi dengan microwawe sebab dapat menyebabkan pelepasan zat kimia yang ada pada botol.
  • Perhatikan pula sabun pencuci botol bayi. Dianjurkan memilih sabun pencuci yang berbahan lembut dan aman, serta hindari deterjen yang bersifat iritatif.

Untuk botol bayi dan peralatan makan atau minum yang lain, Anda harus memilihnya dengan seksama. Baca keterangan label pada kemasannya. Jangan sampai Anda salah memilih untuk sang buah hati tercinta.